Langsung ke konten utama

Hijrah, Antara Kemarin dan Hari Ini

membahas soal hijrah, pasti kita langsung teringat sama peristiwa berpindahnya Rasulullah dari bumi Mekkah ke Madinah. pada saat itu, dakwah Rasulullah mendapat tekanan dari lingkungan di sekitarnya dan Allah memerintahkan Rasulullah beserta pengikutnya untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka. peristiwa inilah yang kemudian menjadi titik awal penanggalan hijriyah yang kita kenal sekarang. 

nah, kata 'hijrah' itu sendiri memang berarti pindah. secara khusus, arti hijrah berhenti pada peristiwa tersebut. namun secara maknawi, hijrah memiliki penjelasan yang luas. hijrah bisa diartikan meninggalkan sesuatu menuju kepada sesuatu yang lain untuk mendapat keadaan yang lebih baik. perubahan sikap, penampilan dan pola pikir seseorang terhadap sesuatu pun bisa dianggap hijrah.

terkait masalah ini, entah mengapa Allah menakdirkan saya untuk berziarah ingatan tentang proses 'hijrah' saya dulu. dimulai dari pengajian pekanan tadi siang, ketika kelompok kami membahas soal hijrahnya Rasulullah sampai kepada salah seorang teman yang menceritakan tentang perubahan dalam hidupnya, termasuk penolakan yang dia terima atas dakwah Islamnya.

lalu malam ini ingatan saya kembali dibongkar saat seorang kawan lama menelepon dan mulai membahas tentang bagaimana saya 'dahulu' dan 'sekarang'.  kemudian, kunjungan tak sengaja pada blog kak Insan, mau tak mau membuat saya menggali ingatan lebih dalam mengenai metamorfosis saya 6 tahun yang lalu.
***


Januari 2006, hidayah Allah akhirnya saya jemput. hari itu, saya resmi berjilbab, kain putih sederhana menjulur menutupi dada. saya sadar, keputusan yang saya ambil ini bukanlah hal mudah walau saya terlahir dalam keluarga muslim. oleh karena itu, malam sebelumnya saya menceritakan niat ini kepada orang tua. sambutan mereka positif, sambil berpesan "orang berjilbab itu gak bisa seenaknya. kalo sudah pake, jangan sampe dilepas lagi. harus bisa jaga perilaku." tapi tekad saya sudah bulat, besok saya akan kekampus dengan gaya baru.

tentu saja ada yang melatarbelakangi kenapa saya 'harus' berubah. beberapa hari sebelumnya, saya mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan kampus. dari sanalah kisah ini bermula, saya memutuskan untuk menutup aurat. tiap pekan, ada pengajian rutin yang saya hadiri. seiring berjalannya waktu, saya terus berproses untuk jadi pribadi yang lebih baik.

seperti janjiNya, Dia akan menguji keimanan hambaNya. nada protes mulai berdatangan dari keluarga sendiri. tuduhan dan fitnah bermunculan. beberapa kerabat pernah menduga saya mengikuti aliran sesat yang sedang marak di televisi waktu itu. saya terus meyakinkan orang tua mengenai  ketidakbenaran berita itu sampai akhirnya mereka tetap percaya pada saya. pun ada beberapa orang yang mengomentari gaya berpakaian saya. tentang jilbab, rok terlebih kaus kaki. semuanya saya terima dengan lapang dada seraya berprasangka baik bahwa sesungguhnya mereka tidak paham atas apa yang mereka katakan.

***
menutup aurat, itulah salah satu bentuk hijrah saya. saya menganggap, hal tersebut adalah salah satu bentuk ketaatan kita pada Sang Khalik. ini bukan pilihan, tapi kewajiban semenjak kita mengaku bahwa Dialah satu-satunya sesembahan kita. untuk hal yang satu ini, tak lagi mengenal kata kompromi. 

adapun tentang masa lalu, setiap orang memiliki cerita berbeda. alhamdulillah, saya sendiri masih tergolong anak baik. hal itulah yang membuat saya bersyukur atas kehidupan yang sudah saya jalani sampai sekarang. 

yang perlu dilakukan sekarang adalah terus memperbaiki niat sambil mendalami makna hadits dibawah ini. apakah hijrah yang kita lakukan ini untuk Allah dan Rasulnya atau bukan?
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata:

Saya mendengar Rasulullah ? bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Diriwayatkan oleh al-Bukhari ( I/9 – Fath ) dan Muslim (1907)



wallahu'alam bish shawab

Komentar

  1. keep istiqomah yuuuuun...
    salam peluk cium untukmu, dan salam penuh hormat untuk keluargamu.. :)

    aisssh...sy rindu bertemu dirimu dan bocah2 bloofer yg lainnya.. >,<

    BalasHapus
  2. sungguh sangat beruntung jika hari ini lebih baik dari hari kemaren
    sungguh sangat merugi jika hari ini lebih buruk dari hari kemaren

    BalasHapus
  3. subhanallah..keep istiqamah yun..hijrah memang penuh cobaan dan ujian namun seiring berjalan waktu smua akan terlewati..smga kita tdk msuk manusia merugi

    BalasHapus
  4. waaah akhirnya ditulis juga..mantap kak, tahun 2006...jadi kenangan tersendiri tuh,..
    keep Istiqomah kak..aku doain dah
    beruntung bisa jadi anak baik2 seumur hidup^^
    'Hijrah' emang benar selalu ada cerita 'indah' di baliknya
    Aku sayang kak Yuni karna Allah...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayang kamu juga karena Allah, insyaallah ^___^

      Hapus
  5. subhanallah, semoga sampai selamanya kamu, dan kita semua berada dlam agama yang indah ini....

    BalasHapus
  6. mudah-mudahan selalu istiqomah di jalan -Nya... amiin..

    BalasHapus
  7. Mbak Cahyaaaaa...tetap istiqomah yaaa...
    Kagum sama mbak, yg tetep hobi sama gunung...hahahha :D
    Taklukan dunia dg hijabmu mbak...^_=

    BalasHapus
  8. semoga kehijriahan ini menular dan ditularkan ke yang lain mbk.. moga istiqomah ya..
    berkawan dengan saya ya, jangan lupa komen dan follow blog saya http://kampungkaryakita.blogspot.com/. Saya sudah memfollow blog ini.. Sukses

    BalasHapus
  9. subhanallaah semoga kita semua di istiqomahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala aamiin :)

    BalasHapus
  10. all: aamiin..doa yg sama utk kalian, keep istiqamah till syahid ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…