Morning (photo by clk7) Hari ini memang tanggal merah. Tapi perburuan menuju surga, tak mengenal libur. Bahkan kau disuruh tetap berlari ketika yang lainnya enak menikmati dunia. Kau diperintah bekerja saat selainnya sedang santai berongkangkaki sembari menyeruput minuman nikmat di teras rumahnya. Kau juga akan tetap dianjurkan untuk terbangun, ketika orang lain lelap dalam tidur lalainya. Itu teramat susah. Tapi surga, memang tak diberikan secara gratisan. Tanggal merah koq tetap bekerja? Apakah dunia begitu melenakanmu? Belum cukupkah karunia yang Dia berikan? Apakah kau bekerja sebagai wujud syukur atas potensi yang diberikanNya? Atau sebagai perlombaan lantaran gengsi? Karena teman sekelasmu dulu sudah punya mobil? Karena teman kuliahmu dulu sudah bolak-balik tour ke luar negeri? Atau karena tetanggamu yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru berharga milyaran itu? Siang semakin menjelang. Mentari sudah mulai naik. Panasnya kian terasa. Hangat yang menghidupkan. T...
karena diri kita adalah kumpulan episode, maka rekam tiap episode hidupmu dalam tulisan