13 Desember 2011

Kutukan 11

sekitar 11 hari yang lalu...

Pagi-pagi buka FB,ternyata malah dapet PR dr Bu Guru Andin. Padahal,lagi males banget kerja tugas. Bukan apa-apa, belakangan ini modem agak kurang bersahabat. But well, ini dia PR yang saya maksud. Cuma 2 nomer koq, tapi masing-masing terdiri dari 11 pertanyaan.
***

Idenburg dan Kawanannya

Gramedia, 8 Desember 2011

Hai Rei, apa kabarmu? 

Kau tahu, aku baru saja membaca buku yang penuh gambar dan aku yakin kau pasti akan menyukainya. 

Pernah dengar tentang Mahitala, Idenburg, Fairy Tale dan kawanannya? Ya Tuhan, kau takkan percaya. Air mataku hampir saja menetes diatas lembaran buku itu! 

Aku melihat mereka, Rei. Tapi sayang, aku hanya bisa mencoba merasakan kebersamaan dengan mereka lewat sentuhan tanganku pada lembar bergambar itu. 

Lalu tiba-tiba muncul rasa rinduku yang teramat sangat pada mereka. Perasaan membuncah, tak terbendung. Ya, aku merindukan mereka! 

Entah kapan, tapi suatu saat aku yakin akan bisa menemui mereka. Aku tak sabar menunggu waktu itu, Rei. Oh ya, tentu saja aku akan mengenalkanmu pada mereka. Jangan kuatir. Nanti aku akan menunjukkan foto mereka padamu. 

Sudah ya, aku sedang di toko buku sekarang. Ingin melihat gambar mereka lagi.

Bertemu Perpisahan

(gambar dari sini)
hidup ini (memang) tentang pertemuan dan perpisahan. maka suatu kali tak perlu lagi ada tanya,mengapa harus berpisah. karena semua sudah jelas, berpisah hanya konsekuensi dari sebuah pertemuan. 

pun ketika pada akhirnya kau dan aku harus berpisah,hal itu sudah bisa diramalkan sejak kali pertama mata kita bertemu dan tangan kita berjabat.maka anggap saja pertemuan kita ibarat irisan antara himpunan hidupku dan hidupmu. yang berarti kau dan aku akan memiliki sebagian kenangan yang sama dalam hidup kita. menarik bukan? 

lalu tentang perpisahan esok hari, kau tak perlu kuatir. hal itu tentunya tak akan menjadi sesuatu yang kusesali. karena mengenalmu adalah salah satu episode terbaik dalam kisah hidupku.

#untukmu, L



20 November 2011

Sora! Sora! Sora!

Aku sakit!
Tidakkah kau rasakan deritaku, Sora?
Tolong, jangan buat aku merana seperti ini.

Kau tahu, dirimu sungguh sulit kuraih.
Terlalu tinggi, seperti langit itu, seperti namamu.

Hanya Tuhan yang mengerti, sekeras apa usahaku untuk menggapaimu.
Namun lagi-lagi aku harus puas hanya dengan menjadi pengejar ujung-ujung langit.
Tak apa.
Setidaknya, itu sudah bisa membuatku merasa dekat denganmu, Sora.

Ah sudahlah, cukup jawab saja pertanyaanku.
Tak pernahkah kau merindukanku walau sedikit?

Aku?
Sangat!

-Rei-

24 Oktober 2011

Sepotong Hati untuk Rei


 Rei…


Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Pasti sakit, ketika harus mengakhiri sesuatu yang belum pernah dimulai sama sekali. Kira-kira begitu juga yang kurasakan saat ini,walau mungkin tak sedalam dirimu.


Ini tentang sepotong hati yang pernah (akan) kutitipkan padamu dan baru saja kau kembalikan sejam yang lalu. Ya, akhirnya kau memutuskan untuk mengembalikannya segera, sebelum sepotong hati itu tergores atau retak lalu patah.


Awalnya, aku agak bingung dengan sikapmu itu. Ada apa sebenarnya? Apa salahnya menitipkan sesuatu pada orang yang kita percaya? Lalu, kau pun menjawabnya dengan sangat bijaksana. Karena kau menyayangiku, katamu.


Untuk itu kuucapkan terima kasih padamu, Rei.
 Seandainya saja sepotong hati itu jadi kutitipkan padamu, mungkin aku akan sangat kecewa ketika suatu hari kau mengembalikannya tak utuh lagi atau bahkan mungkin menghempaskannya hingga hancur berkeping-keping. Lalu orang-orang yang melihatnya hanya menatap iba dan tak akan menyangka kalau pecahan-pecahan itu dulunya adalah potongan indah dalam episode hidupku.


Sekali lagi, terima kasih Rei…


Oh ya, hujan sedang turun disini. Kau tentu tahu, aku teramat menyukai momen seperti ini. Tapi entah, aku benci hujan sesiangan ini. Kenapa? Mungkin karena rintiknya terlalu mewakili perasaanku padamu.


