Langsung ke konten utama

Ramadhan #1 : Puasa dan Doa

"Tiga kelompok manusia yang tidak ditolak doa mereka : orang yang sedang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang terzhalimi."
[Rasulullah - HR. Tirmidzi]

Lihatlah kedekatan dua ibadah ini dalam sabda Rasulullah diatas. Maka apalagi hal yang membuat kita ragu untuk berdoa, sementara sudah ada jaminan bahwa doa kita tidak akan tertolak.

Adalah Umar bin Khattab ra. tidak pernah memikirkan apakah doanya dikabulkan oleh Allah atau tidak. Karena baginya ia sudah menjalankan syarat sebuah permintaan dikabulkan yaitu berdoa itu sendiri. Kata Umar bin Khattab, "Saya tidak berpikir tentang pengabulan doa. Saya hanya berpikir untuk terus berdoa."

Maka mintalah apa saja dari Allah, karena doa bukan sekadar ibadah. Tapi lebih dari itu, doa adalah kebutuhan. Karena kita sebagai manusia biasa, tak mungkin hidup tanpa penopang dan tanpa Allah.


Mintalah agar Allah memberkahi kehidupan kita.
Mintalah agar Allah memudahkan kita meraih ridha dan petunjuk-Nya.
Mintalah agar Allah memudahkan kita saat menjelang kematian.
Mintalah pada Allah untuk memasukkan kita sebagai ahli surga dan menjauhkan kita dari siksaan neraka.
Mintalah agar Allah memudahkan setiap urusan kita.
Mintalah pada Allah agar pada Ramadhan berikutnya, kita dapat berdoa di hadapan Baitullah.
Mintalah apa saja yang kita inginkan dari Allah.

Karena sesuai firman-Nya, "Ud'uuni astajib lakum".
Mintalah kepada-Ku, Aku pasti akan menjawab permintaanmu.

Mari perbanyak doa!


Komentar

  1. do'a juga menunjukkan kita fakir dihadapan Alloh
    tdk ada yang layak disombongkan

    BalasHapus
  2. perbanyak doa dan selalu berusaha :)

    BalasHapus
  3. sepertinya Fahd terinspirasi darimu kak.
    setelah menulis catatan tentang doa ini, eh bang fahd juga bkin postingan tentang doa.

    ahh itu cuma asumsi saya yang kemungkinan benarnya 0,00000000-1% hha

    Terimakasih, titip doa yak :_)

    BalasHapus
  4. amiiin...
    blog yang menarik distiap postingnya,,,
    mantab deh adminya.. :)

    BalasHapus
  5. Selamat berpuasa yaa......Happy Ramadhann...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…