28 Februari 2011

Carpediem!

7 komentar:
.............................
Keenam sahabat masih mendongak mengagumi Mahameru.
"Ta..."
"Iya, Yan."
"Nanti kita akan ke sana? Berdiri di puncak itu? Berdiri di sana?"
"Iya..."
"Tinggi banget, Ta..."
"Iya."
"Bisa apa kita, Ta?"
Genta terdiam, matanya masih lekat di puncak Mahameru yang masih terlihat kecil. Mata Genta terpejam.
"Yakin kita bisa?" tiba-tiba Genta menoleh ke teman-temannya dan menatap tajam satu per satu.
"Gue udah taruh puncak itu dan kita semua disini." Arial berkata pelan sambil membawa jari telunjuk ke keningnya.
Genta tersenyum.
"Kalo begitu...yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja."
"Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya," sambung Zafran.
"Serta mulut yang akan selalu berdoa," Dinda tersenyum manis.

[5cm, hal 216]
***

24 Februari 2011

duapuluhfebruariduaribusebelas

1 komentar:
jika diminta bercerita tentang hari ini, maka saya akan bercerita tentang bangun kesiangan, kebingungan, isi materi tanpa persiapan, kelaparan dan rasa puas. maka dalam hal ini, 'kebingungan'lah yang menjadi penentu kelanjutan pembicaraan kita hari ini.

mari dimulai dari yang pertama, tentang bangun kesiangan. ini adalah dampak dari penyakit insomnia yang sempat hilang tapi mendadak kambuh lagi. untuk urusan yang satu ini, saya juga tidak tahu alasannya. yang saya tahu, ketika penyakit itu mulai menjangkit, maka layar kompi  yang akan menjadi sasaran tatapan mata saya yang sudah mau ditutup tapi tidak bisa tertutup.

kedua, tentang kebingungan. setelah akhirnya semalam bisa menutup mata, masalah kembali muncul ketika saya membuka mata. saya bingung. ada banyak agenda hari ini, dan semuanya melibatkan diri saya. hmm, lebih tepatnya keinginan saya untuk berada pada semua agenda itu. maka pagi tadi saya berpikir tentang bagaimana caranya saya untuk bisa berada di Maros sepanjang hari, sementara siangnya saya harus ke Unismuh dan GTC, lalu sorenya harus sudah berada di tempat konsolidasi. sangat sulit, berhubung saya tidak mempunyai 'pintu kemana saja'-nya Doraemon. maka saya putuskan untuk tidak berada di Maros sepanjang hari tadi dan menghabiskan 20 Februari dengan keliling Makassar saja.

lalu ketiga, tentang isi materi tanpa persiapan. malam sebelumnya, seorang teman meminta saya untuk berbagi ilmu tentang motivasi menulis kepadanya dan teman-temannya di Unismuh yang tergabung dalam Goresan Pena Al-Jauzy. ini kali pertama saya diminta untuk membawakan materi ini, maka wajarlah kalau saya bingung. malam itu, saya mencoba untuk mencari referensi dari internet. namun, sepertinya koneksi jaringan tidak mau berkompromi. semakin bingung, lalu saya mencari buku yang kira-kira bisa jadi referensi alias contekan untuk besok. dapat!!  namun kali ini, giliran mata yang tidak mau berkompromi. dia ingin menutup. maka saya, sebagai makhluk yang tidak ingin mendzalimi diri sendiri, memberikan haknya untuk istirahat. maka bisa ditebak, pagi tadi tak ada waktu lagi untuk mempersiapkan apa-apa yang harusnya disiapkan seorang pemateri pada umumnya.heeh..


kemudian ke empat, kelaparan. setelah ketiga cerita diatas, saya pikir kalian akan mengerti kenapa saya sampai harus menderita masalah ke empat ini. yup, tepat sekali. "tak ada cukup waktu untuk sekedar sarapan, karena kau terlambat bangun yun!", kataku pada diri sendiri. maka dengan berbekal beng-beng di dalam ransel hitamku, berangkatlah saya dengan perut kosong. and you know what?! acaranya molor (seperti biasa). "haah, kalau tahu begini mending tadi gue makan dulu!", gerutuku dalam hati. acaranya baru dimulai sekitar jam setengah 11 (jadwalnya jam 9) dan pesertanya sekitar 15 orang (harusnya gak tau berapa, hhe..) selama ngasi materi yang kebanyakan training (alias praktek langsung), saya mendapati 1 orang peserta yang sama sekali tidak bisa menulis (itu kata dia, bukan kata saya). menghadapi 1 orang ini, saya sudah kehabisan cara. sepertinya motivasi dia untuk menulis memang tidak ada. bahkan mungkin (menurutku), dia memang tidak punya alasan kenapa dia harus menulis. huff...ternyata masih ada juga orang kayak gini di muka bumi. kalau saya ingat-ingat, saya dulu juga begitu sih. tapi buktinya sekarang, saya udah mulai bisa nulis walaupun tulisan saya belum pernah mendapat penghargaan satu pun. hehehe... ^^v *pesanku untuk orang-orang yang serupa dengan 'dia', learning by doing lah. lama-lama juga bisa.