Ya, hatiku sedang gerimis saat ini.


 ***


02:23 pm, ruang CE 101
berharap gerimis segera reda

22 Oktober 2011

Malam

 mari kita bicara tentang malam,
juga sertakan kedamaian dalam cerita kita

tentang kelam, pekat dan senyap,
yang menyeruak masuk,
memenuhi ruang hati kita yang penuh sesak,
sesak oleh lara dan asa yang mungkin tak sesuai cita,
dan mulai sirna...
masuk menghimpit rongga dada,
lalu mengisi tiap porinya dengan CINTA

ya!
ini tentang malam yang kita cintai bersama

saat kita kembali ke pangkuan bintang,
meluapkan semua rasa kita disini,
tempat kita bertemu untuk pertama kalinya

-teruntuk sahabat malamku-

6 Oktober 2011

Mahameru


Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah & berkata, kesanalah Soe Hok Gie & Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara desember menabur gerimis

24 Desember 1969
Saneto Yuliman

5 Oktober 2011

Latimojong, Another Hike Story

11 September 2011
Petualangan baru dimulai. Target kali ini adalah puncak tertinggi di dataran Sulawesi. Puncak Rantemario di pegunungan Latimojong yang memiliki ketinggian 3478 mdpl. Bukan hal gampang, terutama buat saya yang sudah lama alpa dari latihan fisik. Tapi pada kenyataannya, pagi itu saya nekat tetap berangkat. Berjumlah 7 orang, kami bersesakan dengan tas carrier selama 8 jam dalam mobil yang mengantar kami menuju Enrekang. Dua orang lainnya berangkat sehari sebelumnya.
kiri-kanan: nunung, hera, ria, saya, pak nas, kak ishak, parman
Sore hari, kami tiba dengan selamat di rumah salah satu tim (Mori) di Desa Kalimbua setelah disuguhi pemandangan indah kabupaten Enrekang. Sejuk dan damai, suasana yang jarang didapati di kota besar seperti Makassar. Sudah diputuskan, malam ini kami akan menginap dan baru akan memulai perjalanan esok pagi.

12 September 2011

dari Gura menuju Karangan
Anggota tim pendakian yang fix berangkat berjumlah 12 orang. Mereka adalah Pak Nas, Habib, Parman, Kak Ishak, Mori, Kautsar, Sidik, Calu, Hera, Ria, Nunung dan saya sendiri.

Sebelum subuh, kami sudah bangun untuk bersiap. Kata Mori, sebelum jam 6 pagi akan ada angkutan yang bisa mengantar kami sampai ke desa Gura. Dan benar saja, 10 menit sebelum jam 6 angkutan tersebut sudah ada di depan rumah kami. Setelah menaikkan seluruh carrier ke atas mobil, kami pun berangkat. Waktu tempuh yang dibutuhkan angkutan menuju desa Gura sekitar 15 menit. Sesampainya di sana, kami briefing sebentar sebelum akhirnya meneruskan perjalanan menuju desa Karangan, yaitu desa terakhir sebelum memulai pendakian.

Well, sebelum berangkat saya memang sudah mempelajari rute perjalanan lewat beberapa cerita maupun artikel di internet. Tapi kali ini benar-benar di luar dugaan saya. Menurut cerita seorang teman yang pernah kesana sebelumnya, pada hari-hari tertentu (biasanya disebut hari pasar) akan ada mobil hartop yang mengantar sampai desa Karangan. Tapi entah, hari itu kami tidak menemui 1 mobil pun yang melintas sepanjang jalan.

Dan akhirnya kemungkinan terburuk itu pun menjadi nyata. Kami harus berjalan kaki sekitar 10 jam (menurut kecepatan saya) melewati kontur jalan yang sebagian besar rusak dan ‘rata’ (rata-rata tanjakan) menuju desa Karangan! Jalur yang sangaaaaat  panjaaaaang dan melelahkaaaaan. Yang jika kami bandingkan dengan pendakian ke Bawakaraeng, maka kami sudah hampir menemui puncak dengan waktu dan jalur tempuh yang sama dengan ini. Tapi tak bisa dipungkiri, hal ini yang menjadikan perjalanan ini sangat ‘SESUATU’, hahaha…

Oke, setelah melewati entah berapa tanjakan, entah berapa turunan dan entah berapa dusun, akhirnya kami sampai juga di desa Karangan. Horeeee……betapa bahagianya diriku dan nunung! Maklum, kloter terakhir. Untung ada Mori, Sidik dan Calu yang menemani sejak kami berdua terdampar lama di pinggir kebun karena keenakan istirahat, bahkan sempat tidur sebentar.Huhuu…thanks guys ToT

Waktu menunjukkan pukul entah, yang jelas sore lah. Awalnya, kami berniat mandi setelah melakukan perjalanan seharian. Tapi rumah yang kami tempati tidak memiliki MCK alias kamar mandi. Oh tunggu dulu, ternyata semua rumah di desa ini bernasib sama. Haha…Jadi, jika ingin mandi atau buang ‘hajat’, kami harus ke sungai yang letaknya di jalan akses masuk desa. “Hmm..tidak, terima kasih! Kalau begini kondisinya, lebih baik saya istirahat saja langsung.” Petualangan yang sebenarnya baru akan dimulai besok.

