Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Surat

Espérame

photo by CLk7 Teruntuk Sora, Kita memang tidak pernah tahu konspirasi semesta macam apa lagi yang sedang menanti kita di depan. Serupa kebutaanku bahwa hubungan kita akan seperti ini sejak kali pertama aku menjatuhkan pandangku untukmu. Satu dekade, dan banyak hal telah berubah. Musim berganti rupa dalam salinan yang baru, sedangkan aku masihlah lelaki pemalu yang selalu gemetar ketika harus berdiri di dekatmu. Apalagi jika harus menguraikan perasaanku padamu. Ah, aku seperti tak punya kuasa untuk itu. Tapi aku ingin jujur, dan kau boleh tertawa mendengarnya. Aku selalu menanti kapan kita akan bertemu lagi, atau sekadar menunggu pesan singkat darimu walau hanya berisi sebuah sapaan "Selamat pagi, Rei!" Hal-hal remeh, namun membuatku candu. Silakan sebut aku gombal atau apalah, namun  perasaan ini, entah sampai kapan aku akan kuat membendungnya. Kau semisal hujan yang terus merintik, sementara aku mulai rapuh kau hujam berkali-kali. Sekarang...

Jangan Gugur

Pagi terakhir di bulan kesepuluh. Bagaimana hari-harimu, Mathar? Ah, bulan yang melelahkan ya. Mari duduk sini, akan kukisahkan padamu sebuah cerita. ** Adalah Syaikh Abdullah Azzam -seorang ulama dan mujahid- pernah mengajarkan simulasi yang menghentak kesadaran murid-muridnya tentang arti mastatho'tum ,  yaitu berusaha sekuat tenaga sampai titik maksimalnya. Demi hal tersebut, beliau kemudian mengajak murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan. Mulailah Syaikh berlari diikuti murid-muridnya. Satu putaran, dua putaran, tiga putaran, semuanya masih bertahan. Putaran-putaran berikutnya beberapa mulai menyerah, meminta izin untuk istirahat. Namun Syaikh terus berlari, meski beliau pun merasakan lelah mendera tubuhnya. Setelah cukup lama, semua murid menyerah. Tidak ada lagi yang berlari, kecuali Syaikh. Ya, beliau terus berlari dalam kepayahan, hingga tiba-tiba beliau jatuh tersungkur dan pingsan. Murid-muridnya menggotong dan berusaha menyadarkan beliau. Setel...

Untuk kamu, yang sedang menujuku

Apa kabar perjalananmu? Aku harap kamu masih kuat untuk terus berjalan. Jika kamu lelah, istirahatlah sejenak. Jangan terlalu memaksakan diri. Lepaskan ranselmu, hingga kamu siap melangkah lagi. Kelak apapun yang kamu hadapi di tengah perjalanan nanti, semoga tidak membuatmu berpikir untuk berhenti, apatah lagi memutar arah. Tetaplah berjalan. Hingga kamu sampai padaku. Dari aku, yang menjaga janji.

: untuk Perempuan Setia

Membersamai Senja (photo by clk7) Pernahkah kamu bertanya kepada orang tuamu perihal nama yang mereka sematkan atasmu sejak kamu belum mengenal apa-apa di dunia ini? Ah, silahkan kamu bilang aku aneh untuk pertanyaan itu. Namun beginilah, aku memang selalu memikirkan hal-hal remeh semacam nama, yang mungkin bagi sebagian manusia tak begitu penting. Aku, sejak mengetahui namamu, kerap menduga pribadi seperti apa yang ada dibaliknya. Dan kemarin, aku sudah menemukan jawabannya! Maaf jika ternyata tak sesuai. Namun tepat di depan mata, aku cukup yakin inilah yang orang tuamu harapkan atas anaknya. Menjadi perempuan setia. Dulu, seorang kakak sekaligus guru, pernah berpesan kepadaku: “pilihlah yang baik, dan setialah bersamanya.” Kalimat yang singkat dan sederhana bukan?! Agaknya aku merasa perlu untuk berpesan hal serupa padamu. Nanti jika kamu punya waktu untuk meresapinya, akan kamu dapati bahwa ternyata maknanya tak sesingkat dan sesederhana itu. Menjadi setia, tentu b...

