Langsung ke konten utama

Postingan

#DIYproject: Replica of D90

Beberapa hari lalu, saya iseng googling tentang kamera kertas. Ceritanya lagi pengen bikin #DIYproject gitu. Lalu terdamparlah saya di  sini . Keren! Jadi pengen bikin juga. Keesokan paginya, saya mulai sibuk nyari kardus bekas yang agak tebal. Alhamdulillah, dikasih gratis sama penjaga toko di depan kompleks. Kamera yang saya mau coba bikin replikanya adalah Nikon D90 punya teman. Bimsalabim jadi apa, prok prok prok! Alat yang dipakai untuk project ini sih standar aja: gunting, lem dan cutter. Selain itu, juga harus punya stok kesabaran dan ketelitian yang lebih, karena ada beberapa bagian yang lumayan bikin "mikir". Dan setelah mendekam dalam kamar sambil menahan lapar, akhirnya jadi juga deh. Voila! ~ Bunch of thanks, to you and Fath :)

Lapak Baca Semesta

Gimana ceritanya? Dipelopori oleh enam makhluk perempuan yang doyan baca, ditambah susah banget nyari komunitas baca di Ambon, maka muncullah ide untuk membuat Lapak Baca Semesta ini. Tapi tentu saja gak serta-merta langsung "criiing...jadi!". Kalo gak salah, sekira 2 bulan lah untuk mempersiapkan ini-itunya. Tujuannya apa? Supaya bisa menumbuhkan minat baca yang mulai hilang di kalangan anak mu. Soalnya kami lihat, minat baca di kalangan anak muda masih kurang banget. Lagian di lapak ini kita bakal baca bareng, jadi terkondisikan deh. Trus bukunya dari mana? Buku-buku di lapak ini berasal dari koleksi pribadi kami sendiri. Kebanyakan novel dan fiksi sih. Tapi ada juga buku motivasi, walaupun gak banyak. Kami juga gak menutup diri kalau misalnya ada yang mau menyumbangkan buku-bukunya untuk lapak ini. Kegiatannya kapan? Dimana? Untuk sementara, Lapak Baca Semesta cuma sekali sebulan dulu, dengan durasi sekitar 2 jam. Tempatnya di Pattimura Park. B...

Kontemplasi

Duduk, dengar, rasakan! (clk7 di Bawakaraeng) Lima hari lalu, dalam pengajian pekanan, guru ngaji saya menegaskan bahwa: "Hakikat sebuah ujian adalah sabar dan syukur. Hanya dua hal itu. Dan Allah akan menguji hambaNya selalu pada titik terlemahnya. Jika kita belum melulusinya, maka Allah akan menguji lagi, lagi, lagi, sampai kita lulus!" Tujuh hari sebelumnya, beliau bercerita tentang kisah Thalut dan ketaatan pengikutnya seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 249: "Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka." Tepat sepekan sebelumnya. "Gak semua yang kita sukai itu baik untuk kita. Pun sebaliknya. Allah lebih tahu, dan kita s...

Espérame

photo by CLk7 Teruntuk Sora, Kita memang tidak pernah tahu konspirasi semesta macam apa lagi yang sedang menanti kita di depan. Serupa kebutaanku bahwa hubungan kita akan seperti ini sejak kali pertama aku menjatuhkan pandangku untukmu. Satu dekade, dan banyak hal telah berubah. Musim berganti rupa dalam salinan yang baru, sedangkan aku masihlah lelaki pemalu yang selalu gemetar ketika harus berdiri di dekatmu. Apalagi jika harus menguraikan perasaanku padamu. Ah, aku seperti tak punya kuasa untuk itu. Tapi aku ingin jujur, dan kau boleh tertawa mendengarnya. Aku selalu menanti kapan kita akan bertemu lagi, atau sekadar menunggu pesan singkat darimu walau hanya berisi sebuah sapaan "Selamat pagi, Rei!" Hal-hal remeh, namun membuatku candu. Silakan sebut aku gombal atau apalah, namun  perasaan ini, entah sampai kapan aku akan kuat membendungnya. Kau semisal hujan yang terus merintik, sementara aku mulai rapuh kau hujam berkali-kali. Sekarang...

Jangan Gugur

Pagi terakhir di bulan kesepuluh. Bagaimana hari-harimu, Mathar? Ah, bulan yang melelahkan ya. Mari duduk sini, akan kukisahkan padamu sebuah cerita. ** Adalah Syaikh Abdullah Azzam -seorang ulama dan mujahid- pernah mengajarkan simulasi yang menghentak kesadaran murid-muridnya tentang arti mastatho'tum ,  yaitu berusaha sekuat tenaga sampai titik maksimalnya. Demi hal tersebut, beliau kemudian mengajak murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan. Mulailah Syaikh berlari diikuti murid-muridnya. Satu putaran, dua putaran, tiga putaran, semuanya masih bertahan. Putaran-putaran berikutnya beberapa mulai menyerah, meminta izin untuk istirahat. Namun Syaikh terus berlari, meski beliau pun merasakan lelah mendera tubuhnya. Setelah cukup lama, semua murid menyerah. Tidak ada lagi yang berlari, kecuali Syaikh. Ya, beliau terus berlari dalam kepayahan, hingga tiba-tiba beliau jatuh tersungkur dan pingsan. Murid-muridnya menggotong dan berusaha menyadarkan beliau. Setel...

Tentang Dhuha

Morning (photo by clk7) Hari ini memang tanggal merah. Tapi perburuan menuju surga, tak mengenal libur. Bahkan kau disuruh tetap berlari ketika yang lainnya enak menikmati dunia. Kau diperintah bekerja saat selainnya sedang santai berongkangkaki sembari menyeruput minuman nikmat di teras rumahnya. Kau juga akan tetap dianjurkan untuk terbangun, ketika orang lain lelap dalam tidur lalainya. Itu teramat susah. Tapi surga, memang tak diberikan secara gratisan. Tanggal merah koq tetap bekerja? Apakah dunia begitu melenakanmu? Belum cukupkah karunia yang Dia berikan? Apakah kau bekerja sebagai wujud syukur atas potensi yang diberikanNya? Atau sebagai perlombaan lantaran gengsi? Karena teman sekelasmu dulu sudah punya mobil? Karena teman kuliahmu dulu sudah bolak-balik tour ke luar negeri? Atau karena tetanggamu yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru berharga milyaran itu? Siang semakin menjelang. Mentari sudah mulai naik. Panasnya kian terasa. Hangat yang menghidupkan. T...

together

~I don't even need the world, as long as you're with me~ *** Ini tentang Fath dan Qin, keduanya hanya nama samaran. Qin adalah teman saya. Sedangkan Fath, saya mengenalnya dari Qin. Setahu saya, mereka berteman sudah cukup lama.  Suatu pagi selepas dhuha, Qin menumpahkan keresahan hatinya pada saya. Matanya agak berair. Saya yakin dia baru selesai menangis. Tapi tentang apa, saya tidak tahu sampai Qin menceritakannya sendiri kepada saya. "Yu, tiap selesai shalat saya selalu berdoa. Semoga Allah menguatkan hati saya diatas agama dan ketaatan padaNya. Tapi kadang saya takut Allah tidak mendengar doa saya. Bisa saja Dia, atau sebenarnya saya,  yang justru mencondongkan hati kepada selainNya, kepada makhlukNya. Saya tidak pernah mau dipalingkan." Qin terus bercerita, sambil sesekali menyeka air mata. Sampai disini, saya sebatas tahu bahwa Qin sedang takut. Itu saja. Tapi jujur saya masih belum mengerti mau dibawa kemana arah pembicaraan kam...