Langsung ke konten utama

*abaikan postingan ini


eng ing eng !!
ini dia masterpiece dua tahun lalu. akhirnya nemu lagi karya ini diantara tumpukan editan foto 'gak jelas'. gambar ini dibikin pas saya lagi mengidap jenuh akut tingkat tinggi gegara kuliah yang parah.

well, masuk kampus itu sama sekali gak susah.
yang susah itu, bagaimana caranya untuk keluar. hahaha... XD

Komentar

  1. NB:
    saya sadar, dalam beberapa tahun belakangan ini kepribadian saya agak berubah. jadi, mohon maaf apabila Anda menemukan ketidaksamaan antara yang Anda baca dan Anda temui.

    *namanya juga manusia, pasti berubah :D

    BalasHapus
  2. \(^^)/ sukaaaa kak yunn...
    semangat kak yun !!!!

    BalasHapus
  3. Ini hasil obrak-abrik file mu ternyata Yun...?
    Doa kami, selalu menemanimu..

    BalasHapus
  4. eee.. saya mahasiswa teknik semester 9 akhir bulan desember 2011 lalu..

    *sekarang sedang mencari kerja

    *berarti kita sebaya.. :D

    BalasHapus
  5. Kak Yun semangaat..
    Sofi juga Teknik :) Teknik Informatika *blushing* hehe,
    InsyaAllah sekarang mau ke semester 5..

    *Semangat semangat :D -yel2-

    -sofi-

    BalasHapus
  6. kunjungan pertama ni mbak, putri juga sukaaa blognyaaa rapi dan lucuu ^^ salam kenal ya. btw untuk postingan yang ini tetep semangat mbak ^^d

    BalasHapus
  7. wah, rame ternyata
    terima kasih atas dukungannya kawan2 sekalian
    kalian juga, yang semangat ya ^^

    BalasHapus
  8. kata siapa keluar kuliah itu susah,, saya di semester 5 sudah berhasil lulus dari kuliah alhamdulillah, karna prinsipku daripada lulus susah mending meluluskan diri saja..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. suka deh sama PS-nya hihihihi....ah masa kuliah,akhirnya aku lulus juga hehehehe...

      Hapus
  9. KIsahnya sungguh "dramatis".. namun kisah dramatis oang lain justru sangat saya nikmati.. apa lagi kalo terkait dengan problematika kampus.. hehehe *Upst

    BalasHapus
  10. Kakak cahaya...
    Semangat kakaaaaak ^^
    Pengeja langit sangat merasakan hal ini :D
    Kuliah di masa-masa akhir, hemmm...
    Ganbatte ^^

    BalasHapus
  11. "masuk kampus itu sama sekali gak susah.yang susah itu, bagaimana caranya untuk keluar"
    pesannya bagus kak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

Gunung Bulusaraung

“Bukan PENIKMAT, tapi PECINTA alam, karena orang yang CINTA akan menjaga, karena orang  yang CINTA akan melestarikan.” (BS, 5 Juni 2011) Ini kali ketiga saya pergi mendaki. Setelah lembah Ramma dan Bawakaraeng, kali ini giliran Bulusaraung. Jika waktu ke Ramma saya hanya sampai puncak Tallung dan ketika ke Bawakaraeng perjalanan terhenti di pos 7, maka pada ekspedisi kali ini Puncak Bulusaraung benar-benar dapat saya taklukkan. Saya berhasil menjejakkan kaki 1353 meter jauh diatas permukaan laut. Dan yang membuat perjalanan ini menjadi tak terlupakan, karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-23.

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)

"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung, dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung, Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani" [terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang] *** suatu jum'at bertanggal tiga belas. cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia! ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi. ***