25 Juli 2012

Ramadhan #1 : Puasa dan Doa

"Tiga kelompok manusia yang tidak ditolak doa mereka : orang yang sedang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang terzhalimi."
[Rasulullah - HR. Tirmidzi]

Lihatlah kedekatan dua ibadah ini dalam sabda Rasulullah diatas. Maka apalagi hal yang membuat kita ragu untuk berdoa, sementara sudah ada jaminan bahwa doa kita tidak akan tertolak.

Adalah Umar bin Khattab ra. tidak pernah memikirkan apakah doanya dikabulkan oleh Allah atau tidak. Karena baginya ia sudah menjalankan syarat sebuah permintaan dikabulkan yaitu berdoa itu sendiri. Kata Umar bin Khattab, "Saya tidak berpikir tentang pengabulan doa. Saya hanya berpikir untuk terus berdoa."

Maka mintalah apa saja dari Allah, karena doa bukan sekadar ibadah. Tapi lebih dari itu, doa adalah kebutuhan. Karena kita sebagai manusia biasa, tak mungkin hidup tanpa penopang dan tanpa Allah.


Mintalah agar Allah memberkahi kehidupan kita.
Mintalah agar Allah memudahkan kita meraih ridha dan petunjuk-Nya.
Mintalah agar Allah memudahkan kita saat menjelang kematian.
Mintalah pada Allah untuk memasukkan kita sebagai ahli surga dan menjauhkan kita dari siksaan neraka.
Mintalah agar Allah memudahkan setiap urusan kita.
Mintalah pada Allah agar pada Ramadhan berikutnya, kita dapat berdoa di hadapan Baitullah.
Mintalah apa saja yang kita inginkan dari Allah.

Karena sesuai firman-Nya, "Ud'uuni astajib lakum".
Mintalah kepada-Ku, Aku pasti akan menjawab permintaanmu.

Mari perbanyak doa!


21 Juli 2012

Bulan Rindu

Sebelas bulan yang lalu...
Menjelang detik-detik perpisahan denganmu, mungkin agak aneh jika kusebut ini gelisah.

Lalu pada suatu hari...
Terkadang, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba aku teringat padamu. Saat melihat langit, saat mendengar suara-suara, saat merasakan hembusan angin, juga saat mencium bau bunga sedap malam di depan jalan. Apa Tuhan masih akan berbaik hati untuk mempertemukan kita lagi? 

Baru saja...
Aku mendengar suara langkah kaki di ujung jalan sana. Kaukah itu?

Tunggu, ada yang ingin kutunjukkan padamu. Ini rindu yang sejak lama kusimpan pada apapun yang pernah dan akan membuatku jatuh cinta padamu, sekali lagi. Kuharap cukup untuk membuatmu bertahan menemaniku disini, setidaknya sampai bulan baru muncul lagi.


***

Terima kasih telah selalu menyediakan siang terik bermiliar pahala. Terima kasih telah selalu membentangkan malam doa yang meluas angkasa. Terima kasih telah selalu menjadi bulan seribu bulan—yang membuatmu tak pernah selesai kami hitung untuk menentukan malam permulaan dan penghabisan. Terima kasih telah selalu datang dan pergi dengan senang hati, tanpa mempedulikan kemunafikan, kemaksiatan, dan kebebalan kami.

[Ramadhan - Fahd Djibran]

:: akhirnya kita bertemu lagi, Ramadhan