Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Jarak

seseorang pernah berkata, "kadang (antara dua orang atau lebih) memang harus dipisahkan, agar bisa melihat lebih jelas."
mungkin ada benarnya. kita memang selalu butuh jarak untuk bisa membaca dengan baik, menghargai pertemuan, dan untuk mengetahui arti rindu juga kehilangan.
lalu dengan alasan apa kamu kini berjarak denganku?

Jangan Meninggalkan Amal

Jangan meninggalkan amal karena takut tidak ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripada tidak beramal sama sekali.
Jangan meninggalkan dzikir karena ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari dzikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berdzikir.
Jangan meninggalkan tilawah karena tak tahu maknanya. Ketidaktahuan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firmanNya.
Jangan meninggalkan dakwah karena kecewa. Kesabaran kita bersama orang-orang shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang-orang yang tidak shalih.
Jangan meninggalkan amanah karena berat. Beratnya amanah yang kita emban, in syaa Allah sebanding dengan beratnya timbangan amal yang akan kita dapatkan.
Jangan meninggalkan medan juang karena terluka. Kematian di medan juang lebih baik daripada hidup dalam keterlenaan.
Jangan meninggalkan kesantunan karena lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati-Nya. ***
Allahumma musha…

Dekat

segala hal memang selalu berubah, Sora.
sekarang mungkin kau baru mengerti, mengapa dulu aku suka sekali menjabat tanganmu erat-erat dan menatap matamu lekat-lekat, mendekatkan diri padahal ruang sekitar kita tak sempit. haha...itu semua hanya trik, kawan. Agar aku bisa dekat denganmu tentu saja. 
sama seperti ketika menggambar lingkaran tanpa putus, maka aku tak akan rela jika ada jarak yang menghalangiku merasakan sentuh lututmu saat kita duduk berhadapan.  
tapi kini, mereka yang kau temui kemarin tak lagi ada disampingmu, Sora. aku tahu, keadaanmu sekarang pasti jauh berbeda seperti kita bersama dulu. ah..bersabarlah. bersama waktu, kau akan membuat segalanya membaik.
sekarang kau boleh mendengarkan nasehatku. jika nanti kau bertemu seseorang yang baru di sana, cobalah trik yang pernah kupraktekkan padamu dulu. jabat erat tangannya, lalu tatap lekat matanya. jika kalian duduk berhadapan, dekatkan lututmu padanya. jangan hanya sekali. lakukan berkali-kali, setiap kalian bertemu.
k…

Perahu Kertas

Alivya,
Pertama-tama lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian sama besar secara horizontal. Kau akan menemukan makna bahwa segala sesuatu pada mulanya selalu merupakan persinggungan dari dua hal, dua peristiwa, dua kekuatan, dua orang yang bertemu atau dipertemukan.
Kita tak akan pernah menemukan arti kebahagiaan tanpa terlebih dahulu bersinggungan dengan rasa sakit-rasa perih. Seperti kita maklumi, Adam akan kesepian tanpa Hawa, dan kisah hidup manusia tak mungkin dimulai, Alivya. Barangkali waktu jadi beku dan semesta hanyalah ruang hampa yang tak memiliki apa-apa; Hidup tak mencipta gerak, gerak tak menyusun peristiwa, dan peristiwa tak pernah membentangkan kisah macam apapun.
Maka, Alivya, lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama. Pertemukanlah antara satu sisi dengan sisi lainnya. Lihatlah, kau mulai mencipta gerak, dan kau segera tahu bahwa peristiwa-peristiwa hidup berikutnya segera dimulai-sebuah lakon mulai dimainkan.
Kemudian, lipatlah kertas yang terlipat dua tadi d…

Going Home, to You

"aku lelah, Al"  "ada apa, Sora? bukankah kita sedang bermain? ini menyenangkan." "kau benar, tapi kita sudah terlalu jauh bermain. aku takut kita lupa jalan pulang."
sementara rumah, masih tetap disana. menanti kepulangan mereka.

