29 Januari 2011

puisi Ada Apa Dengan Cinta



ini beberapa puisi yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta. puisi yang baguuus bangeeet. sempet mikir, siapa yang sebenarnya bikin nih puisi keren. pas search di Google, baru tau kalo si empunya puisi bernama Rako Prijanto. so, here it is the poetry....


#1: puisi Cinta untuk sahabatnya
Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU



#2: puisi Rangga yang menang lomba
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau dipasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai



#3: puisi Rangga buat Cinta, waktu dia berangkat ke Amrik
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

Tentang aku dan dia, itu saja!

tentang aku dan dia
tak jauh beda
menghabiskan hari
dalam lingkaran kecil bermakna
tentang aku dan dia
rasa antara kami
tak banyak yang tahu
kecuali kami
dan Tuhan saja
tentang aku dan dia
menutup rapat celah hati
agar tak ada setan yang sembunyi
bahkan untuk sekedar berbisik
tentang aku dan dia
tak jelas kapan pernah bermula
dan
mungkin tak akan ada akhir
sampai disana saja!
kecuali Tuhan berkehendak lain

26 Januari 2011

Ada Makna di Balik Kata


postingan kali ini, saya cuma mau berbagi isi inbox hape yang mulai penuh dengan sms taujih dari teman, sepanjang 2010 kemarin..banyak bangeeet, ratusan!! yang ada disini, cuma sebagiannya. yah, semoga ada manfaatnya ^_^

***
"ada ribuan alasan untuk berhenti, tapi cukup satu alasan untuk melanjutkan..ada ribuan alasan untuk keluar, tapi cukup satu alasan untuk tetap tinggal..ada ribuan alasan untuk berpisah, tapi cukup satu alasan untuk tetap bersama..ada ribuan alasan untuk kecewa, tapi cukup satu alasan untuk memaklumi..ada ribuan alasan untuk marah, tapi cukup satu alasan untuk memaafkan..ada ribuan alasan untuk surut ke belakang, tapi cukup satu alasan untuk bersabar, untuk bertahan..dan semoga satu alasan itu, tujuanm niat, tekad dan ukhuwah kami dijalan ini adalah karena kecintaan kami padaMu ya ALLAH" [resky]


"jika kau merasa besar, periksa hatimu, mungkin ia sedang bengkak. jika kau merasa suci, periksa jiwamu, mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. jika kau merasa tinggi, periksa batinmu, mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan. jika kau merasa wangi, periksalah ikhlasmu, mungkin itu asap dr amal shalihmu yg hangus dibakar riya'." [dede, 17 okt 2010]

24 Januari 2011

Yang Menggetarkan dan Selalu Terkenang


Masih kuingat jelas, hari ketika hujan deras membasahi bumi-Mu dan dinginnya angin memeluk malam itu hingga tanah mencair dalam beku. Butirannya membasahi tubuh dan mendinginkan kelu, ia bukan hanya menggetarkan tapi juga membuat siapa pun yang beradu dengannya akan merasa kalah karena tak berdaya. Di malam itu aku belajar, bahwa BELUMLAH APA-APA yang sudah kulakukan. BELUMLAH SEBERAPA, langkah yang terlanjur kutapaki. Engkau memberiku satu titik kontemplasi yang maha dahsyat, menyengat, sampai-sampai aku tertatih-tatih di bawah pohon-pohon yang rindangnya mulai habis setelah musim gugur mulai berdatangan. Di masa itu, aku BELAJAR, banyak sekali BELAJAR. Tentang yang namanya IDEALISME, tentang IKHLAS, tentang HARAPAN, juga tentang DO’A-DO’A panjang yang sering lalai untuk kuucapkan. Di masa itu kutanamkan dalam jiwa, bahwa masih banyak PR yang harus terselesaikan, masih banyak cerita yang belum sempat kusempurnakan dan kuakhiri dengan indah. Di masa itu, Engkau bukan hanya memberiku satu momen yang paling berharga, namun juga memberiku cahaya kelapangan untuk berpikir secara jernih. Di masa itu, setidaknya aku menafsirkan kuasa-Mu yang jatuh melimpah dan mengairi gersangnya hati para penghamba.
Masih akan ada, cerita-cerita yang lebih melelahkan yang akan tercipta, karena ia adalah bentuk cinta-Mu pada sang perindu syurga. Seperti dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Tirmidzi “… Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Allah mengujinya. Maka barangsiapa Ridha dengan ujian Allah, baginya Ridha dari Allah..” Sungguh, bukan hanya sekedar pesan cinta, namun juga ujian bagi mereka yang benar-benar ridha(rela) dengan ketentuan-Mu, atau juga ia bisa menjadi azab sebagai penggugur dosa-dosamu. Begitulah Allah, selalu bersahaja setiap pesan bijak yang ia titipkan dalam episode hidup kita. Kadang kita merasa kalah karena tak mampu melangkah, tapi, Allah lebih sering memberi kita harap untuk tak kenal lelah berusaha. Karena limpahan kasih dan rahmat-Nya memang tak berbilang, tak terdefenisi.

