25 Juli 2017

Di Antara Pilihan



Mari sini, Sayang. Duduk dekat denganku, dan bacalah tulisan ini pelan-pelan. Aku menuliskannya untukmu. Di waktu yang sempit, pada malam yang sendu dan dingin, karena kurasa tak ada waktu yang lebih baik dari saat ini.

Suatu waktu, mungkin kamu merasa jarak adalah penghalang. Lalu kamu mencoba melipatnya, terus menerus, agar tak ada jeda. Namun kamu lupa dan terlambat sadar bahwa aku dan kamu tak lagi leluasa bicara. Saat itulah kamu berpikir, apa pilihan itu salah?

Mungkin pernah pula  kamu merasa bahwa waktu akan mengatasi segala hal, menyembuhkan semua luka, memperbaiki semesta perasaan yang patah, tanpa perlu melakukan apa-apa. Padahal itu semua hanya sengaja kamu lewati, bukan kamu selesaikan dengan cara yang baik. Lalu, apa pilihan semacam ini boleh dianggap benar?

Hidup ini memang sekumpulan pilihan. Untuk jatuh terpuruk atau kembali bangkit. Untuk diam atau tetap bergerak. Untuk memutuskan yakin atau terus meragu. Untuk tetap memilihnya atau seseorang yang lain. Ah, pilihan yang rumit...

***

Ambon, 24 Juli 2017
Waktu hatimu (masih) berkabut

1 komentar:

  1. biar gak rumit, diapain ya tu pilihan kak? wkwkw

    anw, keep posting ya kak.. :)

    BalasHapus