Maka pada suatu pagi hari
ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk
sepanjang lorong itu
Ia ingin pagi itu hujan rintik-rintik
dan lorong sepi
agar ia bisa berjalan sendiri saja
sambil menangis
dan tak ada orang bertanya kenapa
Ia tidak ingin menjerit-jerit
berteriak-teriak mengamuk
memecahkan cermin
membakar tempat tidur
Ia hanya ingin menangis lirih saja
sambil berjalan sendiri
dalam hujan rintik-rintik
di lorong sepi
pada suatu pagi
*sapardi djoko damono (1973)

sambil berjalan tunduk
sepanjang lorong itu
Ia ingin pagi itu hujan rintik-rintik
dan lorong sepi
agar ia bisa berjalan sendiri saja
sambil menangis
dan tak ada orang bertanya kenapa
Ia tidak ingin menjerit-jerit
berteriak-teriak mengamuk
memecahkan cermin
membakar tempat tidur
Ia hanya ingin menangis lirih saja
sambil berjalan sendiri
dalam hujan rintik-rintik
di lorong sepi
pada suatu pagi
*sapardi djoko damono (1973)
Komentar
Posting Komentar