Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan

Lost

Dibawah Langit Puntondo (photo : CLk7) mungkin beberapa rasa cinta memang tak harus memiliki muaranya, seperti beberapa diantaranya ditakdirkan terlambat untuk diungkapkan... mungkin beberapa jenis cinta ditakdirkan untuk tidak berakhir pada muaranya. ia hanya perlu ada,begitu saja,tak meminta apa-apa lagi. |  fahd djibran  |

Tentang Kota

Lapangan Karebosi, Makassar (photo by uhm) suatu hari nanti, saat semua menjadi masa lalu. saya akan mengenang kota ini sebagai tempat awal saya berangkat, menemukan inspirasi, merawat cita-cita, berkawan perjuangan. bersama mereka, yang saya sebut saudara.

Sepotong Senja

Senja di Losari (photo : CLk7) Aku masih menjaga rindu yang menahun padamu. Sampai penuh. Terlampau jauh. Ah...Langit senja sore ini mendadak seperti tak berujung dalam penglihatanku. Kau. Serupa waktu yang akan berhenti di episode entah.

Pulau Kodingareng Keke

Bermula dari rasa rindu menatap laut lepas dan galau pengen menginjak pasir pantai, saya nekat merencanakan perjalanan lintas pulau bareng teman-teman. Kali ini cewek semua: kak Pipi, Abel, Awa, Lara, Athifah, Mitha, kak Nunu, Ayi, Nur, Uthy dan saya sendiri. Pokoknya bukan pulau yang jauh, jadi gak perlu menginap. Juga bukan pulau yang rame, biar bebas berekspresi. Dan dari hasil wawancara dan browsing sana-sini, akhirnya pulau Kodingareng Keke-lah yang ditetapkan menjadi destinasi perjalanan 'nekat' ini. Jam tujuh pagi, kami bersebelas janjian ngumpul di dermaga penyeberangan Kayu Bangkoa, sekitar pantai Losari. Untuk bisa sampai kempulau Kodinagreng Keke, kami harus menyewa kapal dari sini. Harga sewa kapal tergantung kesepakatan dengan pemiliknya. Kemampuan harus total kita keluarkan biar bisa dikasih harga murah. Untuk urusan ini, saya serahkan ke kak Pipi dan Mitha. Saya hanya membantu seperlunya. Oke, setelah proses tawar-menawar yang panjang karena pake adegan ...

Kosong

Triangulasi Bawakaraeng kau lihat langit dengan awan kapas di atas sana? sampai detik ini aku masih tak tahu, apa aku benar-benar menyukai dia seutuhnya? aku mungkin mengagumi cerahnya, tapi kadang enggan melihat kelabunya. ** enambelaskosongsembilan,lainkalibawahati.

Ujung Jalan Setapak Kesembilan

Pulau Lakkang (photo by emi) sudah di ujung jalan setapak ke-sembilan. langkah bersama akan hilang tak terdengar, berganti tapak sendiri. tidak lama, kau dan aku pasti terbiasa. "selamat tinggal!", seruku. oh tidak, kurasa kau yang lebih berhak mengatakannya.

Semoga semua perasaan baik-baik saja ...

Dermaga Danau Unhas (photo by clk7) semoga semua perasaan baik-baik saja ...

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***

Mereka yang Menolak

Jelang 1 April, semakin banyak manusia yang bermonolog di jalan-jalan kota. Berpeluh keringat dan asap timbal menempel di kulit, mereka menyuarakan tuntutan. Walau mereka tak sepenuhnya yakin, tapi mereka hanya ingin didengar. Oleh orang lalu-lalang yang sibuk mengomel dari atas kendaraan mereka. Oleh media yang diharapkan menyajikan realita bahwa mereka akan semakin menderita. Oleh jutaan penduduk negeri ini yang berusaha mereka wakili aspirasinya lewat aksi demonstrasi. Terkhusus oleh Tuan Bangsa yang tengah menutup mata telinga akan fakta tentang rakyat yang semakin sengsara tiap harinya. Kepada kalian, tolong dengar suara mereka! (foto: CLk7)

Capture and Edit (part1)

kota Bandung dilihat dari atas Pasar Baru langit kota Bandung ini foto sepupu saya, diambil di sebuah taman landscape Masjid Kampus Unhas beserta danaunya kapal karam di Teluk Baguala Ambon lukisan karya seniman jalanan Bandung di antara pinus Telaga Situ Patengan Bandung 

