21 Mei 2012

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?



Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta :
Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.
Berhati-hatilah ..
Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.
***

"Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu. Sekuat apapun ku mencoba, tetap saja...aku rindu."
[Kinanthi]
***
"Nanti, kalau kita ndak bersama lagi, terus kamu mau cari aku, kamu lihat aja ke langit sana, Thi. Cari Gubuk Penceng. Di bawahnya ada galaksi yang tidak terlihat. Namanya Galaksi Cinta. Aku ada di situ."
[Ajuj]
***
"Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?"
"Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apa pun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan, sekadar untuk diingat."
[Kinanthi]
***
"Sebab, tidak ada yang membuatmu begitu penasaran selain perasaan seseorang yang engkau menyimpan sayang kepadanya."
[Ajuj]
***
"... sejauh mana sebuah cinta harus diperjuangkan, atau justru perjuangan itu harus dilakukan dalam diam."
[Kinanthi]
***
"Tersenyumlah... Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu."
[Ajuj]

--- a novel by Tasaro GK ---

17 Mei 2012

Dare to Hajj



saya niat mengunjungi Baitullah pada Dzulhijjah 1440H!

mohon doa saudara2 sekalian :)



#daretohajj
[status facebook, 17 mei 2012 / 25 jumadil akhir 1433 H]

***

karena ibadah harus selalu diawali dengan niat, maka saya meniatkan hal ini, mulai detik ini.
karena kelak haji inilah yang akan menggenapkan 'islam' saya.
karena saya merasa 'mampu', maka Allah pasti akan memudahkan langkah saya padaNya.
karena bagaimanapun keadaannya, kerinduan pada tanah itu HARUS SELALU ADA.

terhitung 7 tahun sejak saat ini, saya akan menjejak disana!
(semoga bisa mengajak serta mama dan papa, aamiin..)

labbaik allahumma labbaik
labbaik 'alaa syarika laka labbaik
innal hamda wanni'mata laka walmulk..laa syarika lak

15 Mei 2012

Memória


Hari ini, kudapati diriku terjebak dalam rasa melankolik. Tidak, bukan hanya hari ini sebenarnya, tapi sejak hari-hari yang lalu. Ada yang hilang, jelas. Dan kita sama sadar bahwa kesalahan masa lalu lah yang membuat keadaan menjadi seperti ini.

Maafkan aku, tapi entah mengapa aku hanya ingin mengenang tentangmu saja hari ini. Seseorang yang pernah kubuat bahagia juga kecewa dalam interval waktu yang tak cukup lama. Setahuku dulu kau terlampau sering mengakrabi hidupku dalam lembar-lembar mayaku. Namun, kali ini aku tak begitu yakin kau akan membaca tulisan panjang ini. Tentu saja, ini bukanlah hal penting lagi bagimu.

Walau begitu, aku tetap akan mencoba memanggil sebagian kenanganku bersamamu. Tak lagi pantas menyebutnya sebagai kenangan kita, karena bagimu kata 'kita' sudah tak bermakna apa-apa lagi. Maka biarkan aku saja yang menggali ingatanku tentangmu. Itu saja cukup, bagiku.

Masih ingat pada suatu malam kau memintaku datang lalu kita duduk di atas tanggul dan mulai bercerita banyak tentang banyak hal. Mulai dari kau, aku, keluarga, kampus dan kehidupan kita. Malam itu, kita duduk berkawan bulan yang tampakannya tak lagi utuh. Langit semakin kelam namun lucu rasanya, karena kita memutuskan baru akan selesai bercerita ketika bulan tenggelam di kaki langit.

Setelah itu, kita kembali ke rumah masing-masing. Semua kembali semula, layaknya tak ada yang pernah terjadi. Lama, kita berdua tak pernah mengungkitnya lagi. 

14 Mei 2012

Menuju Perut Besar (Gunung Lompobattang)


"Tuhan tidak mempercepat kematian dengan mendaki gunung,
dan tidak memperlambat kematian dengan tidak mendaki gunung,
Tuhan akan bersama orang-orang yang pemberani"
[terpahat di suatu tugu memoriam menuju puncak Lompobattang]
***
suatu jum'at bertanggal tiga belas.

cerita bermula dari sakau mendaki yang menjadi-jadi, kejutan dari tamu tak diundang, hingga menunggu yang sangat membosankan. waktu terus berdetak dan menjelang gulita segalanya mulai berbalik menyenangkan. konsolidasi antara langit, bintang dan dingin malam itu sukses. saya bahagia!

ya, esok hari saya akan kembali mengejar ujung-ujung langit. menuju satu titik lewat pijak payah dan lelah. berdiri sejajar awan, melihat bintang lebih dekat, bebas menghirup dalam-dalam udara tanpa polusi. sensasi luar biasa yang hanya bisa dirasakan ketika menapaki pasak-pasak bumi.
***