Langsung ke konten utama

Status History on Facebook

ada aplikasi baru di fesbuk, namanya My Statuses. disini kita bisa liat sejarah status kita selama kita aktif di jejaring dunia maya ini. baca kembali status-status itu, bikin saya inget masa-masa lalu.hehhe...


Cahya Sidratulmuntaha ad yg pux peta kampus unhas?? (Wed, 29 Jul 2009 08:22:55 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha mesjid makin sepi..mall makin rame (Thu, 17 Sep 2009 12:57:40 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha maaf, tapi saya harus melepaskan kalian (humaz crew) :'( (Fri, 13 Nov 2009 13:33:41 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .ada jg orang yg ngrokok sambil bawa motor >> gak puas bikin polusi lewat 1 cara,ckck... (Fri, 07 May 2010 01:31:27 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha seperti selalu kubilang kawan! kita selama ini hanya bisa menunggu..menunggu beribu nyawa hilang,menunggu angin mengabarkan bahwa ada darah tercecer di tanah sana..padahal tiap detik,airmata terus mengalir basahi mayat2 mujahid Palestina..ah,apakah kita benar2 (telah) peduli? ---dari KAMMI untuk PALESTINA (Mon, 31 May 2010 12:55:56 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .22 tahun, makin dewasalah. (Sat, 05 Jun 2010 11:27:36 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .petualangan hari ini : melihat perahu yg 'katanya' terbalik itu dan air yg 'katanya' panas itu :) (Sat, 24 Jul 2010 01:39:58 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .sorry dad, i cant be perfect T.T (Fri, 20 Aug 2010 05:24:50 GMT)


Cahya Sidratulmuntaha .Ramadhan : proyek 3000 kali sujud.

*3000 kali sujud = 1500 raka'at = 50 raka'at per hari = 17 raka'at wajib + 12 raka'at rawatib + 8 raka'at tarawih + 3 raka'at witir + 2 raka'at dhuha + 10 raka'at sunnah wudhu sblm shalat..subhanallah,bahkan semuanya lebih dr 50 raka'at =) (Fri, 20 Aug 2010 23:08:47 GMT)



Cahya Sidratulmuntaha Build your DREAM

Make a WISH

Do your BEST
Keep PRAYING
Leave
them all to ALLAH
And you'll be HAPPY insya ALLAH (Mon, 30 Aug 2010 12:43:06 GMT)


Cahya Sidratulmuntaha abang novan dan adik meizwar, the best brother i've ever had =) (Tue, 07 Sep 2010 06:56:13 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .kemarin,hari ini atau besok,insyaallah tetap sama..bangga gabung dgn kalian,SLAYER ORENS =) (Sun, 03 Oct 2010 12:58:38 GMT)

Cahya Sidratulmuntaha .terima kasih mama, terima kasih papa, thanks 4 everything =) (Mon, 18 Oct 2010 12:24:52 GMT)


bisa diliat dari terlama-terbaru ataupun sebaliknya..yang mau, coba link ini http://apps.facebook.com/mystatuses. selamat bernostalgia ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***