Latimojong, Another Hike Story

11 September 2011 Petualangan baru dimulai. Target kali ini adalah puncak tertinggi di dataran Sulawesi. Puncak Rantemario di pegunungan Latimojong yang memiliki ketinggian 3478 mdpl. Bukan hal gampang, terutama buat saya yang sudah lama alpa dari latihan fisik. Tapi pada kenyataannya, pagi itu saya nekat tetap berangkat. Berjumlah 7 orang, kami bersesakan dengan tas carrier selama 8 jam dalam mobil yang mengantar kami menuju Enrekang. Dua orang lainnya berangkat sehari sebelumnya. kiri-kanan: nunung, hera, ria, saya, pak nas, kak ishak, parman Sore hari, kami tiba dengan selamat di rumah salah satu tim (Mori) di Desa Kalimbua setelah disuguhi pemandangan indah kabupaten Enrekang. Sejuk dan damai, suasana yang jarang didapati di kota besar seperti Makassar. Sudah diputuskan, malam ini kami akan menginap dan baru akan memulai perjalanan esok pagi. 12 September 2011 dari Gura menuju Karangan A...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Puncak Tallung

Puncak Tallung, Lembah Ramma senja ini, aku berpikir untuk kembali pada lembah-lembah jurang yang dingin dan sepi, hingga aku hanya bisa mendengar desah nafasku sendiri, tanpa usikan, tanpa gangguan, dan bumi serasa diam lalu berhenti, berhenti... untuk kurasakan sendiri indahnya

Bawakaraeng yang Pertama

saya akan naik gunung lagi! dan kali ini, ke Bawakaraeng! Ya Tuhan..saya pasti mimpi *** ~14 April 2011~ kamis sore , saya dihubungi teman saya, recca, kalau saya akan diikutkan dalam ekspedisi Bawakaraeng yang diadakan oleh Ar-Rahman feat BSMI Makassar yang akan melakukan bakti sosial keesokan harinya (15-17 April) di desa Lembanna. Ya Tuhan, saya masih tak percaya! pasalnya pada siang harinya, saya masih berangan-angan kesana ketika melihat artikel tentang Bawakaraeng di blog seseorang. dan sekarang, tawaran itu ada di depan mata. maka tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakannya. pulang kerumah, saya langsung berkemas. matras, sleeping bag, jaket, pakaian, tak lupa ransum! semuanya berjejal masuk ke dalam tas carrier coklatku. saya merasa beruntung, karena seluruh biaya akomodasi dan lainnya akan ditanggung oleh pak nasir, pimpinan Ar-Rahman. jadi, saya cukup mempersiapkan keperluan pribadi, fisik dan mental saja.  awalnya, agak ragu unt...

Cuma BLOOF yang Bisa Begini

Salam Bloofers! Saya menulis ini sebagai pemenuhan kewajiban kepada para Bloofers Makassar yang sabtu kemarin (9 April) telah berhasil ngopi2 darat (eh, harusnya tuh nge-teh darat. Soalnya apapun makanannya, hampir semua minumnya Teh Botol Sos*o, hehhe…) Sebenarnya saya bingung mau menceritakan apalagi, karena kronologis kejadiannya sudah diceritakan lengkap oleh Kak Pipi ,  Atun ,  Arman , Eka ,  Halim  dan lainnya di blog mereka masing-masing. Khusus untuk menanggapi postingan Kak Pipi dan Atun, baiklah pada akhirnya saya mengaku bahwa sayalah yang menjadi penyebab keterlambatan itu. Gomen ne! ~.~ Ringkas cerita, Saya janjian ketemu dengan Atun dan Kak Pipi. Saya terlambat, mereka terus menelepon saya. Saya jemput mereka dengan mobil biru (angkot maksudnya, haha...) dan kami menuju Mall Panakukkang. Naik bemor (becak motor) bertiga dengan kecepatan tinggi, lalu bertemulah kami dengan Guest Star yang datang jauh-jauh dari Bandung. Membeli buk...

Sedikit Lagi..Sungai Terakhir..Satu Tanjakan Lagi (Puncak Tallung)

1600 mdpl awal tahun 2011, akhirnya kami merealisasikan apa yang sudah kami rencanakan sejak lama. rencana yang beberapa kali mengalami penundaan akibat banyak hal, bukan lagi satu. rencana yang hampir lagi ditunda karena ada agenda yang bertepatan pada hari itu juga, tapi untungnya bisa ditaktisi. rencana yang sudah saya tunggu sejak lama, bahkan tertulis jelas di whiteboard pada dinding kamarku. rencana yang pada saat tulisan ini diposting sudah menjadi kenyataan. rencana itu, pendakian menuju lembah Ramma di kaki gunung Bawakaraeng. kami beranggotakan 8 orang yaitu Arif, Firman, Kak Joko, Ria, Resky, Lela, Cida dan saya sendiri. semuanya anak teknik, kecuali kak Joko. dia anak perikanan, yang sangat 'merasa' dilibatkan dalam agenda pendakian ini. semuanya juga 2005, kecuali kak Joko (lagi!) dan Lela (dia 2009). Arif sendiri menyebut kami, KOPI 8 (KOmunitas Pendaki Ikhwah 8). apapun itu, kami bangga coy ^_^ rencana awalnya kami  akan berangkat sabtu pag...