Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Menyembuhkan Resah

Dari sunyi aku belajar bagaimana menyembuhkan resah, mengobati luka tanpa harus menyalahkan siapa-siapa.
Di antara keheningan, aku berusaha menenun kata-kata, untuk kujadikan pelindung saat angin musim gugur menerpa.
Lalu, kutegakkan kepala dan hati bersama kata dan sepi. Agar kaki bisa menapak. Di antara sepi dan resah. Hawa angin musim gugur yang menerpa tak lagi menjadi beban.
Aku membawa langkah pelan-pelan. Menyusur jalan kerapuhan, masuk ke lorong lorong sunyi. Kulewati setapak kenangan dan pusara  penyesalan. Kemudian langkahku terhenti.
Bulan baru saja setengah lingkaran. Ku hirup pelan-pelan aroma tanah yang basah. Sinar sendu cahaya bulan tertumpuk di pelupuk mata, membuat genangan di antara gelap. Kadang, aku menolak semua takdir yang di gariskan untukku, tapi ada satu keyakinan yang membuatku agar tetap tegar dalam melangkah. Meski harus berputar di antara jalan dan lorong sunyi. Aku tahu, bahwa Tuhan akan memberiku pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berk…

Di Antara Pilihan

Mari sini, Sayang. Duduk dekat denganku, dan bacalah tulisan ini pelan-pelan. Aku menuliskannya untukmu. Di waktu yang sempit, pada malam yang sendu dan dingin, karena kurasa tak ada waktu yang lebih baik dari saat ini.
Suatu waktu, mungkin kamu merasa jarak adalah penghalang. Lalu kamu mencoba melipatnya, terus menerus, agar tak ada jeda. Namun kamu lupa dan terlambat sadar bahwa aku dan kamu tak lagi leluasa bicara. Saat itulah kamu berpikir, apa pilihan itu salah?
Mungkin pernah pula  kamu merasa bahwa waktu akan mengatasi segala hal, menyembuhkan semua luka, memperbaiki semesta perasaan yang patah, tanpa perlu melakukan apa-apa. Padahal itu semua hanya sengaja kamu lewati, bukan kamu selesaikan dengan cara yang baik. Lalu, apa pilihan semacam ini boleh dianggap benar?
Hidup ini memang sekumpulan pilihan. Untuk jatuh terpuruk atau kembali bangkit. Untuk diam atau tetap bergerak. Untuk memutuskan yakin atau terus meragu. Untuk tetap memilihnya atau seseorang yang lain. Ah, pilihan …

Bertemu Denganmu, Sekali Lagi

I think that possibly, maybe I'm falling for you Yes there's a chance that I've fallen quite hard over you. I've seen the paths that your eyes wander down I want to come too I think that possibly, maybe I'm falling for you
Malam itu, beberapa saat sebelum kepergianku, tampak cuaca agak kurang baik. Angin dan hujan menyelimuti kota sepanjang hari. Keadaan itu cukup untuk membuat perasaanku didera gelisah. Dari atas dek, ku lihat perlahan kau menuruni anak tangga yang basah, hingga hanya punggungmu yang bergerak menjauh dari ujung dermaga. Kapal yang kutumpangi mulai berlayar. Tiba-tiba aku berpikir, bagaimana jika tadi adalah kali terakhir aku mengakrabi matamu dan tak ada lagi temu untuk kita? Pikiran bodoh semacam itu kadang mampir di kepalaku. Pikiran yang, sungguh, aku sendiri tidak ma(mp)u membayangkan, apalagi menjawabnya. Lamat-lamat mataku terpejam, lelap di antara gelombang.
No one understands me quite like you do Through all of the shadowy corners of me I never k…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…