13 September 2011
Pagi dingin di Karangan. Setelah packing ulang dan sarapan secukupnya, pendakian sesungguhnya pun dimulai. Tim menargetkan sampai di pos 5 sebelum sore, nge-camp disana, dan baru akan ‘muncak’ dini hari.

Perjalanan menuju pos 1 cukup panjang, memakan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur masih terbuka, melewati perkebunan kopi dan tebing yang telah digunduli oleh warga untuk membuka ladang kopi yang baru. Sekitar jam 10, kami tiba di pos 1.

check point #1
Setelah beristirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan. Menuju pos 2, kami mulai memasuki kawasan hutan. Jalur agak sempit dan terjal, hanya bisa dilewati 1 orang. Kadang saya harus berpegangan pada akar pohon, agar tidak terperosok ke jurang yang ada di samping. Waktu tempuh menuju pos 2 juga sekitar 1,5 jam. Di pos 2 terdapat sungai yang cukup deras juga batu karang besar dengan tanah lapang kecil dibawahnya, sehingga lokasi ini biasa dijadikan tempat nge-camp bagi para pendaki.
buka bekal di pos 2
Dari pos 2 menuju pos 3 merupakan jalur paling terjal menurut saya. Mulai pos 2 ini, medan akan terus menanjak sampai ke puncak. Kondisi tanah yang mudah longsor dan terjal menjadi salah satu alasan jalur ini sulit ditempuh. Padahal menurut papan petunjuk di pos 2, jarak antara kedua pos ini hanya sekitar 600 m. Namun untuk sampai di pos 3, waktu yang saya butuhkan sekitar 1 jam.

Menuju pos 4, kondisi medan hampir sama dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Beberapa kali saya harus berhenti istirahat atau sekedar mengatur nafas. Wajar saja, suhu semakin rendah, kabut mulai menebal dan kadar oksigen menipis. Tidak boleh istirahat terlalu lama, perjalanan harus dilanjutkan. 

Pos 5 masih jauh. Badan mulai kedinginan, perut semakin lapar, kaki sepertinya hampir patah, tak kuat lagi melangkah. Setelah berjalan hampir 1 jam akhirnya, “Nung, pos 5 di depan. Cepatmi!”  Alhamdulillah, papan hijau bertuliskan “POS 5” sudah di depan mata.

kiri-kanan: kondisi pos 3 sampai pos 7
Pos 5 merupakan tanah lapang yang juga biasa dijadikan tempat nge-camp. Di sekitar sini juga terdapat sumber air, namun lokasinya lumayan jauh dan terjal. Ketinggian di pos 5 ini sekitar 2800 mdpl, hampir sama dengan ketinggian puncak gunung Bawakaraeng.
1 = penanda jalur; 2-8 = berbagai jenis jalur yang dilalui
Sesuai rencana awal, kami akan nge-camp disini. Tenda sudah terpasang, saatnya mengisi perut. Kali ini, giliran saya yang bertugas masak. Well, sebenarnya ini pengalaman pertama saya masak nasi pake nesting. Terlalu banyak air, alhasil nasi ‘hampir’ jadi bubur. Untungnya, yang lain tidak protes. Hahaha :D

Kampung tengah alias perut sudah aman, sekarang waktunya istirahat. Harus tidur cepat, karena kami akan jalan tengah malam nanti agar bisa melihat sunrise di puncak keesokan paginya. Saatnya masuk tenda dan tiduuuuurrrr……

14 September 2011
Pukul 1 dini hari, mulai terdengar suara Pak Nas yang membangunkan kami semua. Ya, ini saatnya muncak! Dari dalam tenda, saya mendengar rintik air yang jatuh mengenai tenda kami. “Jalan malam, hujan pula!” pikirku dalam diam, sambil terus berkemas mengisi barang-barang yang dirasa penting ke dalam backpack. Keluar tenda sambil memasang headlamp di kepala, saya disambut angin dingin pegunungan, kabut dan rintik air yang ternyata bukan hujan. Itu embun yang jatuh dari pepohonan, namun jumlahnya yang banyak sehingga menyerupai rintik hujan.

Anggota tim sudah standby di luar tenda. Masing-masing membawa senter dan headlamp. Briefing lagi. “Perhatikan jalur. Jaga jarak, jangan terlalu jauh” Kira-kira begitu arahan Pak Nas sebelum kami memulai perjalanan malam itu.

