Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Taujih

Kontemplasi

Duduk, dengar, rasakan! (clk7 di Bawakaraeng) Lima hari lalu, dalam pengajian pekanan, guru ngaji saya menegaskan bahwa: "Hakikat sebuah ujian adalah sabar dan syukur. Hanya dua hal itu. Dan Allah akan menguji hambaNya selalu pada titik terlemahnya. Jika kita belum melulusinya, maka Allah akan menguji lagi, lagi, lagi, sampai kita lulus!" Tujuh hari sebelumnya, beliau bercerita tentang kisah Thalut dan ketaatan pengikutnya seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 249: "Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka." Tepat sepekan sebelumnya. "Gak semua yang kita sukai itu baik untuk kita. Pun sebaliknya. Allah lebih tahu, dan kita s...

Jangan Gugur

Pagi terakhir di bulan kesepuluh. Bagaimana hari-harimu, Mathar? Ah, bulan yang melelahkan ya. Mari duduk sini, akan kukisahkan padamu sebuah cerita. ** Adalah Syaikh Abdullah Azzam -seorang ulama dan mujahid- pernah mengajarkan simulasi yang menghentak kesadaran murid-muridnya tentang arti mastatho'tum ,  yaitu berusaha sekuat tenaga sampai titik maksimalnya. Demi hal tersebut, beliau kemudian mengajak murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan. Mulailah Syaikh berlari diikuti murid-muridnya. Satu putaran, dua putaran, tiga putaran, semuanya masih bertahan. Putaran-putaran berikutnya beberapa mulai menyerah, meminta izin untuk istirahat. Namun Syaikh terus berlari, meski beliau pun merasakan lelah mendera tubuhnya. Setelah cukup lama, semua murid menyerah. Tidak ada lagi yang berlari, kecuali Syaikh. Ya, beliau terus berlari dalam kepayahan, hingga tiba-tiba beliau jatuh tersungkur dan pingsan. Murid-muridnya menggotong dan berusaha menyadarkan beliau. Setel...

Tentang Dhuha

Morning (photo by clk7) Hari ini memang tanggal merah. Tapi perburuan menuju surga, tak mengenal libur. Bahkan kau disuruh tetap berlari ketika yang lainnya enak menikmati dunia. Kau diperintah bekerja saat selainnya sedang santai berongkangkaki sembari menyeruput minuman nikmat di teras rumahnya. Kau juga akan tetap dianjurkan untuk terbangun, ketika orang lain lelap dalam tidur lalainya. Itu teramat susah. Tapi surga, memang tak diberikan secara gratisan. Tanggal merah koq tetap bekerja? Apakah dunia begitu melenakanmu? Belum cukupkah karunia yang Dia berikan? Apakah kau bekerja sebagai wujud syukur atas potensi yang diberikanNya? Atau sebagai perlombaan lantaran gengsi? Karena teman sekelasmu dulu sudah punya mobil? Karena teman kuliahmu dulu sudah bolak-balik tour ke luar negeri? Atau karena tetanggamu yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru berharga milyaran itu? Siang semakin menjelang. Mentari sudah mulai naik. Panasnya kian terasa. Hangat yang menghidupkan. T...

Jangan Meninggalkan Amal

Jangan meninggalkan amal karena takut tidak ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripada tidak beramal sama sekali. Jangan meninggalkan dzikir karena ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari dzikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berdzikir. Jangan meninggalkan tilawah karena tak tahu maknanya. Ketidaktahuan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firmanNya. Jangan meninggalkan dakwah karena kecewa. Kesabaran kita bersama orang-orang shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang-orang yang tidak shalih. Jangan meninggalkan amanah karena berat. Beratnya amanah yang kita emban, in syaa Allah sebanding dengan beratnya timbangan amal yang akan kita dapatkan. Jangan meninggalkan medan juang karena terluka. Kematian di medan juang lebih baik daripada hidup dalam keterlenaan. Jangan meninggalkan kesantunan karena lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simp...

