Langsung ke konten utama

Merah-Putih


menangguhkan puncak yang satu
demi puncak yang lain
maafkan aku, merah-putih
[06.30 - ruangbiru]

Komentar

  1. wow.. :)
    benar juga nih, sebentar lagi 17 agustus..

    harus bikin posting nih!

    BalasHapus
  2. Singkat, sederhana, tapi maknannya sangat dalam..
    Nice :)

    Suka banget dengan kata2nya ^^

    *Kapan2, boleh berkunjungkah ke ruang birumu?
    ^_^

    BalasHapus
  3. Sudah tiga tahun berlalu begitu saja, tanpa ada hormat dan pekik berkumandang ditengah tanah lapang, berteman bisik ilalang yang saling beradu, serta hembusan angin pagi dan sorot mentari yang berlomba menghangatkan diri..

    Yang penting merahputih tetap akan berkibar,. paling tidak di masing-masing hati para pecintanya :)

    Dan mimpi itu kembali tertunda, mungkin memang benar,. saya harus menunggu kehadiranmu, kawan.. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh?
      serius mae?
      waah, turut berduka :(

      pdhl tadinya sy mengira akan membaca ceritamu dsana
      belum jodoh yaa :(

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Salah satu contoh Ornamen Matahari di Lapangan Merdeka, Ambon (photo by clk7) Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut. Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram.  Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru. Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama...

#DIYproject: Replica of D90

Beberapa hari lalu, saya iseng googling tentang kamera kertas. Ceritanya lagi pengen bikin #DIYproject gitu. Lalu terdamparlah saya di  sini . Keren! Jadi pengen bikin juga. Keesokan paginya, saya mulai sibuk nyari kardus bekas yang agak tebal. Alhamdulillah, dikasih gratis sama penjaga toko di depan kompleks. Kamera yang saya mau coba bikin replikanya adalah Nikon D90 punya teman. Bimsalabim jadi apa, prok prok prok! Alat yang dipakai untuk project ini sih standar aja: gunting, lem dan cutter. Selain itu, juga harus punya stok kesabaran dan ketelitian yang lebih, karena ada beberapa bagian yang lumayan bikin "mikir". Dan setelah mendekam dalam kamar sambil menahan lapar, akhirnya jadi juga deh. Voila! ~ Bunch of thanks, to you and Fath :)
Bila sampai waktunya, aku ingin tak ada nestapa. Sementara aku akan menangisi perpisahan, tanpa airmata duka, tanpa isak lara. Bila sampai waktunya, aku akan telah kuat melepas pergimu, duhai Lelakiku.