and the last, saya puas. untungnya masih ada yang membuatku senang hari ini. selesai ngisi materi, saya dan mutiah (temanku) pergi ke acara Japan Festival di GTC. ya, ini dia yang menjadi salah satu sebab kenapa saya kebingungan sejak pagi. acara ini cuma setahun sekali, dan tidak ada jaminan saya masih bisa datang tahun depan. maka, jadilah saya disana siang itu. hey, banyak stand yang lucu-lucu. ada yang jual pernak-pernik Japan (harga yukatanya 200 ribu, mahal euy!), masakan khas Japan (sushi pastinya, sama sesuatu yang disebut 'tokiyaki'), stand fotonya juga ada (bareng para cosplay, foto pake hanbok atau yukata juga ada lho!), game nangkep ikan pake jaring yang terbuat dari kertas tisu, bikin tatoo tulisan kanji di tangan atau bikin hiasan dinding tulisan kanji yang ditulis pake kuas. hmm...over all, keren lah. saya sendiri menyempatkan untuk foto pake yukata dan bikin hiasan dinding bertuliskan 'hikari' yang artinya 'cahaya'. *that's my name!


hmm...sekian cerita hari ini. untungnya happy ending ^____^

2 Februari 2011

Japanese Daily Expression

2 komentar:


buat sahabat yang lagi belajar bahasa jepang, di bawah ini ada beberapa ungkapan yang biasa dipakai sehari-hari. let's practice ^^

::Arigatou = Terima Kasih
biasanya sih kita cukup katakan 'arigatou' saja, tapi akan lebih sopan kalau kita menambahkan 'gozaimasu' di belakangnya.kata ini diucapkan ketika orang lain telah membantu / memberikan sesuatu kepada kita. secara harfiah artinya “sulit (bagi saya) untuk menerima (kebaikan dari anda)”. oiya, kita juga bisa menambahkan kata どうも– doumo di depannya, yang bisa diartikan “Sangat/Sekali”. jadinya  どうも ありがとう ございます- doumo arigatou gozaimasu - makasih banyak'.
kita juga bisa mengubahnya jadi bentuk lampau, yaitu ketika bantuan/sesuatu dari orang lain sudah kita terima. ucapkan saja 'arigatou gozaimashita' -  ありがとう ございました.
kalau di kalangan remaja, dikenal juga kata サンキュー – Sankyuu yang diserap dari kata bahasa Inggris ”Thankyou”. bahasa Slank ini kadang ditulis dengan angka 39 (angka 3 dalam bahasa jepang dibaca “san” dan angka 9 dibaca “kyuu”), bahasa sms nee… hehehe ^o^

::Itadakimasu = Selamat Makan
biasanya diucapkan ketika memulai makan. secara gramatik artinya sih “saya menerima”. ucapan  ini mengandung makna rasa syukur dan terima kasih kepada semua yang telah berjasa, sehingga seseorang dapat menyantap suatu makanan / kadang termasuk minuman. oiya, sebelum makan, jangan lupa baca BISMILLAH juga ya ^o^

::Gochisousama deshita = Saya Selesai Makan
kata ごちそう (gochisou) sendiri artinya “hidangan yang lezat”. jadi, ucapan 'gochisousama deshita' ini bisa dianggap sebagai ucapan terimakasih kepada semua yang telah berjasa menyediakan makanan untuk kita. kadang diartikan menjadi “Saya selesai makan” atau “Terimakasih atas makanannya”. jangan lupa juga, baca ALHAMDULILLAH ^o^
oiya,ketika diajak pergi makan oleh orang lain alias ditraktir, orang Jepang punya kebiasaan mengucapkan 'gochisousama deshita' ini berulang-ulang. pertama ketika dia baru saja selesai makan. kedua ketika mereka pulang dan akan berpisah kembali ke tempat tinggal masing-masing. dan ketiga, adalah ketika mereka bertemu lagi keesokan harinya, atau beberapa hari setelah itu. hmm...mereka memang tahu sopan santun ya.

::Ittekimasu = Saya Berangkat
arti ittekimasu yang lebih tepat sesuai dengan asal kata-nya adalah “Saya pergi dan akan kembali lagi”. diucapkan oleh seseorang yang akan berangkat meninggalkan suatu tempat, kemudian dia akan kembali lagi ke tempat itu. orang Jepang mempunyai kebiasaan mengucapkan いってきます (ittekimasu) ketika mereka pergi dari rumah.