Ada apa dengan hatimu, wahai sahabat Anshar?

"Sepertinya Rasulullah SAW sudah kembali menemukan kaumnya..." Ini cerita tentang suasana jiwa, sebuah situasi perasaan yang sedang dilanda ujian cinta dan harta pada sebagian sahabat senior, yaitu sahabat anshar di akhir episode perang Hunain & bani hawazin tahun 8 Hijriah. Tidak ada ghanimah yang tersisa disisi Rasulullah SAW kecuali semuanya habis dibagikan kepada hampir 2000 para muallaf dari penduduk Makkah yang ikut dalam perang tersebut, yang usia keislamannya baru seumur jagung. 240.000 ekor unta dibagikan kepada mereka semuanya, bahkan Abu sufyan mendapatkan 100 unta,dan ketika dia meminta jatah juga untuk anaknya muawiyyah, maka Nabipun memberikan 100 unta . Semuanya berebut, Sampai-sampai mereka mengerumuni Nabi dan beliau terdesak sampai menyandar diuntanya, dan beliau mengucapkan tidak akan ada yang aku sisakan kecuali akan kuberikan kepada kalian semua. Mulailah 'penyakit hati' itu datang, pelan, cepat dan berhembus sa...

Ramadhan #1 : Puasa dan Doa

"Tiga kelompok manusia yang tidak ditolak doa mereka : orang yang sedang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang terzhalimi." [Rasulullah - HR. Tirmidzi] Lihatlah kedekatan dua ibadah ini dalam sabda Rasulullah diatas. Maka apalagi hal yang membuat kita ragu untuk berdoa, sementara sudah ada jaminan bahwa doa kita tidak akan tertolak. Adalah Umar bin Khattab ra. tidak pernah memikirkan apakah doanya dikabulkan oleh Allah atau tidak. Karena baginya ia sudah menjalankan syarat sebuah permintaan dikabulkan yaitu berdoa itu sendiri. Kata Umar bin Khattab, "Saya tidak berpikir tentang pengabulan doa. Saya hanya berpikir untuk terus berdoa." Maka mintalah apa saja dari Allah, karena doa bukan sekadar ibadah. Tapi lebih dari itu, doa adalah kebutuhan. Karena kita sebagai manusia biasa, tak mungkin hidup tanpa penopang dan tanpa Allah. Mintalah agar Allah memberkahi kehidupan kita. Mintalah agar Allah memudahkan kita meraih ridha da...

Menjaga, Lebih Utama

Karena zina seringkali datang dari cinta, dan cinta selalu membuat kita iba, dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintaiNya. #Imam Syafi'i Ketika datang ujian perasaan, hati, cinta, dan kedekatan dengan lawan jenis, maka pilihannya adalah menjaga, menjaga, dan menjaga. Karena ada tanggung jawab pada setiap perasaan yang menyelinap dalam hatimu. Kamu lebih berhak memilih tentang pilihan yang ada padamu. Namun ingatlah bahwa menjaga jauh lebih utama. #Aditya Menurutku, lebih baik menjaga saja ^__^ #CLk7

Hak yang Terlupakan

dalam hidup, kadang kita lupa bahwa pada diri kita ada hak orang lain yang terdapat di dalamnya. terlebih lagi jika kita adalah seorang muslim, maka tentu saja ada hak saudara kita yang wajib kita penuhi. apa saja hak-hak mereka yang kadang terlupakan itu? dari Abu Hurairah Radhiyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda:  " Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia mengundang/memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberimu rahmat); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya) ". [HR. Muslim] 1.  bila engkau berjumpa dengannya, ucapkanlah salam tak ada salam yang lebih baik dan lebih indah selain " assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ".  didalamnya terdapat doa yang akan menumbuhkan kecintaan....