Menunggu Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus rintik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan. Membawanya pergi entah ke mana, sebab laut tak pernah sanggup jadi muara buat segala. Jadilah kita tetap sendiri-sendiri -aku sendiri, kamu sendiri. Dan tak perlu lagi kita bicara janji. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Kita pernah melangkah dan berhenti dengan irama yang sama. Kita pernah menatap bulan dari sudut yang sama. Kita jua yang menjadi sebab adanya pemaknaan-pemaknaan positif tentang jarak dan keterpisahan. Kita telah mencipta banyak pembenaran-pembenaran indah, dan itu pertanda kita ragu. tapi hujan menghapus keraguan itu -sayangnya- bersama...

Menjaga, Ara

: untuk Ara Barangkali beginilah cara kerja sebuah ujian. Selalu datang dari apa-apa yang paling kita anggap berharga dalam diri, paling kita besarkan oleh hati dan dijunjung tinggi dalam hidup. Belakangan, aku baru sadar akan hal ini. Kamu pasti ingat kisah tentang Ibrahim yang dikenal dengan rasa cintanya yang besar pada keluarga dan anaknya. Lalu datanglah ujian itu, antara mengabaikan perintah Tuhan atau mengorbankan yang tercinta. Juga cerita Maryam yang tak pernah terjamah lelaki, namun diuji dengan kelahiran seorang anak dari rahimnya yang suci. Kemudian ada pula Muhammad yang dipercaya penjuru negeri tersebab kejujurannya, justru ketika membawa kebenaran dari langit, ia dituduh berdusta. Jika kamu pernah mendengar seseorang berkata "menjauh berarti menjaga", maka anggap saja dia benar. Bisa jadi kita memang harus menjaga diri dari segala yang belum waktunya  masuk dalam lingkaran hidup kita. Membiarkan semesta menjalankan titah Tuhan. Maka mari salin...

Dekat

wish you were here (photo by ary) segala hal memang selalu berubah, Sora. sekarang mungkin kau baru mengerti, mengapa dulu aku suka sekali menjabat tanganmu erat-erat dan menatap matamu lekat-lekat, mendekatkan diri padahal ruang sekitar kita tak sempit. haha...itu semua hanya trik, kawan. Agar aku bisa dekat denganmu tentu saja.  sama seperti ketika menggambar lingkaran tanpa putus, maka aku tak akan rela jika ada jarak yang menghalangiku merasakan sentuh lututmu saat kita duduk berhadapan.   tapi kini, mereka yang kau temui kemarin tak lagi ada disampingmu, Sora. aku tahu, keadaanmu sekarang pasti jauh berbeda seperti kita bersama dulu. ah..bersabarlah. bersama waktu, kau akan membuat segalanya membaik. sekarang kau boleh mendengarkan nasehatku. jika nanti kau bertemu seseorang yang baru di sana, cobalah trik yang pernah kupraktekkan padamu dulu. jabat erat tangannya, lalu tatap lekat matanya. jika kalian duduk berhadapan, dekatkan lututmu padanya. j...

Saudara itu ...

  Saudara itu dekat, saat yang lain jauh... Aku tidak pernah menyangka kita akan sedekat ini sekarang. Tidak sama sekali. Bahkan ketika awal perjumpaan kita di masjid itu. Kemudian berlanjut dimana-mana. Pinggir pantai, padang ilalang, tepian sungai, tempat makan, layar lebar, hotel mewah, rumah sederhana, tenda pleton, perahu karet, pelataran benteng. Kecuali satu yang entah kapan: puncak gunung.  Saudara itu menguatkan, saat yang lain lemah... " Bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu! " Kata-kata andalan kita. Karena kita sama tahu bahwa apapun yang pernah datang dalam kehidupan dan membuat kita jatuh, Allah hanya akan membersamai orang-orang yang sabar. Bukan orang yang putus asa, atau bahkan lari. Saudara itu mengingatkan, saat yang lain lupa... Saat itu menjelang petang. Kau mengingatkanku. Bukan hanya hari itu, tapi juga pada banyak hari sebelum dan sesudahnya.  "Untuk kalian yang pergi dengan meninggalkan ruang kosong di hati. Terima kasih. Tanpa sad...

Dare to Hajj

saya niat mengunjungi Baitullah pada Dzulhijjah 1440H! mohon doa saudara2 sekalian :) #daretohajj [status facebook, 17 mei 2012 / 25 jumadil akhir 1433 H] *** karena ibadah harus selalu diawali dengan niat, maka saya meniatkan hal ini, mulai detik ini. karena kelak haji inilah yang akan menggenapkan 'islam' saya. karena saya merasa 'mampu', maka Allah pasti akan memudahkan langkah saya padaNya. karena bagaimanapun keadaannya, kerinduan pada tanah itu HARUS SELALU ADA. terhitung 7 tahun sejak saat ini, saya akan menjejak disana! (semoga bisa mengajak serta mama dan papa, aamiin..) labbaik allahumma labbaik labbaik 'alaa syarika laka labbaik innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

Memória

Hari ini, kudapati diriku terjebak dalam rasa melankolik. Tidak, bukan hanya hari ini sebenarnya, tapi sejak hari-hari yang lalu. Ada yang hilang, jelas. Dan kita sama sadar bahwa kesalahan masa lalu lah yang membuat keadaan menjadi seperti ini. Maafkan aku, tapi entah mengapa aku hanya ingin mengenang tentangmu saja hari ini. Seseorang yang pernah kubuat bahagia juga kecewa dalam interval waktu yang tak cukup lama. Setahuku dulu kau terlampau sering mengakrabi hidupku dalam lembar-lembar mayaku. Namun, kali ini aku tak begitu yakin kau akan membaca tulisan panjang ini. Tentu saja, ini bukanlah hal penting lagi bagimu. Walau begitu, aku tetap akan mencoba memanggil sebagian kenanganku bersamamu. Tak lagi pantas menyebutnya sebagai kenangan kita, karena bagimu kata 'kita' sudah tak bermakna apa-apa lagi. Maka biarkan aku saja yang menggali ingatanku tentangmu. Itu saja cukup, bagiku. Masih ingat pada suatu malam kau memintaku datang lalu kita duduk di...

Kita yang Mencintainya

di antara gerimis malam ini akhirnya kau memutuskan untuk meninggalkannya, setelah tujuh tahun bersama. ada apa? apa kau tak lagi mencintainya? aku tahu, ada beberapa hal yang terjadi di antara kalian belakangan ini tersebab kehadiran seseorang yang 'lain'. tapi, apa harus begini akhir kisah kalian?   aku sebagai seseorang yang juga mencintainya, sebenarnya jauh lebih tidak paham tentang akar masalah ini. aku hanya orang baru, sementara kalian sudah terlalu lama bersama. dan aku yakin sebesar apapun aku mencintainya, rasamu padanya pasti jauh lebih besar dan lebih dalam. namun keputusanmu ini, masih terlampau jauh dari akalku.  tentang rasa itu pun, aku tidak bisa pungkiri. selama empat tahun terakhir, setiap hari kudapati diriku semakin mencintainya. maka akan menjadi lebih sulit dibayangkan, seberapa dalam rasa yang kau miliki terhadapnya? di waktu yang dulu kau pernah berkata, 'orang yang cinta akan menjaga'. aku pun bertanya-tanya, beginikah bentuk penjagaa...

Idenburg dan Kawanannya

Gramedia, 8 Desember 2011 Hai Rei, apa kabarmu?  Kau tahu, aku baru saja membaca buku yang penuh gambar dan aku yakin kau pasti akan menyukainya.  Pernah dengar tentang Mahitala, Idenburg, Fairy Tale dan kawanannya? Ya Tuhan, kau takkan percaya. Air mataku hampir saja menetes diatas lembaran buku itu!  Aku melihat mereka, Rei. Tapi sayang, aku hanya bisa mencoba merasakan kebersamaan dengan mereka lewat sentuhan tanganku pada lembar bergambar itu.  Lalu tiba-tiba muncul rasa rinduku yang teramat sangat pada mereka. Perasaan membuncah, tak terbendung. Ya, aku merindukan mereka!  Entah kapan, tapi suatu saat aku yakin akan bisa menemui mereka. Aku tak sabar menunggu waktu itu, Rei. Oh ya, tentu saja aku akan mengenalkanmu pada mereka. Jangan kuatir. Nanti aku akan menunjukkan foto mereka padamu.  Sudah ya, aku sedang di toko buku sekarang. Ingin melihat gambar mereka lagi.

Bertemu Perpisahan

(gambar dari  sini ) hidup ini (memang) tentang pertemuan dan perpisahan. maka suatu kali tak perlu lagi ada tanya,mengapa harus berpisah. karena semua sudah jelas, berpisah hanya konsekuensi dari sebuah pertemuan.  pun ketika pada akhirnya kau dan aku harus berpisah,hal itu sudah bisa diramalkan sejak kali pertama mata kita bertemu dan tangan kita berjabat.maka anggap saja pertemuan kita ibarat irisan antara himpunan hidupku dan hidupmu. yang berarti kau dan aku akan memiliki sebagian kenangan yang sama dalam hidup kita. menarik bukan?  lalu tentang perpisahan esok hari, kau tak perlu kuatir. hal itu tentunya tak akan menjadi sesuatu yang kusesali. karena mengenalmu adalah salah satu episode terbaik dalam kisah hidupku. #untukmu, L

Sora! Sora! Sora!

Aku sakit! Tidakkah kau rasakan deritaku, Sora? Tolong, jangan buat aku merana seperti ini. Kau tahu, dirimu sungguh sulit kuraih. Terlalu tinggi, seperti langit itu, seperti namamu. Hanya Tuhan yang mengerti, sekeras apa usahaku untuk menggapaimu. Namun lagi-lagi aku harus puas hanya dengan menjadi pengejar ujung-ujung langit. Tak apa. Setidaknya, itu sudah bisa membuatku merasa dekat denganmu, Sora. Ah sudahlah, cukup jawab saja pertanyaanku. Tak pernahkah kau merindukanku walau sedikit? Aku? Sangat! -Rei-

Sepotong Hati untuk Rei

 Rei… Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Pasti sakit, ketika harus mengakhiri sesuatu yang belum pernah dimulai sama sekali. Kira-kira begitu juga yang kurasakan saat ini,walau mungkin tak sedalam dirimu. Ini tentang sepotong hati yang pernah (akan) kutitipkan padamu dan baru saja kau kembalikan sejam yang lalu. Ya, akhirnya kau memutuskan untuk mengembalikannya segera, sebelum sepotong hati itu tergores atau retak lalu patah. Awalnya, aku agak bingung dengan sikapmu itu. Ada apa sebenarnya? Apa salahnya menitipkan sesuatu pada orang yang kita percaya? Lalu, kau pun menjawabnya dengan sangat bijaksana. Karena kau menyayangiku, katamu. Untuk itu kuucapkan terima kasih padamu, Rei.  Seandainya saja sepotong hati itu jadi kutitipkan padamu, mungkin aku akan sangat kecewa ketika suatu hari kau mengembalikannya tak utuh lagi atau bahkan mungkin menghempaskannya hingga hancur berkeping-keping. Lalu orang-orang yang melihatnya hanya m...

Malam

 mari kita bicara tentang malam, juga sertakan kedamaian dalam cerita kita tentang kelam, pekat dan senyap, yang menyeruak masuk, memenuhi ruang hati kita yang penuh sesak, sesak oleh lara dan asa yang mungkin tak sesuai cita, dan mulai sirna... masuk menghimpit rongga dada, lalu mengisi tiap porinya dengan CINTA ya! ini tentang malam yang kita cintai bersama saat kita kembali ke pangkuan bintang, meluapkan semua rasa kita disini, tempat kita bertemu untuk pertama kalinya -teruntuk sahabat malamku-

Sahabat, Saudara dan Kawan

ada seorang sahabat. pribadi yang sangat baik, peduli terhadap kondisi di sekitarnya, dan berjiwa penolong. seperti abu bakr, dia paham betul arti sebuah persahabatan. hingga dia akan melakukan apapun untuk menjaganya, meski harus mengorbankan diri sendiri. lalu pada suatu ketika kami pernah berpikir, siapa perempuan beruntung yang akan bersanding dengan sahabat kami ini? ada seorang saudara. dia sosok yang mencintai alam dan menyayangi keluarga. sikap pemalunya mengingatkan kami pada 'utsman bin 'affan. satu lagi, dia mengerti bagaimana menghargai wanita. hingga suatu ketika kami bertanya dalam hati, wanita seperti apa yang telah Allah siapkan untuk saudara kami ini? ada seorang kawan. darinya kami belajar bagaimana seharusnya menjaga diri dan hati. walau agak tertutup dan sering berselisih paham, kami yakin bahwa kawan kami ini hanya menginginkan yang terbaik bagi kami. terkadang, sikap tegasnya seperti sahabat 'umar bin khattab. kemudian suatu saat kami pernah be...