Dan di detik ini, aku bergetar kembali ya Rabb.. Setelah semalam kusalin dalam-dalam kisah perjalanan panjang para pejuang di bumi Palestina, kuredam diam-diam perasaan sedihku yang membuncah atas kerja-kerjaku yang tak seberapa, kupeluk erat-erat semua keresahan yang tiba-tiba hadir menggetarkan tubuh karena langkah-langkahku yang tak seindah senja. Semuanya benar-benar membangunkanku dari buaian dan kekotoran hati akan amal-amal yang belumlah seberapa. Merindui Abu Bakar, menangisi Umar bin Khathab, mencintai sosok mulia Salman Al Farisi, mencemburui kepandaian sang penghulu ilmu ALi Bin Abi Thalib, hingga menyesaki diri dengan sejuta pesona milik Ali Zainal Abidin Ibn Husain. Allahu… Mungkinkah kami, yang tak punya kontribusi dan kerja-kerja nyata ini bertemu dengan mereka ? Merasakan manisnya duduk bersama majelis Abu Bakar yang penuh kesederhanaan namun mulia, juga merambatkan getaran-getaran keberanian Umar bin Khathab yang mampu membuat takut kaum kafir hingga syetan durjana, ataukah, mampukah kami tak pernah habis kobaran-kobaran idealisme-nya seperti kuatnya karakter pemuda shalih Ali bin Abi Thalib ? Allahu.. kalaupun syurga dan derajat syuhada itu begitu jauh dengan kami. Maka berikan kami KESEMPATAN dan WAKTU untuk BELAJAR. Belajar untuk menaklukkan dunia dan mendahulukan kepentingan akhirat kami, belajar untuk memuliakan-Mu melebih semua penghuni makhluk di bumi, hingga belajar bagaimana menjadi insan-insan tangguh yang selalu berorientasi kepada penghambaan yang kokoh untuk-Mu.

Bayang-bayang sirah mereka masih tergambar jelas. Seperti senggukan Umar karena berselisih paham dengan Abu Bakar, seperti kuatnya karakter hati Salman Al Farisi atas Abu Darda, juga kesibukan hari Ali Zainal yang malamnya di isi dengan memanggul makanan bagi orang-orang papa. Bayang-bayang mereka mengganggu dan mengusik imaji-ku siang ini. Untuk mereka ya Rabb.. Kutitip berjuta rindu tak terkira.. Kukirim salam cinta terindah.. Kalaupun kami tak layak bersama mereka, izinkanlah kami terus mencintai mereka, meneladani mereka, hingga menjadikan jiwa-jiwa kami penuh dengan kobaran semangat mereka.

18 Januari 2011

Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

"...zinanya mata adalah melihat,
zinanya telinga adalah mendengar,
zinanya lidah adalah bicara..."
[Rasulullah, diriwayatkan oleh Bukhari]

beware!!
semua indra berpotensi melakukan maksiat
dan maksiat dapat terjadi
bukan cuma karena ada niat,
tapi juga karena ada kesempatan
so, blokade si 'maksiat'
agar tidak masuk dan menguasai
hati, pikiran, kaki, tangan, mata, telinga, mulut
dan indra lainnya!!

16 Januari 2011

Hujan Bulan Juni



tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

*sapardi djoko damono*

10 Januari 2011

Sedikit Lagi..Sungai Terakhir..Satu Tanjakan Lagi (Puncak Tallung)

1600 mdpl

awal tahun 2011, akhirnya kami merealisasikan apa yang sudah kami rencanakan sejak lama. rencana yang beberapa kali mengalami penundaan akibat banyak hal, bukan lagi satu. rencana yang hampir lagi ditunda karena ada agenda yang bertepatan pada hari itu juga, tapi untungnya bisa ditaktisi. rencana yang sudah saya tunggu sejak lama, bahkan tertulis jelas di whiteboard pada dinding kamarku. rencana yang pada saat tulisan ini diposting sudah menjadi kenyataan. rencana itu, pendakian menuju lembah Ramma di kaki gunung Bawakaraeng.

kami beranggotakan 8 orang yaitu Arif, Firman, Kak Joko, Ria, Resky, Lela, Cida dan saya sendiri. semuanya anak teknik, kecuali kak Joko. dia anak perikanan, yang sangat 'merasa' dilibatkan dalam agenda pendakian ini. semuanya juga 2005, kecuali kak Joko (lagi!) dan Lela (dia 2009). Arif sendiri menyebut kami, KOPI 8 (KOmunitas Pendaki Ikhwah 8). apapun itu, kami bangga coy ^_^

rencana awalnya kami akan berangkat sabtu pagi, tanggal 1 januari, dan mulai mendaki pada saat siang sehingga sebelum hari gelap kami sudah tiba di puncak, menginap di atas semalam dan kembali esok paginya. tapi berhubung ada agenda lain seperti yang saya sebutkan di atas, rencana berubah lagi. keberangkatan kami tunda hingga malam harinya. jam 21.30 kami baru meluncur dari Makassar dan sampai di Malino pada tengah malam. akhirnya, kami memutuskan untuk menginap di pemukiman warga dan baru akan mendaki keesokan paginya.