17 Desember 2012

Tiada


Maka setiap pagi aku akan melakukan ritual yang sama. Diam menatap jendela, mengumpulkan sisa-sisa ingatan tentang mimpi semalam atau kejadian kemarin. Lalu saat sinar matahari mulai masuk lewat sela-sela jendela, aku harus rela satu per satu memori itu menguap, menjadi tiada.

3 komentar:

  1. salam embun.. ^_^
    salam untuk mimpimu semalam, semoga tetap merunduk tawadhu dipucuk-pucuk memory
    sebelum ia kembali pada ketiadaan.

    seperti kata seseorang:
    *keikhlasan itu adalah penjagamu_

    BalasHapus
  2. Senang bisa kembali mengunjungi lapak ini.. Meski telat. Rupanya kakak ini yang pernah mendapatiku di satu tempat ya.. :))

    BalasHapus
  3. Berbulan bulan aku gak mampir di sini...mau ijin naruh jejak....

    Dan saat matahari tak muncul..dan tergantikan dengan hujan...maka memori semalam hilang bersama aliran hujan yang meresap ke tanah ...

    BalasHapus