Ternyata, jalan malam memang beda dengan jalan siang. Kondisi hutan yang gelap dan lembab, meminta kita untuk berkonsentrasi lebih. Sepanjang jalan, hanya jalur setapak yang licin dan terjal yang ditemui. Suhu yang sangat dingin membuat jaket dan sarung tanganku basah. Namun, ada enaknya juga kita jalan dalam kegelapan seperti ini. Jarak yang jauh menjadi tidak terasa, karena tiba-tiba saja kami sudah sampai di pos 7, setelah sempat diguyur gerimis di perjalanan.

Hari menjelang subuh. Suhu tidak bisa lagi saya prediksikan, mungkin hampir 0 derajat. Pos 7 berupa tanah lapang yang terbuka. Tidak ada tempat untuk berlindung dari tiupan angin gunung yang dingin dan kencang. Jika biasanya kita melihat kabut bergerak pelan, disini kabut bergerak cepat. Seperti asap putih yang ditiup angin.
berbagai view dari pos 7
Di sini, kami bertemu dengan 2 orang pendaki yang sedang nge-camp. Mereka memberikan tumpangan istirahat pada kami (yang perempuan) dalam tenda mereka, sementara para lelaki mulai memanaskan air untuk minum. Setelah shalat subuh, kami bersiap meneruskan perjalanan. Harapan untuk melihat sunrise di puncak mulai sirna. Alam sedang tidak bersahabat. Sejauh mata memandang, hanya gumpalan kabut putih yang membatasi penglihatan kami. Namun, kami tetap bersemangat untuk mencapai puncak.

Jalur menuju pos 8 alias puncak agak sedikit berbeda. Sebenarnya jarak tempuh menuju puncak agak panjang, namun tidak dirasa jauh karena sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang indah dan menakjubkan. Bebatuan karang, padang lumut, udara berselimut kabut, semak belukar yang khas dan hamparan batu kaca membuat rasa lelah kami selama perjalanan hilang seketika.

menuju puncak

vegetasi tumbuhan
Di ujung jalan, kami di hadapkan pada persimpangan. Ada dua jalur, keduanya sama-sama jalur menuju puncak. Masih dalam satu deretan pegunungan Latimojong, namun puncaknya berbeda. Jalur ke kiri menuju puncak Rantemario, sedangkan jalur ke kanan menuju puncak Nenemori. Kami mengambil jalur kiri dan terus melangkah.

awas, salah jalur :)
Setelah berjalan hampir sekitar 2 jam, triangulasi puncak Rantemario mulai terlihat. Langkah kaki mulai dipercepat, dan akhirnya sampai juga kami pada titik tertinggi di seantero daratan Sulawesi. Ekspresi kebahagiaan mulai diluapkan dengan mengajak ‘tiang batu 1 meter’ itu berfoto bersama. Yeaah…we are the champion! \(^o^)/
puncak rantemario
Tidak disangka, akhirnya saya berhasil menjejak disini dan menjadi manusia tertinggi di Sulawesi. Namun tentu saja hal ini bukan untuk disombongkan. Karena jika dibandingkan dengan kebesaran Dia Sang Maha, diri ini tentu bukan apa-apa. Maka perjalanan ini, hanya suatu wujud refleksi atas kesyukuran kita. Atas hidup, atas alam dan atas bumi yang hanya kita singgahi sementara.
***
Terima kasih, teman seperjalanan.
Untuk canda, tawa dan cerita yang tercipta di antara kita.
Ku dapati sajak ini, ku persembahkan pada kalian.
 
Bila kita berpisah,
kemana kau aku tak tahu sahabat,
atau turuti kelok-kelok jalan,
atau tinggalkan kota penuh merah flamboyan,
hanya bila kau lupa,
ingat…


pernah aku dan kau
sama-sama daki gunung-gunung tinggi,
hampir kaki kita patah-patah,
dan nafas kita putus-putus,
tujuan esa, tujuan satu
pengabdian, pengabdian kepada Yang Maha Kuasa
[ Idhan Lubis, rekan Soe Hok Gie]


kamar juang, 5 Oktober 2011
hampir sebulan setelah kisah kita bermula

***

4 Oktober 2011

Setengah Sabar, Setengah Syukur



“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorang pun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7425)

Well, harusnya beginilah sikap seorang mukmin dalam menjalani kehidupannya. Bersyukur ketika lapang, bersabar ketika sempit. Bersyukur kala suka, bersabar kala duka. Bersyukur saat diberi nikmat, bersabar saat ditimpa mudharat.

Melakukan keduanya, sama-sama gak ada ruginya. Coz masing-masing punya ganjaran yang berbeda. Kalau bersyukur, kenikmatan kita bakalan ditambah. Sementara kalau kita bersabar, itu bisa menjadi penghapus kesalahan-kesalahan kita.

Subhanallah yah…. ^_^

11 September 2011

Bersamamu

bersamamu,
sama rasanya seperti memandang laut lepas,
atau menatap langit luas,

damai!