---

Allah Yang Maha Baik, tolong jaga terus hati kami.
agar sejauh apapun kami bermain, kami tak pernah lupa untuk pulang padaMu.

Our Wedding Song

Perkenalkan! Adalah dia, Fiersa Besariseorang lelaki beruntung, petualang melankolis, penulis amatir, tukang foto sekaligus musisi yang menciptakan sebuah lagu romantis dengan lirik sederhana berjudul Hidup 'Kan Baik-Baik Saja.
Inilah salah satu lagu yang berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri ketika mendengarnya. Maka sejak Ramadhan lalu, saya membuat keputusan aneh. Saya akan menjadikan lagu ini sebagai soundtrack pernikahan kami kelak. Ya! Saya dan lelaki saya. Oh ya, bahkan sepasang kawan bersedia untuk menyanyikannya langsung di hadapan para tamu kami nantinya. Ah, betapa keren mereka!
Akhir kata, terima kasih Fiersa untuk lirik dan nada yang kamu gubah ini. Semoga kamu tidak keberatan atas keputusan aneh saya itu. Untuk kalian, berikut saya hadiahkan liriknya. Silahkan mendengarnya disini sebelum undangan pernikahan kami yang entah kapan itu beredar.


Cerita kita tak semanis dongeng Atau bagai drama sinetron cengeng Kau bukan artis, ku bukan pujangga Namun kisah ini sangat b…

Be Kind

Selalulah berbagi dengan orang lain. Walau hanya sepotong ide. Walau sebenarnya kitalah yang membutuhkannya. Walau kita sulit melakukannya. Dari sanalah kita akan mendapati nikmatnya ikhlas dan menuai pahala karenanya. insya Allah.
Teruslah menjadi baik walau susah dijalani. Tak perlu orang lain tahu, cukup Allah dan diri.
| nasehat sahabat, 24 september 2013 |

Lost

mungkin beberapa rasa cinta memang tak harus memiliki muaranya, seperti beberapa diantaranya ditakdirkan terlambat untuk diungkapkan...
mungkin beberapa jenis cinta ditakdirkan untuk tidak berakhir pada muaranya. ia hanya perlu ada,begitu saja,tak meminta apa-apa lagi.
fahd djibran |

Jalan Pulang

sayangku, bantulah aku menemukan jalan pulang
agar aku segera menyisih dari percakapan riuh duniawi
seperti halnya cintaku padamu, telah kurencanakan
sejak mula aku memetik mawar matamu yang sunyi

tubuh-tubuh yang lelah berkilauan di angkasa
berputar-putar dan bernyanyi tanpa suara
sayangku, bantulah aku menafsir hakekat ketiadaan
sebagaimana kehidupan dan kematian erat berdampingan [ Jalan Pulang - Muhary Wahyu Nurba ]

Tentang Kota

suatu hari nanti, saat semua menjadi masa lalu.
saya akan mengenang kota ini sebagai tempat awal saya berangkat, menemukan inspirasi, merawat cita-cita, berkawan perjuangan.

bersama mereka, yang saya sebut saudara.

Sepotong Senja

Aku masih menjaga rindu yang menahun padamu. Sampai penuh. Terlampau jauh.
Ah...Langit senja sore ini mendadak seperti tak berujung dalam penglihatanku.
Kau. Serupa waktu yang akan berhenti di episode entah.

Nanti

Pernah mengkhawatirkan masa depan?
Melakukan apa selesai studi, akan kemana sesudah itu, bagaimana menjalani hidup, memilih siapa sebagai pasangan, memiliki segudang mimpi. Lalu semua langkah harus terhenti karena takdir Allah yang lain.
Jika saat itu tiba, dan aku yakin sebentar lagi, entah bagaimana aku nantinya? Akan ikhlaskah?
Allahu Rabb...aku berlindung padamu dari rasa gelisah.
jelang maghrib, di warung kopi.