Langsung ke konten utama

Going Home, to You

picture from here
"aku lelah, Al" 
"ada apa, Sora? bukankah kita sedang bermain? ini menyenangkan."
"kau benar, tapi kita sudah terlalu jauh bermain. aku takut kita lupa jalan pulang."

sementara rumah, masih tetap disana. menanti kepulangan mereka.

---

Allah Yang Maha Baik, tolong jaga terus hati kami.
agar sejauh apapun kami bermain, kami tak pernah lupa untuk pulang padaMu.

Komentar

  1. Kalau bermain di hutan, jangan lupa bawa peta dan kompas ya sebagai penunjuk arah jalan.
    Yuk, mari pulang ke rumah ^^

    BalasHapus
  2. ayo lekas pulang ih kalian berdua! Langit sebentar lagi gelap. kalian belum mandi, bau-bau matahari begitu. aiih :D

    BalasHapus
  3. apapun,bagaimanapun kita harus tetap ingat pulang

    BalasHapus
  4. hay cahya.. lama tak bermain ke sini.. bagaimana rupamu sekarang :) titip rindu untuk hatimu sayang ;)
    *blogku ganti alamat :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

"...zinanya mata adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, zinanya lidah adalah bicara..." [Rasulullah, diriwayatkan oleh Bukhari]
beware!! semua indra berpotensi melakukan maksiat dan maksiat dapat terjadi bukan cuma karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan so, blokade si 'maksiat' agar tidak masuk dan menguasai hati, pikiran, kaki, tangan, mata, telinga, mulut dan indra lainnya!!