-road to enrekang-

2 September 2011

Sahabat, Saudara dan Kawan

ada seorang sahabat. pribadi yang sangat baik, peduli terhadap kondisi di sekitarnya, dan berjiwa penolong. seperti abu bakr, dia paham betul arti sebuah persahabatan. hingga dia akan melakukan apapun untuk menjaganya, meski harus mengorbankan diri sendiri. lalu pada suatu ketika kami pernah berpikir, siapa perempuan beruntung yang akan bersanding dengan sahabat kami ini?

ada seorang saudara. dia sosok yang mencintai alam dan menyayangi keluarga. sikap pemalunya mengingatkan kami pada 'utsman bin 'affan. satu lagi, dia mengerti bagaimana menghargai wanita. hingga suatu ketika kami bertanya dalam hati, wanita seperti apa yang telah Allah siapkan untuk saudara kami ini?

ada seorang kawan. darinya kami belajar bagaimana seharusnya menjaga diri dan hati. walau agak tertutup dan sering berselisih paham, kami yakin bahwa kawan kami ini hanya menginginkan yang terbaik bagi kami. terkadang, sikap tegasnya seperti sahabat 'umar bin khattab. kemudian suatu saat kami pernah berharap, semoga Allah cepat mempertemukannya dengan rusuknya yang hilang.

untuk kalian: sahabat, saudara dan kawan kami.
maaf jika kami belum bisa menjadi sahabat, saudara dan kawan kalian yang baik.

tertanda,
saya (mewakili kami)

22 Juli 2011

Dalam Diamku

hari ini, tepat satu minggu. ketika kau mengeluhkan kesedihan dan perasaanmu padaku. ketika pada kenyataannya aku pun bersedih, atas apa yang terjadi padamu, juga padaku. tapi ini, sudah satu minggu berlalu. kelabu yang menggantung di langit pikiranmu, masih adakah kawan? 

aku merindukan saat-saat kebersamaan kita. kala kita duduk satu meja, mendengar ceritamu atau sekedar bertemu pandang saja. dengan begitu, masing-masing diri kita sudah cukup lega, walau tak ada satu kata pun yang keluar lewat lisan kita. kau tahu, aku selalu mengerti bahasa tatapanmu.

saat suatu malam kau mengajakku ke pinggir pantai, lalu berkisah tentang hari yang kau lalui. seperti biasanya, aku lebih suka mendengar. sama seperti butiran pasir yang kita duduki, angin malam yang menemani, juga bintang yang menatap kita. dan kau tahu, walau gelap aku masih bisa melihat jelas gurat bahagia di wajahmu saat itu.

atau ketika kita berada di ketinggian dan alam ini terlalu mempesonamu, kau masih sempat berbagi tentang mimpi-mimpimu.  tentang warnanya masing-masing di matamu. dan sekali lagi, aku hanya duduk mendengarkan sambil melemparkan pandangan pada hamparan edelweiss di hadapan kita.

dan kini, setelah satu minggu sejak hari kelabumu, masihkah kau mengizinkanku mendengar lebih banyak ceritamu, kawanku?

maaf, jika aku terlalu sering mendengar saja.
dalam diamku, sungguh aku selalu mengaminkan doamu dan mengharap yang terbaik bagimu.

20 Juli 2011

Lantern Festival

kalian pernah nonton film 'Tangled'? pasti tahu kan adegan pas Rapunzel sama Flynn lagi diatas perahu di tengah danau, sementara orang-orang di istana lagi melepaskan ribuan lentera cantik ke atas langit dengan harapan si Putri Rapunzel kembali ke istana. hwaa, sumpah...that's the best scene EVER!! kereen banget >.<



pertamanya, gw kira acara 'lepas lentera' kayak gitu cuma ada di kartun doang. ternyata eh ternyata, di dunia nyata ini emang beneran ada lho. bahkan dijadiin festival! *terpukau*

ya, namanya Lantern Festival atau yang biasa disebut Festival Lentera. festival ini merupakan acara menerbangkan lentera ke atas langit dengan tujuan mengharapkan hal-hal baik yang akan terjadi dalam hidup. festival kayak gini digelar di berbagai negara, seperti Cina, Taiwan, Inggris, Thailand, bahkan Indonesia. cuma bentuk kegiatannya aja yang agak beda.

kalau di Cina atau Taiwan, festival ini digelar pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender Tiongkok. Menurut tradisi Tiongkok, perayaan Tahun Baru Tiongkok akan terus berlanjut sampai diadakannya Festival Lentera ini. Untuk tahu sejarahnya, bisa dilihat disini. Lain lagi di Inggris, festival ini biasanya digelar menjelang Natal.

  

tapi menurut gw, yang paling mirip dengan adegan di film Tangled itu ya yang di Thailand ini. liat deh, cantik banget kan ya?!




kalo diliat dari jauh, mirip jutaan kunang-kunang yang lagi terbang. hmm..suatu saat pengen punya kesempatan liat festival ini langsung sekaligus ngelepas lentera-lentera itu terbang ke langit tinggi.

