Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Copas

Tentang Dhuha

Morning (photo by clk7) Hari ini memang tanggal merah. Tapi perburuan menuju surga, tak mengenal libur. Bahkan kau disuruh tetap berlari ketika yang lainnya enak menikmati dunia. Kau diperintah bekerja saat selainnya sedang santai berongkangkaki sembari menyeruput minuman nikmat di teras rumahnya. Kau juga akan tetap dianjurkan untuk terbangun, ketika orang lain lelap dalam tidur lalainya. Itu teramat susah. Tapi surga, memang tak diberikan secara gratisan. Tanggal merah koq tetap bekerja? Apakah dunia begitu melenakanmu? Belum cukupkah karunia yang Dia berikan? Apakah kau bekerja sebagai wujud syukur atas potensi yang diberikanNya? Atau sebagai perlombaan lantaran gengsi? Karena teman sekelasmu dulu sudah punya mobil? Karena teman kuliahmu dulu sudah bolak-balik tour ke luar negeri? Atau karena tetanggamu yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru berharga milyaran itu? Siang semakin menjelang. Mentari sudah mulai naik. Panasnya kian terasa. Hangat yang menghidupkan. T...

Menunggu Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus rintik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan. Membawanya pergi entah ke mana, sebab laut tak pernah sanggup jadi muara buat segala. Jadilah kita tetap sendiri-sendiri -aku sendiri, kamu sendiri. Dan tak perlu lagi kita bicara janji. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Kita pernah melangkah dan berhenti dengan irama yang sama. Kita pernah menatap bulan dari sudut yang sama. Kita jua yang menjadi sebab adanya pemaknaan-pemaknaan positif tentang jarak dan keterpisahan. Kita telah mencipta banyak pembenaran-pembenaran indah, dan itu pertanda kita ragu. tapi hujan menghapus keraguan itu -sayangnya- bersama...

Perahu Kertas

Alivya, Pertama-tama lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian sama besar secara horizontal. Kau akan menemukan makna bahwa segala sesuatu pada mulanya selalu merupakan persinggungan dari dua hal, dua peristiwa, dua kekuatan, dua orang yang bertemu atau dipertemukan. Kita tak akan pernah menemukan arti kebahagiaan tanpa terlebih dahulu bersinggungan dengan rasa sakit-rasa perih. Seperti kita maklumi, Adam akan kesepian tanpa Hawa, dan kisah hidup manusia tak mungkin dimulai, Alivya. Barangkali waktu jadi beku dan semesta hanyalah ruang hampa yang tak memiliki apa-apa; Hidup tak mencipta gerak, gerak tak menyusun peristiwa, dan peristiwa tak pernah membentangkan kisah macam apapun. Maka, Alivya, lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama. Pertemukanlah antara satu sisi dengan sisi lainnya. Lihatlah, kau mulai mencipta gerak, dan kau segera tahu bahwa peristiwa-peristiwa hidup berikutnya segera dimulai-sebuah lakon mulai dimainkan. Kemudian, lipatlah kertas yan...

Lost

Dibawah Langit Puntondo (photo : CLk7) mungkin beberapa rasa cinta memang tak harus memiliki muaranya, seperti beberapa diantaranya ditakdirkan terlambat untuk diungkapkan... mungkin beberapa jenis cinta ditakdirkan untuk tidak berakhir pada muaranya. ia hanya perlu ada,begitu saja,tak meminta apa-apa lagi. |  fahd djibran  |

Jalan Pulang

sketch by clk7 sayangku, bantulah aku menemukan jalan pulang agar aku segera menyisih dari percakapan riuh duniawi seperti halnya cintaku padamu, telah kurencanakan sejak mula aku memetik mawar matamu yang sunyi tubuh-tubuh yang lelah berkilauan di angkasa berputar-putar dan bernyanyi tanpa suara sayangku, bantulah aku menafsir hakekat ketiadaan sebagaimana kehidupan dan kematian erat berdampingan [ Jalan Pulang - Muhary Wahyu Nurba ]

Ada apa dengan hatimu, wahai sahabat Anshar?

