Langsung ke konten utama

Dare to Hajj



saya niat mengunjungi Baitullah pada Dzulhijjah 1440H!

mohon doa saudara2 sekalian :)



#daretohajj
[status facebook, 17 mei 2012 / 25 jumadil akhir 1433 H]

***

karena ibadah harus selalu diawali dengan niat, maka saya meniatkan hal ini, mulai detik ini.
karena kelak haji inilah yang akan menggenapkan 'islam' saya.
karena saya merasa 'mampu', maka Allah pasti akan memudahkan langkah saya padaNya.
karena bagaimanapun keadaannya, kerinduan pada tanah itu HARUS SELALU ADA.

terhitung 7 tahun sejak saat ini, saya akan menjejak disana!
(semoga bisa mengajak serta mama dan papa, aamiin..)

labbaik allahumma labbaik
labbaik 'alaa syarika laka labbaik
innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

Komentar

  1. Insya Allah.... Niat dulu.... sy Juga... Insya Allah... ^_^

    BalasHapus
  2. Niat yang utama.. insya Allah ^^

    BalasHapus
  3. insya Allah, mohon doa semuanya ^^

    kata ustadz, yg penting niat dulu (bukan sekedar mau atau ingin). kalopun umur gak kesampean, insyaallah niatnya udah sampe :D

    mari nabuuungg ^o^/

    BalasHapus
  4. Subhanallah
    terima aksih sudah menginspirasi
    saya seakan diingatkan kalau ibadah haji itu enggak mesti nunggu udah tua.
    semoga terwujud ya :)

    BalasHapus
  5. assalamualikum,
    amin moga kesampain dengan niatnya, siapa yang bersungguh-sungguh pasti dia dapat.
    kalau dah samapai ke tanah suci doakan agar bisa menyusul kesana ya(ngarepnya.... bolehkan)

    BalasHapus
  6. Amiin, siapa tahu kita ketemu di sana nanti.. hehe ^^

    BalasHapus
  7. labbaik allahumma labbaik
    labbaik 'alaa syarika laka labbaik
    innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

    `mabruk...

    BalasHapus
  8. aamiin...barang siapa yg niat pd kebaikan, maka Allah akan mudahx jalan itu baginya.

    BalasHapus
  9. labbaik allahumma labbaik
    labbaik 'alaa syarika laka labbaik
    innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

    semoga saja kita segera mendapat panggilannya

    BalasHapus
  10. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus
  11. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***