Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kekata

Outta Here

Dia mendewasakan kita dengan masalah, membijaksanakan kita dengan ujian. Dan Dia tahu, hanya KITA yang bisa menjalani naskah kehidupan macam ini. Bukan orang lain. Bukan mereka. [@csdaties]

Jarak

seseorang pernah berkata, "kadang (antara dua orang atau lebih) memang harus dipisahkan, agar bisa melihat lebih jelas." mungkin ada benarnya. kita memang selalu butuh jarak untuk bisa membaca dengan baik, menghargai pertemuan, dan untuk mengetahui arti rindu juga kehilangan. lalu dengan alasan apa kamu kini berjarak denganku?

Going Home, to You

picture from  here "aku lelah, Al"  "ada apa, Sora? bukankah kita sedang bermain? ini menyenangkan." "kau benar, tapi kita sudah terlalu jauh bermain. aku takut kita lupa jalan pulang." sementara rumah, masih tetap disana. menanti kepulangan mereka. --- Allah Yang Maha Baik, tolong jaga terus hati kami. agar sejauh apapun kami bermain, kami tak pernah lupa untuk pulang padaMu.

Be Kind

picture from here Selalulah berbagi dengan orang lain. Walau hanya sepotong ide. Walau sebenarnya kitalah yang membutuhkannya. Walau kita sulit melakukannya. Dari sanalah kita akan mendapati nikmatnya ikhlas dan menuai pahala karenanya. insya Allah. Teruslah menjadi baik walau susah dijalani. Tak perlu orang lain tahu, cukup Allah dan diri. | nasehat sahabat, 24 september 2013 |

Tentang Kota

Lapangan Karebosi, Makassar (photo by uhm) suatu hari nanti, saat semua menjadi masa lalu. saya akan mengenang kota ini sebagai tempat awal saya berangkat, menemukan inspirasi, merawat cita-cita, berkawan perjuangan. bersama mereka, yang saya sebut saudara.

Nanti

Pernah mengkhawatirkan masa depan? Melakukan apa selesai studi, akan kemana sesudah itu, bagaimana menjalani hidup, memilih siapa sebagai pasangan, memiliki segudang mimpi. Lalu semua langkah harus terhenti karena takdir Allah yang lain. Jika saat itu tiba, dan aku yakin sebentar lagi, entah bagaimana aku nantinya? Akan ikhlaskah? Allahu Rabb...aku berlindung padamu dari rasa gelisah. jelang maghrib, di warung kopi.

Tiada

Maka setiap pagi aku akan melakukan ritual yang sama. Diam menatap jendela, mengumpulkan sisa-sisa ingatan tentang mimpi semalam atau kejadian kemarin. Lalu saat sinar matahari mulai masuk lewat sela-sela jendela, aku harus rela satu per satu memori itu menguap, menjadi tiada.

Kosong

Triangulasi Bawakaraeng kau lihat langit dengan awan kapas di atas sana? sampai detik ini aku masih tak tahu, apa aku benar-benar menyukai dia seutuhnya? aku mungkin mengagumi cerahnya, tapi kadang enggan melihat kelabunya. ** enambelaskosongsembilan,lainkalibawahati.

Will You?

Bunga di Tepi Danau Unhas (photo by clk7) Pada suatu hari yang lalu, aku pernah bertanya pada kalian, " apakah kalian akan menikah dengan orang yang kalian cintai? " Bukan pertanyaan serius menurutku. Aku lalu diam, sambil terus memainkan X2 putih di tanganku. Tapi, entah apa yang ada di pikiran kalian saat itu. Mungkin kalian menganggapku aneh, atau bagaimana. Ada jeda cukup lama. Kurasa kalian sibuk merangkai jawaban yang kelak harus kalian pertanggungjawabkan di kemudian hari. " Aku akan mencintai orang yang kunikahi, " kata salah seorang dari kalian, tiba-tiba. Masih kuingat, tak ada keraguan yang kutangkap dari kalimatnya saat itu.  Sementara sebagian yang lain berkata, " Aku, tentu akan menikah dengan orang yang kucintai. " Aku berhenti, memikirkan jawaban atas pertanyaanku sendiri. *cerita pagi, di depan ruangbiru

Semoga semua perasaan baik-baik saja ...

Dermaga Danau Unhas (photo by clk7) semoga semua perasaan baik-baik saja ...

