15 Maret 2012

Mereka yang Menolak

Jelang 1 April, semakin banyak manusia yang bermonolog di jalan-jalan kota. Berpeluh keringat dan asap timbal menempel di kulit, mereka menyuarakan tuntutan. Walau mereka tak sepenuhnya yakin, tapi mereka hanya ingin didengar. Oleh orang lalu-lalang yang sibuk mengomel dari atas kendaraan mereka. Oleh media yang diharapkan menyajikan realita bahwa mereka akan semakin menderita. Oleh jutaan penduduk negeri ini yang berusaha mereka wakili aspirasinya lewat aksi demonstrasi. Terkhusus oleh Tuan Bangsa yang tengah menutup mata telinga akan fakta tentang rakyat yang semakin sengsara tiap harinya.

Kepada kalian, tolong dengar suara mereka!



(foto: CLk7)

13 komentar:

  1. semoga kenaikan bbm itu tidak jadi

    BalasHapus
  2. Semoga setiap suara didengar dan menjadi lahan pengambil kebijakan.

    BW Malem

    BalasHapus
  3. Suaranya mau diperdengarkan kepada siapaa??? Bukannya mereka-mereka yang seharusnya mendengarkan, udah pada budeg semua....??? :D

    BalasHapus
  4. pintu 1 UNHAS,..2 hari yang lalu...saya harus nahan vertigo, mana ujan..perjlanan yang seharusnya 15-20 menit ke rumah, molor hampir 2 jam, macet???yaaa...gara2 demo...ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh...sukses bikin macet, aksi dirikan tendanya...
      salam buat para ANTEKK... Eeeh??yg di atas Antek jugaa...hoho

      Hapus
    2. ohooho..itu bukan tendanya ANTEK tauukk >,<

      Hapus
  5. well..saya dukung sih kl demonya mereka damai ^^v

    kalo yang bikin macet, bikin polusi, apalagi sampe bakar2an.
    gak banget deeehh =___='

    BalasHapus
  6. semoga semuanya terjadi untuk yang terbaik menurutNya, InsyaAllah

    BalasHapus
  7. bbm naik itu masalahnya bahan pokok itu naik,,
    kl bhan pokok gx naik pasti aman aman aja bbm naik juga,,apalagi kyak sekarang bbm di tunda naiknya tapi kok malah naik bahan pokok,,,aneh,,,

    BalasHapus
  8. terimakasih gan artikelnya
    salam kenal aja gan

    BalasHapus