"Sepertinya Rasulullah SAW sudah kembali menemukan kaumnya..." Ini cerita tentang suasana jiwa, sebuah situasi perasaan yang sedang dilanda ujian cinta dan harta pada sebagian sahabat senior, yaitu sahabat anshar di akhir episode perang Hunain & bani hawazin tahun 8 Hijriah. Tidak ada ghanimah yang tersisa disisi Rasulullah SAW kecuali semuanya habis dibagikan kepada hampir 2000 para muallaf dari penduduk Makkah yang ikut dalam perang tersebut, yang usia keislamannya baru seumur jagung. 240.000 ekor unta dibagikan kepada mereka semuanya, bahkan Abu sufyan mendapatkan 100 unta,dan ketika dia meminta jatah juga untuk anaknya muawiyyah, maka Nabipun memberikan 100 unta . Semuanya berebut, Sampai-sampai mereka mengerumuni Nabi dan beliau terdesak sampai menyandar diuntanya, dan beliau mengucapkan tidak akan ada yang aku sisakan kecuali akan kuberikan kepada kalian semua. Mulailah 'penyakit hati' itu datang, pelan, cepat dan berhembus sa...

Pernikahan

Tuhan yang maha mengetahui rahasia waktu; Kami tak pernah sanggup meraba hari esok--bahkan apa yang akan terjadi satu atau dua jam lagi, kami tak tahu. Waktu serupa misteri--rahasia yang selalu memesona. Kami tahu, kami tak dibekali pengetahuan tentang apapun yang misteri, kecuali sedikit--yang bahkan kepala kami terlalu kecil untuk menampung yang sedikit itu. Kami sering bertanya-tanya, apa yang akan terjadi besok? Kami tak tahu. Kami tak pernah benar-benar tahu. Sungguh. Kaulah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Kaulah yang maha mengetahui segala peristiwa, semua lipatan waktu. Kalau boleh kami meminta; izinkanlah esok memercikkan cahaya--yang sanggup menumbuhkan cinta di hati kami berdua, meski sedikit dari cahaya-Mu--bahkan bukankah seluruh semesta terlalu kecil untuk menampung yang sedikit itu? Tuhan yang maha mengatur segala sesuatu; Kami tak sanggup membaca peta waktumu, menduga miliaran kemungkinan dalam irama takdirmu. Bahkan menghapal peristiwa dari ratu...

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mu...

Puisi untuk Azalea

Azalea, jika aku datang padamu hanya sebagai bait-bait kata dalam surat yang gelisah dan membosankan, yang membuatmu terpaksa harus mengenang lagi masa lalu cinta kita yang indah, dan kepergianku yang menyisakan lubang nyeri di hatimu, maafkan aku- sebab sejauh itulah keberanianku. Tak perlu kau mengubah apapun lagi tentang perasaanmu. Biarlah semuanya berjalan, tanpa rekayasa. Di depan, kita akan dialirkan oleh serangkaian peristiwa kebetulan. Maafkan aku yang telah menyalakan kembali cahaya lampau, hingga laron-laron menyebalkan datang mengusik ketenanganmu. Aku hanya ingin bercerita, Azalea, seperti biasa. Melunasi hutangku pada waktu, mengubah senja menjadi lebih lapang. Azalea, jika aku datang padamu sebagai angin, menceritakan perjalanan panjang mengarungi musim, aku hanyalah angin yang datang dan akan kembali pergi. Seperti gerimis yang sebentar, menyapamu dari jendela kaca, bercerita tentang labirin kenangan, lalu aku akan kembali menghapus jejak pulang, menyamarka...

Seribu Malam untuk Muhammad

“Apakah yang lebih besar daripada iman?”  kata sosok Muhammad dalam mimpiku. Ia tersenyum menatapku, tetapi entah bagaimana aku tahu sesungguhnya ia sedang agak bersedih. “Aku tak tahu,” kataku. Tenggorokanku terasa sangat kering. Terik matahari menyengat—aku berada di sebuah tempat yang kering dan tandus. Bukan padang pasir, tapi sebuah tempat yang belum pernah kulihat dan kuketahui sebelumnya. Tiba-tiba, aku ingin melihat sosok itu… dan ia tersenyum tulus ke arahku. Aku melihat seorang lelaki dengan wajah yang agung dan bercahaya. Ini semacam cahaya aneh yang justru tak membuatku merasa silau—tapi teduh. Kulitnya bersih, badannya tidak kurus juga tidak gemuk, wajahnya tampan, bola matanya hitam jernih, bulu matanya lentik, alis matanya panjang bertautan. Sekali lagi ia tersenyum. Senyum yang sanggup membuatku melupakan rasa haus dan panas yang membakar kulitku.  “Apakah yang lebih utama dan lebih penting daripada iman?”  katanya seperti mengulan...