Bulan Rindu

Sebelas bulan yang lalu... Menjelang detik-detik perpisahan denganmu, mungkin agak aneh jika kusebut ini gelisah. Lalu pada suatu hari... Terkadang, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba aku teringat padamu. Saat melihat langit, saat mendengar suara-suara, saat merasakan hembusan angin, juga saat mencium bau bunga sedap malam di depan jalan . A pa Tuhan masih akan berbaik hati untuk mempertemukan kita lagi?  Baru saja... Aku mendengar suara langkah kaki di ujung jalan sana. Kaukah itu? Tunggu, ada yang ingin kutunjukkan padamu. Ini rindu yang sejak lama kusimpan pada apapun yang pernah dan akan membuatku jatuh cinta padamu, sekali lagi. Kuharap cukup untuk membuatmu bertahan menemaniku disini, setidaknya sampai bulan baru muncul lagi. *** Terima kasih telah selalu menyediakan siang terik bermiliar pahala. Terima kasih telah selalu membentangkan malam doa yang meluas angkasa. Terima kasih telah selalu menjadi bulan seribu bulan—yang membuatmu tak pernah s...

Pada Juni

pada Juni, ada bahagia yang memancar dari wajah yang menanti sepanjang tahun pada Juni, ada air mata yang mengalir di antara sujud panjang pada Juni, ada kenangan yang berlari jauh dari ingatan, semakin memburam pada Juni, ada amarah yang memerah, membiru lalu menghitam pada Juni, ada harapan  yang terselip pada rapal kata sederhana dari mereka yang istimewa pada Juni, ada rindu yang terpendam untuk sebuah tanah di bumi dan pada Juni,  tentu saja ada cinta ...yang untuk kesekian kalinya, masih milikmu!

Menjaga, Lebih Utama

Karena zina seringkali datang dari cinta, dan cinta selalu membuat kita iba, dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintaiNya. #Imam Syafi'i Ketika datang ujian perasaan, hati, cinta, dan kedekatan dengan lawan jenis, maka pilihannya adalah menjaga, menjaga, dan menjaga. Karena ada tanggung jawab pada setiap perasaan yang menyelinap dalam hatimu. Kamu lebih berhak memilih tentang pilihan yang ada padamu. Namun ingatlah bahwa menjaga jauh lebih utama. #Aditya Menurutku, lebih baik menjaga saja ^__^ #CLk7

Dari Mata

kita sama tahu semua kisah ini bisa ada karena pada hari yang lalu, kita pernah dengan sengaja mempertemukan masing mata kita #mulai sekarang, jangan tatap saya seperti itu lagi

She's Addicted to You!

jumat hari ini, hampir sama dengan jumat sebelumnya jika jumat lalu dia dipusingkan dengan 'tugas' yang belum selesai dibuat, maka hari ini pun sama. dia masih disana, berteman dengan rasa galau yang sama, dengan kegundahan yang sama, dengan ketakutan yang sama. Jelas saja, jelang batas akhir waktu dirasa semakin sempit, lalu dada menjadi sesak, menyeruak masuk. pandangan dirasa tak kuat lagi menatap, meminta rehat. dia menghela nafas panjang, berharap hari ini berakhir dan beban sedikit berkurang. jika jumat lalu dia bekerja berkawan rintik hujan di luar jendela kamarnya, maka hari ini tak jauh beda. bulir-bulir air itu masih setia menemani sejak jumat lalu. padahal kemarin dia mengira hujan tak akan datang lagi hari ini. tapi nyatanya, hujan masih saja datang dan bersedia untuk dititipi rasa rindu. jika jumat lalu nama dan bayangmu masih menghantui pikirannya, maka itu masih terjadi sampai hari ini. ya, dia memikirkanmu, mengharap kau ada di sampingnya, merindukan ba...

Maaf, Aku Berkhianat!

Ada yang tak beres dengan hatiku,otakku dan semuaku. Sesuatu yang bahkan aku sendiri pun bingung membahasakannya. Ya, tak terbahasakan. Walaupun aku tahu persis rasanya. Sebuah pengkhianatan,  bisa dibilang begitu. Bukan terhadap siapa, tapi terhadap apa.Pengkhianatan besar terhadap mulutku, yang telah lancang menasehati orang terkait hal ini. Pengkhianatan terhadap komitmen yang kubuat sendiri, janjiku pada Tuhan. Pengkhianatan atas segala hal yang kutahu bagaimana hukumannya dan kemungkinan atas akibat yang akan ditimbulkannya. Maka pagi ini, sambil menatap awan mendung yang berarak pergi, aku duduk menyambut sinar matahari yang seolah lenyap selama dua hari belakangan. Duduk, berpikir, tentang pengkhiatan besar yang besok akan kulakukan. Maafkan aku, Tuhan. Kalau kau masih sayang padaku, jangan biarkan hal itu terjadi.   *07:46, 27 maret 2010, diantara persidangan musda 1 kammda makassar*