Langsung ke konten utama

Postingan

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Monolog

Ada rindu yang terlalu, yang bahkan tak mampu dirapal dalam doa. Takut dosa. Semacam rasa yang mereka bilang tak boleh ada. Tapi apalah, ia sudah terlanjur ada. Ada kata yang hanya bisa dibaca lewat tatap. Terlalu gagap. Seakan ingin erat mendekap. Tapi lagi-lagi, menunggu waktu yang tepat untuk diungkap. Sudahlah. Biarkan.

Outta Here

Dia mendewasakan kita dengan masalah, membijaksanakan kita dengan ujian. Dan Dia tahu, hanya KITA yang bisa menjalani naskah kehidupan macam ini. Bukan orang lain. Bukan mereka. [@csdaties]

Sketching

Saya penikmat gambar. Dan belakangan ini saya mulai belajar menggambar. Saking niatnya, saya bahkan membeli buku khusus untuk melampiaskan hasrat terpendam ini. Dimulai dari sekadar sketsa iseng, sampai mengikut hasil gambar orang. Bukan bermaksud plagiat tentu saja, ini hanya sebagai proses belajar. belajar dari gambar orang lain Suatu ketika, saya pernah ' nyasar ' di situsnya Indonesia's Sketchers  dan dibuat kagum pada hasil karya mereka. Dulu sewaktu di Makassar, saya memang pernah mendengar nama komunitas ini. Namun belum berkesempatan untuk mengenal lebih dalam, saya harus pindah ke Ambon. Saya perhatikan objek sketsa mereka kebanyakan adalah jalanan, bangunan dan kehidupan masyarakat kota. Saya pun mulai mencari tahu apakah ada komunitas serupa di kota ini, tapi ternyata nihil. Akhirnya saya nekat belajar sendiri. Lewat Youtube, saya melihat beberapa video cara membuat urban sketch . Dan kemarin adalah pertama kali saya mencobanya di salah satu landmark...

Museum Siwalima

Museum Siwalima terletak di kawasan Taman Makmur, sekitar 5 km dari pusat kota. Aksesnya mudah, cukup dijangkau dengan angkutan umum rute Taman Makmur. Museum ini berada diatas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan pemandangan yang mempesona. Museum Siwalima terdiri atas dua bangunan yang berjarak cukup jauh, namun masih dalam satu kawasan. Bangunan pertama adalah Museum Budaya, menyimpan segala hal yang berhubungan dengan budaya lokal Maluku. Sedangkan bangunan kedua adalah Museum Kelautan, yang menjelaskan sejarah kelautan masyarakat Maluku dan beberapa benda yang berkaitan dengan kehidupan lautnya. Untuk pengunjung dewasa, cukup membayar tiket masuk sebesar 3000 (tiga ribu) rupiah dan sudah bisa menikmati keseluruhan koleksi yang tersimpan di dalam kedua bangunan tersebut. Tapi kalau pengunjung ingin memotret atau mendokumentasikan isi museum, maka dikenakan biaya tambahan sebesar 15000 (lima belas ribu) rupiah untuk kamera digital. Museum Budaya menyajikan beragam se...

Menjaga, Ara

: untuk Ara Barangkali beginilah cara kerja sebuah ujian. Selalu datang dari apa-apa yang paling kita anggap berharga dalam diri, paling kita besarkan oleh hati dan dijunjung tinggi dalam hidup. Belakangan, aku baru sadar akan hal ini. Kamu pasti ingat kisah tentang Ibrahim yang dikenal dengan rasa cintanya yang besar pada keluarga dan anaknya. Lalu datanglah ujian itu, antara mengabaikan perintah Tuhan atau mengorbankan yang tercinta. Juga cerita Maryam yang tak pernah terjamah lelaki, namun diuji dengan kelahiran seorang anak dari rahimnya yang suci. Kemudian ada pula Muhammad yang dipercaya penjuru negeri tersebab kejujurannya, justru ketika membawa kebenaran dari langit, ia dituduh berdusta. Jika kamu pernah mendengar seseorang berkata "menjauh berarti menjaga", maka anggap saja dia benar. Bisa jadi kita memang harus menjaga diri dari segala yang belum waktunya  masuk dalam lingkaran hidup kita. Membiarkan semesta menjalankan titah Tuhan. Maka mari salin...

Kopdarnas BLOOF #5: Sebelum Pulang

Setelah penutupan kopdar, malamnya Adi berbaik hati (lagi) mengantar para tamu jauh keliling kota Bandung. Dari Gedung Sate, Dago, Titik Nol, sampai makan tahu gejrot di Gedung Merdeka. Domo arigatou, Opa! ^_^ Satu hari sebelum kepulangan, kami bersiap menuju Kawah Putih dan Situ Patengan. Kali ini Jeng Minten yang bersedia menjadi  tour guide.  Inilah kami, para tamu y ang masih bertahan: kak Pipi, kak Uni, Mae, Supe, Arman dan saya. Well, sampai jumpa lagi, Bandung! ;)