Egg's Expression

ternyata bukan cuma manusia yang rasis, telur juga. nape lo liat-liat? eh item, ngapain lo disini? aduh maap, kayanya gue salah tempat  ngeliat ekspresi mereka, berasa empati banget T.T hueeekk ... >,< hidup gue gak lama lagi.. maap, kami gak bisa berbuat apa2 :(

Yang kita perlu sekarang cuma .......

............................. Keenam sahabat masih mendongak mengagumi Mahameru. "Ta..." "Iya, Yan." "Nanti kita akan ke sana? Berdiri di puncak itu? Berdiri di sana?" "Iya..." "Tinggi banget, Ta..." "Iya." "Bisa apa kita, Ta?" Genta terdiam, matanya masih lekat di puncak Mahameru yang masih terlihat kecil. Mata Genta terpejam. "Yakin kita bisa?" tiba-tiba Genta menoleh ke teman-temannya dan menatap tajam satu per satu. "Gue udah taruh puncak itu dan kita semua disini." Arial berkata pelan sambil membawa jari telunjuk ke keningnya. Genta tersenyum. "Kalo begitu...yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih kera...

Mahameru

Yang mencintai udara jernih Yang mencintai terbang burung-burung Yang mencintai keleluasaan & kebebasan Yang mencintai bumi Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung Mereka tengadah & berkata, kesanalah Soe Hok Gie & Idhan Lubis pergi Kembali ke pangkuan bintang-bintang Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi Sementara saputangan menahan tangis Sementara desember menabur gerimis 24 Desember 1969 Saneto Yuliman

Writing is AMAZING!

Bayangkan kalau tradisi menulis nggak pernah ada, kalau tradisi merekam peristiwa, gagasan dan perasaan nggak pernah ada, a pa kita bakal mengenal siapa nenek moyang kita? Bayangkan kalau Anda tidak menulis, tak berusaha merekam gagasan dan pikiran-pikiran Anda, apa cucumu nanti akan mengenal siapa kamu? Seandainya kakek saya, semasa hidupnya menulis sesuatu, mungkin sekarang saya mengenal siapa dia. Tetapi itu tak pernah terjadi. Tak selembar pun tulisan yang diwariskan kakek pada saya. Saya tak pernah tahu isi kepala kakek, selain bahwa dia adalah seorang lelaki tua leluhur saya. Maka jangan salahkan saya, jika saya lebih mengenal Karl Marx, Jostein Gaarder atau Pramoedya Ananta Toer, yang bukan siapa-siapa saya, daripada kakek saya sendiri. "Dendam" itulah menjadi energi besar yang mendorong saya untuk terus menulis. Saya tak mau dilupakan sejarah. Saya mau jadi orang yang berkesadaran sejarah. Maka saya memutuskan untuk menulis. Agar ...

Yang Menggetarkan dan Selalu Terkenang

Masih kuingat jelas, hari ketika hujan deras membasahi bumi-Mu dan dinginnya angin memeluk malam itu hingga tanah mencair dalam beku. Butirannya membasahi tubuh dan mendinginkan kelu, ia bukan hanya menggetarkan tapi juga membuat siapa pun yang beradu dengannya akan merasa kalah karena tak berdaya. Di malam itu aku belajar, bahwa BELUMLAH APA-APA yang sudah kulakukan. BELUMLAH SEBERAPA, langkah yang terlanjur kutapaki. Engkau memberiku satu titik kontemplasi yang maha dahsyat, menyengat, sampai-sampai aku tertatih-tatih di bawah pohon-pohon yang rindangnya mulai habis setelah musim gugur mulai berdatangan. Di masa itu, aku BELAJAR, banyak sekali BELAJAR. Tentang yang namanya IDEALISME, tentang IKHLAS, tentang HARAPAN, juga tentang DO’A-DO’A panjang yang sering lalai untuk kuucapkan. Di masa itu kutanamkan dalam jiwa, bahwa masih banyak PR yang harus terselesaikan, masih banyak cerita yang belum sempat kusempurnakan dan kuakhiri dengan indah. Di masa itu, Engkau bukan hanya member...