Lillah..Fillah

tentang niat yang kadang ternodai, tentang pemahaman yang masih tak sempurna, tentang keikhlasan yang  selalu   dipertanyakan, tentang kesungguhan yang dianggap tak sungguh-sungguh, tentang kemantapan hati yang terbolak-balikkan, tentang komitmen yang kurang mengakar, tentang capaian yang mungkin tak maksimal, tentang kepercayaan yang merasa dikhianati, tentang kerja-kerja yang dipandang sebelah mata, tentang prasangka yang muncul di kepala-kepala mereka, tentang fitnah dan caci maki yang diterima, tentang apapun itu, tetaplah bekerja, berbuat yang terbaik, dan selalu yakinkan diri, semoga hanya Allah yang benar-benar menjadi tujuan kita "bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.." [QS. At-Taubah : 105]

Kita dalam Prasangka Mereka

kita hidup di antara sanjung dan puja manusia. membuat kita hilang hati dengan segala prasangka baik tentang diri. hingga terkadang lupa bahwa kita masih jauh dari batas sempurna, walau kita paham betul limit itu tentu takkan pernah bisa kita capai. suatu waktu, mungkin pernah terpikir bagaimana jika prasangka mereka tidak jauh lebih baik daripada kenyataannya? bukankah itu dirasa sebagai kebohongan, walaupun kita tak pernah bermaksud melakukannya. lalu jika pada akhirnya mereka tahu, akankah mereka tetap mau membersamai kita? ketakutan-ketakutan itu pasti pernah melintas dalam ruang pikir kita.  dan manusia, sejatinya akan meniru rembulan. hanya menampakkan sisinya yang bercahaya, sementara menyembunyikan sisi gelapnya.  maka mari kita jaga prasangka baik mereka, dengan melakukan yang terbaik seraya berdo'a seperti yang diajarkan salah seorang sahabat Rasulullah: Ya ALLAH, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka dan ampuni aku atas aib-a...

Setengah Sabar, Setengah Syukur

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorang pun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya .” (HR. Muslim no. 7425) Well, harusnya beginilah sikap seorang mukmin dalam menjalani kehidupannya. Bersyukur ketika lapang, bersabar ketika sempit. Bersyukur kala suka, bersabar kala duka. Bersyukur saat diberi nikmat, bersabar saat ditimpa mudharat. Melakukan keduanya, sama-sama gak ada ruginya. Coz masing-masing punya ganjaran yang berbeda. Kalau bersyukur, kenikmatan kita bakalan ditambah. Sementara kalau kita bersabar, itu bisa menjadi penghapus kesalahan-kesalahan kita. Subhanallah yah…. ^_^

Gak semua yang lo denger itu bener

gambar dapet dari sini chatroom #1 "jangki cemberut pagi2, nanti kurangki manista'." chatroom #2 "seringta' begadang. kasi resep dulu buat kk." chatroom #3 "kalau sendirian, nanti saya temaniki bicara." nb: dibaca dengan dialek Makassar *** ketiga kalimat itu keluar dari mulut orang yang berbeda. yah, mereka memang tidak bicara langsung, tapi itulah yang mereka tuliskan di chatscreen. dan saya rasa itu merupakan ungkapan dari apa yang sebenarnya ingin mereka katakan. mereka, para lelaki itu. hmm...bukannya saya GR alias gede rasa karena dibilang manis, atau dianggap adik, atau juga ada orang yang berbaik hati akan menemani saya bicara dalam sebuah perjalanan yang masih kami rencanakan. sungguh, bukan karena maksud itu saya menulis postingan kali ini. tapi postingan ini memang untuk kita, perempuan. oke, kalian mungkin pernah mendapati hal serupa atau bahkan lebih dari itu. tap...

