Langsung ke konten utama

Dear m2d

dear m2d,
lo tau gak?
MENYENANGKAN
itu...

seperti ketika waktu kecil kita loncat2 kegirangan di atas kasur sambil nyanyi2, berasa jadi 'sherina'

seperti ketika gw tau gw bakal ke Bandung tahun lalu dan kita bisa ketemu

seperti kita ditraktir makan pizza sama mba hep, makan di papa rons sama bang idho, makan di BMK sama paman lim *makan mulu yak..*

seperti ketika kita melewati perjalanan panjang dan berliku sampe akhirnya kita berhasil menjejak di kawah putih dan situ patengan untuk pertama kalinya seumur hidup kita

seperti ketika kita 'norak' dan 'gak tau malu' poto2 di ciwalk, sementara nemenin om haris en mba hep belanja

seperti ketika kita berasa jadi backpacker sejati pas mau naik ke tangkuban perahu dengan jalan kaki *haha..bodoh!*

seperti ketika gw berhasil bikin lo kesel bin sebel lewat sms2 gw, sementara gw ketawa guling2 sambil ngebaca reply en ngebayangin ekspresi lo

seperti ketika lo ngedapetin nama buat adiknya si Zahra, tapi tidak dengan sang 'bapak', hahaha...

seperti ketika gw bisa bikin lo mupeng dengan cerita2 gw tentang pendakian gunung sama  lautan awan yang gw liat di bawah kaki gw

seperti ketika

seperti ketika

seperti ketika

ah, gw speechless...

seperti ketika akhirnya gw sadar, kalo lo tuh makhluk yang paling bisa gw andelin kalo gw lagi ada masalah

then, i realize that u're my best sister ever!


teruntuk saudariku,
MARIANA MARYAM DATIES
'ied milad
happy birthday
otanjoubi omedetoo
may Allah bless ur whole life
forever
amiin

***
nb: maap pemirsa, kalo postingan kali ini agak menyilaukan mata, berhubung doi suka banget sama warna kuning!

Komentar

  1. Amin... Moga umurnya barokah..

    wkkk, ngakak bacanya. mantap!!!

    BalasHapus
  2. amin.. turut ngucapin met milad buat miss yellow. :D

    BalasHapus
  3. ikut ngucapin juga...
    selamat ulang tahun ...

    BalasHapus
  4. hey kawan...salam kunjungan pagi ini semangat ngeblog....hey kawan...salam kunjungan pagi ini semangat ngeblog....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***