A Letter From Mom and Dad

my child, when i get old, i hope you understand and have patience with me in case i break a plate, or spill soup on the table because im loosing my eye sight, i hope you don't yell at me older people are sensitive, always having selfpity when you yell when my hearing gets worse and ican't hear what you're saying, i hope you don't call me "deaf!" please repeat what you said or write it down i'm sorry my child, i'm getting older when my knees get weaker,i hope you have the patience to help me get up like how i used to help you while you were little, learning how to walk please bear with me when i keep repeating my self, like a broken record, i hope you just keep listening to me please don't make fun of me, or get sick of listening to me do you remember when you were little and you wanted a baloon? you repeated yourself over and over until you got what you wanted please also pardon my smell, i smell like an old person please d...

Samiri dan Patung Anak Lembu

Dalam Alquran, diceritakan bahwa setelah Nabi Musa AS bersama umatnya (Bani Israil) keluar dari Mesir dengan menyeberangi Laut Merah dari kejaran Firaun, Nabi Musa kemudian pergi ke sebuah bukit untuk bertemu dengan Allah SWT. Umatnya yang ditinggalkan bersama dengan Nabi Harun AS lantas merasa kepergian Musa terlalu lama. Karena itu, mereka kemudian meminta Nabi Harun AS untuk membuat sesuatu sebagai sesembahan mereka. Nabi Harun AS menolak permintaan Bani Israil ini. Namun, Nabi Harun tak kuasa melawan desakan kaumnya yang terus memaksakan diri untuk membuat sebuah patung sebagai sesembahan. Hingga akhirnya, melalui sebuah pengkhianatan salah seorang pengikutnya, yaitu Samiri, Bani Israil berhasil membuat sebuah patung berupa anak lembu (sapi). Patung anak lembu itu terbuat dari emas. Ketika keluar dari Mesir, banyak kaum Bani Israil yang membawa perhiasan mereka. Perhiasan-perhiasan itu kemudian dibakar hingga meleleh, lalu oleh Samiri dibuat patung ana...

Kalau Ingin Perubahan, Tegakkanlah Malam dan Bangunlah Lebih Awal

Seharusnyalah, tidak ada yang begitu mengenaskan bagi kita -aktivis dakwah- kecuali kalau kita dalam tidak sempat menegakkan malam (qiyamullail) dan mengisi awal pagi dengan kegiatan yang membawa perubahan. *** KAMMI adalah pembawa obor perubahan. Malam itu, tengah tahun 2001, KAMMI mengadakan muhasabah dan qiyamullail. Beratus orang -ikhwan dan akhwat- hadir, diam, menangis dan khusyu'. Ya, ruh kami berkata bahwa reformasi Indonesia harus kami selamatkan. Indonesia berantakan dan fatwa telah jelas tersampaikan. Strategi pun terancang, semuanya terkomunikasikan. Siang besoknya itu, sang presiden akan datang dan mengunjungi kampus kami. Kami tahu dia akan berbicara omong kosong, sementara ia enggan bertanggung jawab. Maka kami melawan, kami enggan ia datang. Pagi itu kami bergerak, berbondong dan berduyun, menutup lima jalan masuk ke kampus. Kami tak tahu dari mana ia masuk. Sebagian barisan kami tebal dua tiga lapis, sebagian barisan kami cuma satu baris memanjang, tapi kam...

Namamu, Sang Rasul

dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebutNya dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah bahkan Allah menetapkan; kau terkisah untuk menguatkan jiwa hati dan rasa seorang Nabi penutup masa ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh “bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku.. dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh” ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa punggawanya setia, lagi taat buta mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati dan kau.. kau terhutang budi masa kecil padanya dan tahukah kau ...