4 Juni 2015

photo by CLk7 

Selamat pagi, hujan pertama.
Seperti apa rasanya rindu yang tuntas?

Apakah sama ketika aku menulis puisi tentang dia, namun terus memilih bersembunyi di balik metafora.

Apakah serupa aku yang buru-buru mengalihkan pandang saat bertemu mata, padahal sebenarnya enggan.

Seperti apa rasanya?

Atau barangkali, sejatinya, tak pernah ada rindu yang benar-benar tuntas?

1 komentar: