Langsung ke konten utama

Statusmu, Harimaumu

rabu malam, ada sms yang masuk. saya lihat, dari seorang kakak. tumben, pikirku. lalu saya baca pesan singkat darinya itu.
aslm. saya liat statusta' di fb. lagi ada masalah ya?
hmm, saya mencoba mengingat-ingat, apa yang terakhir kali yang 'share' di halaman putih-biru itu sekitar 4 jam sebelumnya. tidak lama, masuk lagi sms-nya.
ada statusta' : damn! damn! damn! i hate you..
hoo..iya, saya ingat. hmm, lalu apa masalahnya? apa karena penggunaan kata yang 'kurang pantas' itu? dan sms berikutnya serasa menjawab tanya saya yang tak tersampaikan.
saya rasa tidak pantas saja. tidak selamanya apa yang kita rasakan harus kita ungkapkan. bukankah kita sudah tahu ada sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga hanya karena setiap sebelum tidur dia memaafkan semua kesalahan saudara2nya di hari itu. cuma mengingatkan saja ukhti :)
jlebb...kena deh! dapat taujih malam2 cuma karena menulis 6 kata yang 'sebenarnya' sebuah lirik lagu. tapi memang sih, saya akui kalau kalimat itu 'agak' mewakili perasaan saya. hehe...tak apalah, kadang diri ini memang perlu diingatkan seperti itu. sesegera mungkin, saya remove status itu dari wall saya, sebelum taujih yang lainnya berdatangan.

makasih ya kak. lain kali saya akan berpikir baik-baik sebelum menulis sesuatu di 'buku wajah' itu.  

Komentar

  1. Tiap kali masuk wall FB 'kan kita ditodong tentang apa yg kita pikirkan saat itu, jadilah apapun .. sekeluarnya .. setengah ga sadar ya bila biasa langsung maen tulis aja .. he he

    BalasHapus
  2. aku jugak pernah kayak gitu. ada seorang teman (atau beberapa, aku gak tau pasti) yang sedikit merasa tersinggung dengan update statusku d fb.
    cuma aku sih gak terlalu ambil pusing. toh memang maksudnya gak nyindir siapa-siapa. mungkin sama juga dengan update statusmu di atas itu.

    kalau misalnya ada orang yang menilai kita 'baik' atau 'gak baik' hanya dari update status di fesbuk,. hmm,.. picik skali yaa..
    karena stuju juga dengan komen dari Mbak Ani, terkadang update status itu sifatnya sekenanya, sekeluarnya .. setengah ga sadar ya bila biasa langsung maen tulis aja .. :)

    BalasHapus
  3. beberapa waktu lallu sya malah berharap fb ditutup, bahkan semngat 45 pas dengar rumor yg tgl 15 maret fb bakal dihapus. :D

    yah, fb seakan2 dah jadi infotainment. setiap orang menjadi reporter untuk dirinya sendiri. bak siaran langsung, dan seluruh dunia pun menanggapi. :D

    BalasHapus
  4. hahahah...saya tau cerita ini :)

    BalasHapus
  5. kepada Tak Berminat Tak Berbakat:
    muhaha...knp dirimu bs tau de'?hmm, curiga -.-"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***