27 Juni 2015

Humsafar


Mari kukisahkan padamu, tentang mimpiku bertahun silam.
**
Saat itu matahari pagi baru saja muncul dari ufuk timur. Aku, entah darimana, sudah berada di puncak sebuah menara. Di sanalah aku melihatnya, perempuan itu, sedang berdiri membelakangiku dengan rambut panjangnya yang terurai sempurna. Menebar pesona yang tak terpermanai. Aku mendadak bisu.

Hal aneh terjadi. Aku seperti sudah memiliki perasaan yang mendalam padanya. Seolah aku telah mengenal lama dan berkeyakinan bahwa kami akan bersama.

Sedetik kemudian, perempuan itu menoleh padaku. Aku tertegun tak percaya. Dia. 

***
Satu dekade setelah mimpi itu. Aku tengah melayangkan pandangan ke sebuah puncak menara,  sambil menggandeng tangan seseorang. Perkenalkan, dia perempuanku,  perempuan di dalam mimpi: Humsafar. Dan kami sedang di Madinah.

1 komentar: