Langsung ke konten utama

Postingan

Ramadhan #1 : Puasa dan Doa

"Tiga kelompok manusia yang tidak ditolak doa mereka : orang yang sedang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang terzhalimi." [Rasulullah - HR. Tirmidzi] Lihatlah kedekatan dua ibadah ini dalam sabda Rasulullah diatas. Maka apalagi hal yang membuat kita ragu untuk berdoa, sementara sudah ada jaminan bahwa doa kita tidak akan tertolak. Adalah Umar bin Khattab ra. tidak pernah memikirkan apakah doanya dikabulkan oleh Allah atau tidak. Karena baginya ia sudah menjalankan syarat sebuah permintaan dikabulkan yaitu berdoa itu sendiri. Kata Umar bin Khattab, "Saya tidak berpikir tentang pengabulan doa. Saya hanya berpikir untuk terus berdoa." Maka mintalah apa saja dari Allah, karena doa bukan sekadar ibadah. Tapi lebih dari itu, doa adalah kebutuhan. Karena kita sebagai manusia biasa, tak mungkin hidup tanpa penopang dan tanpa Allah. Mintalah agar Allah memberkahi kehidupan kita. Mintalah agar Allah memudahkan kita meraih ridha da...

Bulan Rindu

Sebelas bulan yang lalu... Menjelang detik-detik perpisahan denganmu, mungkin agak aneh jika kusebut ini gelisah. Lalu pada suatu hari... Terkadang, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba aku teringat padamu. Saat melihat langit, saat mendengar suara-suara, saat merasakan hembusan angin, juga saat mencium bau bunga sedap malam di depan jalan . A pa Tuhan masih akan berbaik hati untuk mempertemukan kita lagi?  Baru saja... Aku mendengar suara langkah kaki di ujung jalan sana. Kaukah itu? Tunggu, ada yang ingin kutunjukkan padamu. Ini rindu yang sejak lama kusimpan pada apapun yang pernah dan akan membuatku jatuh cinta padamu, sekali lagi. Kuharap cukup untuk membuatmu bertahan menemaniku disini, setidaknya sampai bulan baru muncul lagi. *** Terima kasih telah selalu menyediakan siang terik bermiliar pahala. Terima kasih telah selalu membentangkan malam doa yang meluas angkasa. Terima kasih telah selalu menjadi bulan seribu bulan—yang membuatmu tak pernah s...

Pada Juni

pada Juni, ada bahagia yang memancar dari wajah yang menanti sepanjang tahun pada Juni, ada air mata yang mengalir di antara sujud panjang pada Juni, ada kenangan yang berlari jauh dari ingatan, semakin memburam pada Juni, ada amarah yang memerah, membiru lalu menghitam pada Juni, ada harapan  yang terselip pada rapal kata sederhana dari mereka yang istimewa pada Juni, ada rindu yang terpendam untuk sebuah tanah di bumi dan pada Juni,  tentu saja ada cinta ...yang untuk kesekian kalinya, masih milikmu!

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mu...

Dare to Hajj

saya niat mengunjungi Baitullah pada Dzulhijjah 1440H! mohon doa saudara2 sekalian :) #daretohajj [status facebook, 17 mei 2012 / 25 jumadil akhir 1433 H] *** karena ibadah harus selalu diawali dengan niat, maka saya meniatkan hal ini, mulai detik ini. karena kelak haji inilah yang akan menggenapkan 'islam' saya. karena saya merasa 'mampu', maka Allah pasti akan memudahkan langkah saya padaNya. karena bagaimanapun keadaannya, kerinduan pada tanah itu HARUS SELALU ADA. terhitung 7 tahun sejak saat ini, saya akan menjejak disana! (semoga bisa mengajak serta mama dan papa, aamiin..) labbaik allahumma labbaik labbaik 'alaa syarika laka labbaik innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

Memória

Hari ini, kudapati diriku terjebak dalam rasa melankolik. Tidak, bukan hanya hari ini sebenarnya, tapi sejak hari-hari yang lalu. Ada yang hilang, jelas. Dan kita sama sadar bahwa kesalahan masa lalu lah yang membuat keadaan menjadi seperti ini. Maafkan aku, tapi entah mengapa aku hanya ingin mengenang tentangmu saja hari ini. Seseorang yang pernah kubuat bahagia juga kecewa dalam interval waktu yang tak cukup lama. Setahuku dulu kau terlampau sering mengakrabi hidupku dalam lembar-lembar mayaku. Namun, kali ini aku tak begitu yakin kau akan membaca tulisan panjang ini. Tentu saja, ini bukanlah hal penting lagi bagimu. Walau begitu, aku tetap akan mencoba memanggil sebagian kenanganku bersamamu. Tak lagi pantas menyebutnya sebagai kenangan kita, karena bagimu kata 'kita' sudah tak bermakna apa-apa lagi. Maka biarkan aku saja yang menggali ingatanku tentangmu. Itu saja cukup, bagiku. Masih ingat pada suatu malam kau memintaku datang lalu kita duduk di...

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***