Langsung ke konten utama

Pernikahan


Tuhan yang maha mengetahui rahasia waktu;

Kami tak pernah sanggup meraba hari esok--bahkan apa yang akan terjadi satu atau dua jam lagi, kami tak tahu. Waktu serupa misteri--rahasia yang selalu memesona. Kami tahu, kami tak dibekali pengetahuan tentang apapun yang misteri, kecuali sedikit--yang bahkan kepala kami terlalu kecil untuk menampung yang sedikit itu. Kami sering bertanya-tanya, apa yang akan terjadi besok? Kami tak tahu. Kami tak pernah benar-benar tahu. Sungguh. Kaulah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Kaulah yang maha mengetahui segala peristiwa, semua lipatan waktu. Kalau boleh kami meminta; izinkanlah esok memercikkan cahaya--yang sanggup menumbuhkan cinta di hati kami berdua, meski sedikit dari cahaya-Mu--bahkan bukankah seluruh semesta terlalu kecil untuk menampung yang sedikit itu?

Tuhan yang maha mengatur segala sesuatu;

Kami tak sanggup membaca peta waktumu, menduga miliaran kemungkinan dalam irama takdirmu. Bahkan menghapal peristiwa dari ratusan tanggal dalam kalender pun kami tak mampu. Milik-Mu-lah segala perhitungan, rahasia yang selalu mempesona. Kami tahu, kami tak diberi kuasa untuk memilih dan menentukan masa depan, kecuali memutuskan apa yang ingin kami perbuat hari ini--yang seringkali kami lakukan secara sembarangan dan keliru-keliru. Maka bimbinglah, percikkanlah cahaya-Mu pada mata kesadaran kami yang buta. Bentangkanlah jalan rahmat dan kasih bagi langkah-langkah yang akan kami pilih. Jadikanlah kami hamba yang bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala kemungkinan takdir-Mu. Kalau boleh kami meminta, tumbuhkanlah sayap di punggung kami berdua--lalu berilah kami kemampuan untuk terbang melampaui segala hal yang menyulitkan, segala hal yang memberatkan.


Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang;

Kami memilih untuk bersatu, memilih jalan takdir-Mu dengan napas cinta kami berdua. Berikanlah pada kami pengetahuan, kesabaran, kesadaran, dan kesetiaan. Satukanlah kami sebagaimana kau menyatukan Adam dan Hawa, Yusuf dan Zulaikha, Muhammad dan Khadijak al-Kubra. Sebab seperti mereka, tak ada yang lebih kami inginkan selain percikan cinta-Mu--yang sejukannya menentramkan, kilaunya membahagiakan. Pernikahan adalah janji suci yang akan kami rapalkan suci di hadapan-Mu. Kehidupan kami milik-Mu maka pernikahan ini pun adalah milik-Mu. Lingkupilah dengan kasih sayang dan keberkahan. Jagalah rahim cinta yang darinya akan kami lahirkan anak-anak yang kau titipkan. Berikanlah kepada kami kemampuan untuk mendidik mereka mencintai-Mu. Sayangi mereka seperti Kau ajarkan kami menyayangi mereka.

Tuhan yang maha menyatukan segala yang terserak;

Kami tahu, pernikahan menyingkapkan salah satu tabir rahasiamu. Berilah kami kekuatan dan ketabahan untuk menjalani hidup bersama dalam sebuah ikatan setelah sebuah rahasia terbuka.

Ajarkanlah kami saling mendengarkan, berterima kasih, dan memaafkan. Hiasi hidup kami dengan keindahan dan kebaikan seperti Kau menghiasi keluhuran kitab suci, kilaukan sikap dan perangai kami dengan teladan orang-orang shaleh dan suci. Sebab kami tahu, hanya dengan semua itu pernikahan ini akan membentangkan dan melahirkan segala hal yang baik, segala hal yang indah, segala hal yang selalu layak untuk terus menerus dicintai--siapa saja.

Tuhan yang maha baik;

Kami melewati masa kecil bersama, tumbuh bersama; demi jutaan tanggal dalam kalender, demi ribuan purnama yang akan kami lewati bersama, selebihnya berilah kami satu kekuatan saja: saling mencintai sampai mati. Itu saja.


*ditulis ulang dari buku YGYM (Fahd Djibran)
didedikasikan untuk saudara dan sahabat yang akan segera menikah
semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan dan keberkahan, aamiin...


Komentar

  1. penulisan yang mengalir, tenang, tapi juga menyiratkan kesenangan, kekhawatiran namun juga penuh harap..

    beneran dah bikin ga karuan aja ini rasanya..
    apalagi dengan backsound musicnya ..om yiruma

    semakin menjadi deh

    nice collaboration Thumb up :)

    BalasHapus
  2. Pertanyaannya, "kapan kak Cahya menikah?" :D

    BalasHapus
  3. tulisannya utk saudari yg akan sgra menikah :D
    smoga mb cahaya juga diberikan kesabaran menunggu wktu itu tiba, hihi Ishbir ukht, bayaknya bulan syawal mmebuat postingan ini.

    Smile sukaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  4. saya suka sekali dengan artikel ini.. :)
    sejuk..

    dan sepertinya harus kembali di tulis ulang ketika hari dimana giliran saya akan tiba.. :)

    BalasHapus
  5. Jadi kapan nih? Cie cie... witwiww.... b-)

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah...jadi teringat akan sebuah sunnah Rasul yg belum dikerjakan selama hidup... :D

    BalasHapus
  7. Wew, Jika menikah adalah sunnah rasul.. berarti semakin sering menikah = semakin sering melakukan sunnah Rasul yah? *ehh *kaboorr

    BalasHapus
  8. Semoga dapat melantunkan syair diatas dengan senyum mengembang karena saat ini masih tersenyum miris menantikan saatnya tiba ^^

    BalasHapus
  9. "Pernikahan adalah janji suci yang akan kami rapalkan suci di hadapan-Mu." Subhanallah tulisannya, cantik :)

    BalasHapus
  10. Akhir katanya keren kak,
    berilah kami satu kekuatan saja: saling mencintai sampai mati. Itu saja.
    Like Like :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nice.....semoga cepat deh,aminnn :D

      Hapus
  11. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…