Langsung ke konten utama

Kenapa Mendaki Gunung?

kata George F.Mallory (meninggal di Everest),
"because it's there" - karena gunung itu ada, makanya didaki


kata Soe Hok Gie (meninggal di Mahameru),
"karena aku mencintai hidup"


kata Norman Edwin (meninggal di Aconcagua),
"karena aku menghargai kehidupan ini"


kata saya (meninggal di ###),
"hanya suatu wujud refleksi atas kesyukuran kita..atas hidup, atas alam dan atas bumi yang hanya kita singgahi sementara"


kata kamu???


ini dia jawaban mereka:

  

Komentar

  1. hhahahaaa.... mb cahya memang keren...dari dulu aku slalu kagum pada para pendaki...
    Ibuku juga dulu mapala (mahasiswa pecinta alam), tapi kalo aku...lebih suka sama pantai dari pada gunung...^__^

    BalasHapus
  2. nambah nangkring d postingan ini brasa kalo aku pendaki ulung kak, padahal baru menjejaki sdikit 'petak' dari bawakaraeng..tapi asli, view gunung benar2 'ngangenin'

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

#DIYproject: Replica of D90

Beberapa hari lalu, saya iseng googling tentang kamera kertas. Ceritanya lagi pengen bikin #DIYproject gitu. Lalu terdamparlah saya di  sini . Keren! Jadi pengen bikin juga. Keesokan paginya, saya mulai sibuk nyari kardus bekas yang agak tebal. Alhamdulillah, dikasih gratis sama penjaga toko di depan kompleks. Kamera yang saya mau coba bikin replikanya adalah Nikon D90 punya teman. Bimsalabim jadi apa, prok prok prok! Alat yang dipakai untuk project ini sih standar aja: gunting, lem dan cutter. Selain itu, juga harus punya stok kesabaran dan ketelitian yang lebih, karena ada beberapa bagian yang lumayan bikin "mikir". Dan setelah mendekam dalam kamar sambil menahan lapar, akhirnya jadi juga deh. Voila! ~ Bunch of thanks, to you and Fath :)
Bila sampai waktunya, aku ingin tak ada nestapa. Sementara aku akan menangisi perpisahan, tanpa airmata duka, tanpa isak lara. Bila sampai waktunya, aku akan telah kuat melepas pergimu, duhai Lelakiku.