Statusmu, Harimaumu

rabu malam, ada sms yang masuk. saya lihat, dari seorang kakak. tumben, pikirku. lalu saya baca pesan singkat darinya itu. aslm. saya liat statusta' di fb. lagi ada masalah ya? hmm, saya mencoba mengingat-ingat, apa yang terakhir kali yang 'share' di halaman putih-biru itu sekitar 4 jam sebelumnya. tidak lama, masuk lagi sms-nya. ada statusta' : damn! damn! damn! i hate you.. hoo..iya, saya ingat. hmm, lalu apa masalahnya? apa karena penggunaan kata yang 'kurang pantas' itu? dan sms berikutnya serasa menjawab tanya saya yang tak tersampaikan. saya rasa tidak pantas saja. tidak selamanya apa yang kita rasakan harus kita ungkapkan. bukankah kita sudah tahu ada sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga hanya karena setiap sebelum tidur dia memaafkan semua kesalahan saudara2nya di hari itu. cuma mengingatkan saja ukhti :) jlebb...kena deh! dapat taujih malam2 cuma karena menulis 6 kata yang 'sebenarnya' sebuah lirik lagu. tapi memang sih, saya...

Inspiring Autumn

beberapa malam ini, ketika saya blogwalking ke beberapa tetangga, kembali saya ditakjubkan oleh keindahan musim gugur. ah, saya suka sekali musim gugur. negara saya memang mempunyai 4 musim, tapi musim gugur bukan salah satu diantaranya. empat musim itu adalah hujan, kemarau, banjir dan kekeringan . tak ada autumn, spring, summer apalagi winter. walaupun begitu, saya tetap suka musim gugur dan selalu berkhayal kalau saja di Indonesia ada musim gugur. musim gugur, selalu khas dengan warna coklat jingga, warna kering, warna tua. jelek sebenarnya, tapi bagi saya tetap bagus. angan-angan saya terbang melintasi negara ini. membayangkan diri saya sedang berjalan di antara deretan pohon maple yang sedang menggugurkan daunnya. lalu saya duduk di bangku kayu panjang ditemani angin semilir yang membuat daun-daun gugur itu bergemerisik ribut di bawah kaki saya. walau tak nyata, tapi saya bisa merasakannya. nyatanya, dari daun-daun coklat itu saya belajar sesuatu. bahwa diri k...

Ada Makna di Balik Kata

postingan kali ini, saya cuma mau berbagi isi inbox hape yang mulai penuh dengan sms taujih dari teman, sepanjang 2010 kemarin..banyak bangeeet, ratusan!! yang ada disini, cuma sebagiannya. yah, semoga ada manfaatnya ^_^ *** "ada ribuan alasan untuk berhenti, tapi cukup satu alasan untuk melanjutkan..ada ribuan alasan untuk keluar, tapi cukup satu alasan untuk tetap tinggal..ada ribuan alasan untuk berpisah, tapi cukup satu alasan untuk tetap bersama..ada ribuan alasan untuk kecewa, tapi cukup satu alasan untuk memaklumi..ada ribuan alasan untuk marah, tapi cukup satu alasan untuk memaafkan..ada ribuan alasan untuk surut ke belakang, tapi cukup satu alasan untuk bersabar, untuk bertahan..dan semoga satu alasan itu, tujuanm niat, tekad dan ukhuwah kami dijalan ini adalah karena kecintaan kami padaMu ya ALLAH" [resky] "jika kau merasa besar, periksa hatimu, mungkin ia sedang bengkak. jika kau merasa suci, periksa jiwamu, mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani...

Yang Menggetarkan dan Selalu Terkenang

Masih kuingat jelas, hari ketika hujan deras membasahi bumi-Mu dan dinginnya angin memeluk malam itu hingga tanah mencair dalam beku. Butirannya membasahi tubuh dan mendinginkan kelu, ia bukan hanya menggetarkan tapi juga membuat siapa pun yang beradu dengannya akan merasa kalah karena tak berdaya. Di malam itu aku belajar, bahwa BELUMLAH APA-APA yang sudah kulakukan. BELUMLAH SEBERAPA, langkah yang terlanjur kutapaki. Engkau memberiku satu titik kontemplasi yang maha dahsyat, menyengat, sampai-sampai aku tertatih-tatih di bawah pohon-pohon yang rindangnya mulai habis setelah musim gugur mulai berdatangan. Di masa itu, aku BELAJAR, banyak sekali BELAJAR. Tentang yang namanya IDEALISME, tentang IKHLAS, tentang HARAPAN, juga tentang DO’A-DO’A panjang yang sering lalai untuk kuucapkan. Di masa itu kutanamkan dalam jiwa, bahwa masih banyak PR yang harus terselesaikan, masih banyak cerita yang belum sempat kusempurnakan dan kuakhiri dengan indah. Di masa itu, Engkau bukan hanya member...

Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

"...zinanya mata adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, zinanya lidah adalah bicara..." [Rasulullah, diriwayatkan oleh Bukhari] beware!! semua indra berpotensi melakukan maksiat dan maksiat dapat terjadi bukan cuma karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan so, blokade si 'maksiat' agar tidak masuk dan menguasai hati, pikiran, kaki, tangan, mata, telinga, mulut dan indra lainnya!!

Samiri dan Patung Anak Lembu

Dalam Alquran, diceritakan bahwa setelah Nabi Musa AS bersama umatnya (Bani Israil) keluar dari Mesir dengan menyeberangi Laut Merah dari kejaran Firaun, Nabi Musa kemudian pergi ke sebuah bukit untuk bertemu dengan Allah SWT. Umatnya yang ditinggalkan bersama dengan Nabi Harun AS lantas merasa kepergian Musa terlalu lama. Karena itu, mereka kemudian meminta Nabi Harun AS untuk membuat sesuatu sebagai sesembahan mereka. Nabi Harun AS menolak permintaan Bani Israil ini. Namun, Nabi Harun tak kuasa melawan desakan kaumnya yang terus memaksakan diri untuk membuat sebuah patung sebagai sesembahan. Hingga akhirnya, melalui sebuah pengkhianatan salah seorang pengikutnya, yaitu Samiri, Bani Israil berhasil membuat sebuah patung berupa anak lembu (sapi). Patung anak lembu itu terbuat dari emas. Ketika keluar dari Mesir, banyak kaum Bani Israil yang membawa perhiasan mereka. Perhiasan-perhiasan itu kemudian dibakar hingga meleleh, lalu oleh Samiri dibuat patung ana...

Kalau Ingin Perubahan, Tegakkanlah Malam dan Bangunlah Lebih Awal

Seharusnyalah, tidak ada yang begitu mengenaskan bagi kita -aktivis dakwah- kecuali kalau kita dalam tidak sempat menegakkan malam (qiyamullail) dan mengisi awal pagi dengan kegiatan yang membawa perubahan. *** KAMMI adalah pembawa obor perubahan. Malam itu, tengah tahun 2001, KAMMI mengadakan muhasabah dan qiyamullail. Beratus orang -ikhwan dan akhwat- hadir, diam, menangis dan khusyu'. Ya, ruh kami berkata bahwa reformasi Indonesia harus kami selamatkan. Indonesia berantakan dan fatwa telah jelas tersampaikan. Strategi pun terancang, semuanya terkomunikasikan. Siang besoknya itu, sang presiden akan datang dan mengunjungi kampus kami. Kami tahu dia akan berbicara omong kosong, sementara ia enggan bertanggung jawab. Maka kami melawan, kami enggan ia datang. Pagi itu kami bergerak, berbondong dan berduyun, menutup lima jalan masuk ke kampus. Kami tak tahu dari mana ia masuk. Sebagian barisan kami tebal dua tiga lapis, sebagian barisan kami cuma satu baris memanjang, tapi kam...

Namamu, Sang Rasul

dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebutNya dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah bahkan Allah menetapkan; kau terkisah untuk menguatkan jiwa hati dan rasa seorang Nabi penutup masa ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh “bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku.. dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh” ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa punggawanya setia, lagi taat buta mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati dan kau.. kau terhutang budi masa kecil padanya dan tahukah kau ...