19 Juli 2011

Gak semua yang lo denger itu bener

"jangki cemberut pagi2, nanti kurangki manista'."

chatroom #2
"seringta' begadang. kasi resep dulu buat kk."

chatroom #3
"kalau sendirian, nanti saya temaniki bicara."


nb: dibaca dengan dialek Makassar
***

ketiga kalimat itu keluar dari mulut orang yang berbeda. yah, mereka memang tidak bicara langsung, tapi itulah yang mereka tuliskan di chatscreen. dan saya rasa itu merupakan ungkapan dari apa yang sebenarnya ingin mereka katakan. mereka, para lelaki itu.

hmm...bukannya saya GR alias gede rasa karena dibilang manis, atau dianggap adik, atau juga ada orang yang berbaik hati akan menemani saya bicara dalam sebuah perjalanan yang masih kami rencanakan. sungguh, bukan karena maksud itu saya menulis postingan kali ini. tapi postingan ini memang untuk kita, perempuan.

oke, kalian mungkin pernah mendapati hal serupa atau bahkan lebih dari itu. tapi pada kenyataannya, begitulah memang lelaki, bermulut manis. (bagi pembaca yang merasa lelaki, jangan tersinggung ya. cukup akui saja kebenarannya :D). dan bodohnya, perempuan menyukainya! haha..malu saya 

pada suatu malam, dalam sebuah pembicaraan panjang lewat telepon, saya mendapat pengakuan langsung tentang hal ini dari adik lelaki saya sendiri. ya, malam itu topik kami adalah 'kehebatan lelaki dan kebodohan perempuan'. setelah bercerita dan berdebat panjang kali lebar sama dengan luas, ada beberapa fakta yang ditemukan bahwa:

1. lelaki itu akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan hati seorang atau beberapa orang perempuan sekaligus.
2. ketika lelaki berkata 'sayang' atau semacamnya, maka yakin saja kalau kata itu bukan hanya untukmu (perempuan).
3. perempuan akan merasa sangat diperhatikan hanya dengan pertanyaan-pertanyaan 'lagi ngapain?', 'udah makan?', 'met bobo yah', dan sebagainya.
4. dst...

intinya, lelaki akan merasa hebat ketika berhasil mengalihkan duniamu, menguasai pikiranmu, hingga merajai ingatanmu. dan satu hal yang harus diingat adalah:
" JANGAN PERNAH MEMPERCAYAI LELAKI SEBELUM DIA MENJADI SUAMIMU"

sebenarnya, kalimat diatas juga masih belum bisa dipercaya sih. nyatanya, masih ada dusta diantara para pasangan suami istri. kecuali kalau pasangan kita orang shaleh, insya Allah tidak ada alasan untuk tidak mempercayainya bukan ?! :)

dan sebelum menutup postingan kali ini, saya cuma mau bilang buat para perempuan yang gak mau dibodohi sama lelaki, "gak semua yang lo denger itu bener". jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari ketika akhirnya kamu sadar kalau kamu bodoh telah mempercayai omongan mereka.

15 Juli 2011

Writing is AMAZING!


Bayangkan kalau tradisi menulis nggak pernah ada,
kalau tradisi merekam peristiwa, gagasan dan perasaan nggak pernah ada,
apa kita bakal mengenal siapa nenek moyang kita?
Bayangkan kalau Anda tidak menulis,
tak berusaha merekam gagasan dan pikiran-pikiran Anda,
apa cucumu nanti akan mengenal siapa kamu?

Seandainya kakek saya, semasa hidupnya menulis sesuatu, mungkin sekarang saya mengenal siapa dia. Tetapi itu tak pernah terjadi. Tak selembar pun tulisan yang diwariskan kakek pada saya. Saya tak pernah tahu isi kepala kakek, selain bahwa dia adalah seorang lelaki tua leluhur saya. Maka jangan salahkan saya, jika saya lebih mengenal Karl Marx, Jostein Gaarder atau Pramoedya Ananta Toer, yang bukan siapa-siapa saya, daripada kakek saya sendiri.

"Dendam" itulah menjadi energi besar yang mendorong saya untuk terus menulis. Saya tak mau dilupakan sejarah. Saya mau jadi orang yang berkesadaran sejarah. Maka saya memutuskan untuk menulis. Agar kelak, jika cucu saya tak sempat tahu apa yang kakeknya pikirkan dan  bicarakan semasa hidupnya, ia bisa mengenal kakeknya lewat tulisan-tulisannya!


*taken from back cover of Writing is Amazing by Fahd Djibran

6 Juli 2011

Scrapbook #2

postingan kali ini, tentang scrapbook lagi. buat yang belum tau apa itu scrapbook, bisa baca postingan saya sebelumnya 'my scrapbook'. dibawah ini adalah beberapa scrapbook yang saya buat selama ini. rata-rata saya bikin tengah malam pas insomnia saya lagi kumat. hehe... aneh sih tapi seneng aja. setidaknya, saya menghasilkan 'sesuatu' kan ?! ^_^

ini semuanyaaaa.....

suka banget sama temanya, autumn! ^^

hijau-coklat, perpaduan yang sweet

japan style

susah bikin tulisan ひかり-nya

..minimize..