Dalam Diamku

hari ini, tepat satu minggu. ketika kau mengeluhkan kesedihan dan perasaanmu padaku. ketika pada kenyataannya aku pun bersedih, atas apa yang terjadi padamu, juga padaku. tapi ini, sudah satu minggu berlalu. kelabu yang menggantung di langit pikiranmu, masih adakah kawan?  aku merindukan saat-saat kebersamaan kita. kala kita duduk satu meja, mendengar ceritamu atau sekedar bertemu pandang saja. dengan begitu, masing-masing diri kita sudah cukup lega, walau tak ada satu kata pun yang keluar lewat lisan kita. kau tahu, aku selalu mengerti bahasa tatapanmu. saat suatu malam kau mengajakku ke pinggir pantai, lalu berkisah tentang hari yang kau lalui. seperti biasanya, aku lebih suka mendengar. sama seperti butiran pasir yang kita duduki, angin malam yang menemani, juga bintang yang menatap kita. dan kau tahu, walau gelap aku masih bisa melihat jelas gurat bahagia di wajahmu saat itu. atau ketika kita berada di ketinggian dan alam ini terlalu mempesonamu, kau masi...

Soul Sister

Tlg marahi sy Knp dirimu? Sy nakal, tdk bisa dibilangin Mmg si blkgan in tlihat spti it. Tw tdk, blkgan in dkat dgnmu aneh rasanya. Bkn yg biasa kukenali. Kdg sy miqr sndiri ap yg sbnrx tjadi smp sering terasa resah kl mengingatmu. Ato mgkn sy yg lg lemah, sy tdk tw. Tdk ad gunanya sy cr ksalahan drmu, bs jd sy lbh buruk dr yg tlihat. Apapun yg tjadi, cm 1 yg tdk bs berubah. Aku tp syg kamu. Mgkn slh satu caraNya menegurku, lwt dirimu. Entah krn sy pux salah pdmu ato krn ad sswt yg tjadi pdmu, sy srg khwtir kl ingt km..jdx susah fokus n sering mnerawang sndiri. Apaku yg beda? Scr spesifik, sy tdk tw jg ap yg beda. Mgkn cm rsx yg beda. Ato ap sy tdk tw pasti..apkh kw yg sdg longgar ato sy yg sdg turun? apkh kw yg lg senang menikmati sswt ato sy yg sdg tsibukkn dgn sswt yg tdk jls? ato kw sdg bahagia sedang sy tdk bahagia? tmbh bingung sy,  bicarapun jd aneh..sbnrx ad ap dgnmu? Mgkn bnr. Sy sdg longgar, sy lg senang menikmati sswt, sy dg bahagia. Tp ...

Dear m2d

dear m2d, lo tau gak? MENYENANGKAN itu... seperti ketika waktu kecil kita loncat2 kegirangan di atas kasur sambil nyanyi2, berasa jadi 'sherina' seperti ketika gw tau gw bakal ke Bandung tahun lalu dan kita bisa ketemu seperti kita ditraktir makan pizza sama mba hep, makan di papa rons sama bang idho, makan di BMK sama paman lim *makan mulu yak..* seperti ketika kita melewati perjalanan panjang dan berliku sampe akhirnya kita berhasil menjejak di kawah putih dan situ patengan untuk pertama kalinya seumur hidup kita seperti ketika kita 'norak' dan 'gak tau malu' poto2 di ciwalk, sementara nemenin om haris en mba hep belanja seperti ketika kita berasa jadi backpacker sejati pas mau naik ke tangkuban perahu dengan jalan kaki *haha..bodoh!* seperti ketika gw berhasil bikin lo kesel bin sebel lewat sms2 gw, sementara gw ketawa guling2 sambil ngebaca reply en ngebayangin ekspresi lo seperti ketika lo ngedapeti n nama buat...