Langsung ke konten utama

Bertemu Denganmu, Sekali Lagi


I think that possibly, maybe I'm falling for you
Yes there's a chance that I've fallen quite hard over you.
I've seen the paths that your eyes wander down
I want to come too
I think that possibly, maybe I'm falling for you

Malam itu, beberapa saat sebelum kepergianku, tampak cuaca agak kurang baik. Angin dan hujan menyelimuti kota sepanjang hari. Keadaan itu cukup untuk membuat perasaanku didera gelisah. Dari atas dek, ku lihat perlahan kau menuruni anak tangga yang basah, hingga hanya punggungmu yang bergerak menjauh dari ujung dermaga. Kapal yang kutumpangi mulai berlayar. Tiba-tiba aku berpikir, bagaimana jika tadi adalah kali terakhir aku mengakrabi matamu dan tak ada lagi temu untuk kita? Pikiran bodoh semacam itu kadang mampir di kepalaku. Pikiran yang, sungguh, aku sendiri tidak ma(mp)u membayangkan, apalagi menjawabnya. Lamat-lamat mataku terpejam, lelap di antara gelombang.

No one understands me quite like you do
Through all of the shadowy corners of me
I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew

Setelah berjarak sekian lama, sebenarnya apa yang kita harapkan dari sebuah pertemuan? Sapaan hangat, pelukan erat, atau apa. Alih-alih itu semua, justru kita lebih memilih bercerita tentang mereka yang kita temui di perjalanan, tentang senja yang pernah sekali waktu kehilangan jingganya, tentang cuaca yang kerap berubah-ubah, atau cerita lainnya yang sengaja kita buat-buat agar rindu yang kita simpan selama ini tidak tampak lewat pancaran mata. Karena jika benar kata orang bahwa mata adalah jendela hati, maka kita perlu waspada sebab seseorang bisa saja mengintip hatimu dari sana kan?

I think that possibly, maybe I'm falling for you
Yes there's a chance that I've fallen quite hard over you.
I've seen the waters that make your eyes shine
Now I'm shining too
Because oh because
I've fallen quite hard over you

Dan perasaan bukanlah sesuatu yang menetap. Ia berubah, sesuai ruang yang ditempatinya, seiring waktu yang memaksanya. Dan pertemuan, barangkali adalah satu penyebabnya. Lantaran itu, sebenarnya aku khawatir jika kita harus sering bertemu. 

If I didn't know you, I'd rather not know
If I couldn't have you, I'd rather be alone

Karena saat kita bertemu, aku hanya ingin duduk dan menatapmu. Samudera itu terbentang di matamu dan perasaanku naik turun seperti gelombang yang kurasakan di atas kapal saat perpisahan pertama kita.

Karena saat kita bertemu, aku tak hendak mengucap sepatah kata pun. Suaramu adalah penggugah, layaknya angin pantai yang berdesir di antara ombak yang pecah. Mendengarkanmu rasanya jauh lebih men(y)enangkan.

All of the while, all of the while...
It was you*

Namun kurasa matamu itu mengandung zat adiktif yang telah membuatku candu. Sebab, di atas semua kekhawatiran tadi, malam ini justru aku berencana untuk bertemu denganmu, sekali lagi. Jangan katakan pada siapapun. Ini rahasia.

|•••|
Namrole, 20 Juli 2017
Tahun ketiga bersamamu


*Landon Pigg, Falling In Love At The Coffee Shop

Komentar

  1. Aku suka sekali tulisan ini. lebih suka lagi kalau bertemu penulisnya.😀😁😁😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…