Purezento



here it is..my birthday present:

kerudung biru dari arez,
'writing is amazing'-nya Fahd Djibran itu dari kak sidratulmuntaha,
kalo 'ranah 3 warna'-nya A. Fuadi, itu dari nitemare,
 last but not least,
'Muhammad, Para Pengeja Hujan'-nya Tasaro, itu dari abang rizal.


--bunch thanks for you all--

5 Juli 2011

Soul Sister

Tlg marahi sy
Knp dirimu?

Sy nakal, tdk bisa dibilangin

Mmg si blkgan in tlihat spti it. Tw tdk, blkgan in dkat dgnmu aneh rasanya. Bkn yg biasa kukenali. Kdg sy miqr sndiri ap yg sbnrx tjadi smp sering terasa resah kl mengingatmu. Ato mgkn sy yg lg lemah, sy tdk tw. Tdk ad gunanya sy cr ksalahan drmu, bs jd sy lbh buruk dr yg tlihat.
Apapun yg tjadi, cm 1 yg tdk bs berubah. Aku tp syg kamu. Mgkn slh satu caraNya menegurku, lwt dirimu.
Entah krn sy pux salah pdmu ato krn ad sswt yg tjadi pdmu, sy srg khwtir kl ingt km..jdx susah fokus n sering mnerawang sndiri.

Apaku yg beda?

Scr spesifik, sy tdk tw jg ap yg beda. Mgkn cm rsx yg beda. Ato ap sy tdk tw pasti..apkh kw yg sdg longgar ato sy yg sdg turun? apkh kw yg lg senang menikmati sswt ato sy yg sdg tsibukkn dgn sswt yg tdk jls? ato kw sdg bahagia sedang sy tdk bahagia? tmbh bingung sy, 
bicarapun jd aneh..sbnrx ad ap dgnmu?

Mgkn bnr. Sy sdg longgar, sy lg senang menikmati sswt, sy dg bahagia. Tp mgkn kw nd tw rasax, ktika sy dg mrasa spti in, justru ad ‘org’ yg tdk mletakkn kprcayaan thd ap yg sy lakukn.

Ap longgarmu it slh? Ap bahagiamu it keliru? Ato yg kw nikmati it ambigu? Sy tdk bs tdk pcaya pdmu. Krn pd knyataanx, kwlah org kpercayaanq hingga saat ini. Klpun sy khawatir &  cemas thd sswt, it mgkn hanya efek rabithah qt.
D byk hal sy bljr byk padamu..ap it percaya? ap it bkorban? ap it bbagi? dan lainx..klpun skrg tnyata bahagiamu mbwtmu tdk tenang, berarti ad yg perlu dbenahi.it sj..km yg lbh tw, kgelisahan ap yg kw rskn skrg.

Sy tdk gelisah. Sy cm bingung. Ap menurutmu diriku trlalu rumit?

Bingung knp?

Yah bingung. Kdg kurasa susah u prcaya sm org. sklipun sy dekat sm it org.hal wajar sbnrx, tp begitulah. Susah. Sy rasa pbicaraanku jg mulai tak tentu arah. Hmm.. maap kl sy smkn mbingungkn akhir2 in.

Sm sy tmasuk?

U’re still my best

Wajar mmg kl mikir seperti it.manusia kn tdk slamax bsikap n bpikir spti yg qt inginkn..kl qt sgt sgt percaya sm org, bs jd suatu saat kecewa berat. Tp slama hal it positif, slg ditularkn sj. Sm spun, kpnpun n dmnpun..qt jg hrs pux ruang u menampung khilaf org lain.

Hmm..iy y,bnr jg. Hati in msh krg lapang rupanya.

Krn tdk ad jaminan qt lbh baik dr org lain. Apapun yg sdg menari dpikiranmu, it cm tanda kedewasaan yg smkin matang, mulai memilah yg tbaik dr sekian yang baik. Jd gunakn hati yg jernih sj u memilahx dgn bijak yg mn yg layak.
Sbnrx mnta dimarahi it slh satu wujud kegelisahan. Cm mgkn krn ad ktdkpercayaan, jdx yg keluar hanya bingung. Slmt bkontemplasi sj. Pikirkn yg penting & segera tindak lanjuti, lupakn yg tdk psti (tdk psti dlm hal manfaat & bsifat khayalan yg justru bs mbingungkn).

***

hey soul sister, with friend like you, i dont need others :)

10 Juni 2011

Statusmu, Harimaumu

rabu malam, ada sms yang masuk. saya lihat, dari seorang kakak. tumben, pikirku. lalu saya baca pesan singkat darinya itu.
aslm. saya liat statusta' di fb. lagi ada masalah ya?
hmm, saya mencoba mengingat-ingat, apa yang terakhir kali yang 'share' di halaman putih-biru itu sekitar 4 jam sebelumnya. tidak lama, masuk lagi sms-nya.
ada statusta' : damn! damn! damn! i hate you..
hoo..iya, saya ingat. hmm, lalu apa masalahnya? apa karena penggunaan kata yang 'kurang pantas' itu? dan sms berikutnya serasa menjawab tanya saya yang tak tersampaikan.
saya rasa tidak pantas saja. tidak selamanya apa yang kita rasakan harus kita ungkapkan. bukankah kita sudah tahu ada sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga hanya karena setiap sebelum tidur dia memaafkan semua kesalahan saudara2nya di hari itu. cuma mengingatkan saja ukhti :)
jlebb...kena deh! dapat taujih malam2 cuma karena menulis 6 kata yang 'sebenarnya' sebuah lirik lagu. tapi memang sih, saya akui kalau kalimat itu 'agak' mewakili perasaan saya. hehe...tak apalah, kadang diri ini memang perlu diingatkan seperti itu. sesegera mungkin, saya remove status itu dari wall saya, sebelum taujih yang lainnya berdatangan.

makasih ya kak. lain kali saya akan berpikir baik-baik sebelum menulis sesuatu di 'buku wajah' itu.  

8 Juni 2011

Aku Cinta Indonesia

hey teman-teman, cuma mau berbagi nih. malam ini gw seneng banget bisa tau info tentang Aku Cinta Indonesia yang diselenggarakan detikcom. Ini nih deskripsinya.
Tahun 2011 ini kami mencari 60 orang yang akan dibagi menjadi 20 tim (masing-masing tim 3 orang) untuk disebar ke seluruh penjuru negeri. Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan uang saku yang dibutuhkan dalam perjalanan akan ditanggung oleh detikcom. 20 tim adalah para Petualang ACI yang akan menyebarkan semangat Aku Cinta Indonesia dengan berbagi cerita dan pengalaman.
hwuaaa...seneng gak sih. bisa dapet kesempatan keliling Indonesia, gratis pula! gilaaa...gak pake lama, gw langsung daftar. pertanyaannya standar lah. tapi yang bikin beda, 'skill yang dimiliki'. bingung juga gw jawabnya. diving gak bisa, renang apalagi. kalo treking sih masih belajar juga. akhirnya gw centangin aja 'menulis' dan 'fotografi'. seenggaknya, gw emang bisa, walaupun gak jago-jago amat.hehe...dan gw makin yakin kalo gw emang bisa punya peluang kepilih jadi Petualang ACI waktu baca ini.
Keahlian seperti renang, fotografi, menyelam, dan lain-lain memang penting, tapi bukan faktor utama dalam menentukan pemenang. Kami mencari petualang yang sangat antusias menjelajah Indonesia dan dapat berbagi cerita perjalanannya.
Kewajibannya adalah bersenang-senang dalam perjalanan Anda dan berbagi cerita kepada pembaca detikcom melalui tulisan dan foto. 
nah, gw banget kan tuh! postingan gw tentang hal ini aja udah bisa jadi bukti kalo gw tuh bener-bener antusias ikut program ini. dan tenang aja, kalo gw kepilih gw akan melaksanakan kewajiban gw dengan sebaik-baiknya. hahaha...

masuk ke pertanyaan inti, 'alasan kamu mau ikut program ini', tulis dalam 500 karakter. tadinya gw mau jawab 'karena gw suka jalan-jalan', tapi gw yakin juri gak bakal terkesan sama alasan kayak gitu. akhirnya mulailah gw bermain kata, menjelaskan kenapa gw pengeeeen banget jadi Petualang ACI. yah, lumayan lah. gw bisa deskripsiin dalam 487 karakter. kali ini, juri bakal kelepek-kelepek baca alasan gw deh. trust me!

oiy..hadiahnya juga bikin ngiler euy. mantep banget nih program. udah gratis, yang menang dikasi hadiah pula.
Tahun ini ada 60 Petualang yang terpilih untuk disebar ke 20 area wisata yang belum banyak ter-explore. Masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Hadiah yang akan diperebutkan lebih banyak dari tahun lalu:
  1. Tim Terbaik dengan hadiah senilai Rp 100 Juta
  2. Foto Esai Terbaik (Individual) senilai Rp 25 Juta
  3. Tim Favorit pembaca senilai Rp 15 Juta
wuaah...pokoknya, gw harus lolos seleksi. gw harus jadi 60 Petualang itu dan tim gw nantinya harus jadi tim terbaik. amiin ya Rabb.....

sapa tau gw bisa ke Rinjani, Mahameru, Raja Ampat, Wakatobi, Bunaken, dan tempat-tempat keren lainnya di penjuru Indonesia lewat program ini. mantep banget kan?!



*wish me luck yaaa  >.<