Langsung ke konten utama

Sketching

Saya penikmat gambar. Dan belakangan ini saya mulai belajar menggambar. Saking niatnya, saya bahkan membeli buku khusus untuk melampiaskan hasrat terpendam ini. Dimulai dari sekadar sketsa iseng, sampai mengikut hasil gambar orang. Bukan bermaksud plagiat tentu saja, ini hanya sebagai proses belajar.

belajar dari gambar orang lain
Suatu ketika, saya pernah 'nyasar' di situsnya Indonesia's Sketchers dan dibuat kagum pada hasil karya mereka. Dulu sewaktu di Makassar, saya memang pernah mendengar nama komunitas ini. Namun belum berkesempatan untuk mengenal lebih dalam, saya harus pindah ke Ambon. Saya perhatikan objek sketsa mereka kebanyakan adalah jalanan, bangunan dan kehidupan masyarakat kota.

Saya pun mulai mencari tahu apakah ada komunitas serupa di kota ini, tapi ternyata nihil. Akhirnya saya nekat belajar sendiri. Lewat Youtube, saya melihat beberapa video cara membuat urban sketch. Dan kemarin adalah pertama kali saya mencobanya di salah satu landmark kota Ambon, yaitu Masjid raya Al-Fatah.
Masjid Raya Al-Fatah
Setelah sekitar dua jam duduk di parkiran depan, melakukan gerakan menunduk-mendongak, diperhatikan orang yang lalu-lalang, hingga kedatangan sebuah mobil yang seenaknya parkir di hadapan, akhirnya saya menyelesaikan sketsa perdana ini. Dan saya cukup puas atas hasilnya. Tadaa!

Masjid Raya Al-Fatah on sketch
Saya sadar masih banyak kekurangan pada hasil perdana ini. Dan itu berarti saya masih harus terus belajar. Mulai dari cara tarik garis, arsiran, dan sebagainya. Saya pun harus belajar untuk langsung sketsa pakai pen, bukan pensil lagi.  Juga belajar untuk colouring, supaya terlihat hidup. Yap, semoga bisa! :)

Komentar

  1. semangaaat :D salam kenal ya

    BalasHapus
  2. Kerennn kakak YunCah....
    Karya yang luar biasa indah untuk seorang pemula...
    Sudah bisa dikatakan Professional ^_^

    BalasHapus
  3. waaah...rapi banget! sebuah objek yg cukup rumit u pemula. salut dengan niat dan usaha kamu. ngga usah keluar jauh2 dulu, objek2 disekitar kita juga banyak banget yg seru untuk di sket langsung: misalnya: tas kamu (plus isinya), sepatu/sendal jepit sehari2, kondisi meja belajar/kerja, kondisi kamar, dapur, ruang tamu, macam2 gestur keluarga kita yg duduk nonton tv, dll....
    happy sketching ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ornamen Matahari

Bagi yang pernah berkunjung atau tinggal di Maluku, pasti akrab dengan gambar dan corak seperti gambar di atas. Ya, ornamen tersebut mulai banyak digunakan pada beberapa bangunan maupun produk lokal Maluku, dengan beragam corak dan bentuk. Namun masih banyak orang, bahkan orang Maluku sendiri, yang belum mengetahui makna dan nilai filosofis yang terkandung di balik ornamen tersebut.Ornamen Matahari, dilambangkan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai masyarakat Maluku, khususnya suku Alifuru di Pulau Seram. Di masa lalu, ornamen matahari digunakan untuk tanda dekorasi pada tubuh pada saat upacara kakehan (ritual pemanggilan arwah), sesuai dengan latar belakang, kebudayaan, adat-istiadat dan tata kehidupan alam lingkungan, masyarakat Patasiwa Alifuru.Salah satu bukti bahwa ornamen ini sudah dikenal cukup lama, dapat dilihat pada senjata tradisional Maluku yaitu parang dan salawaku. Salawaku merupakan …

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta : Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah .. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuha…

Teman Seperjalanan

"Jika kusebut tentang 'teman seperjalanan' apa yang ada dalam benakmu?" 
Kubaca ulang chat darimu. Ah, seperti apa harus kujawab pertanyaan ini. Kuketik beberapa kalimat, kemudian kuhapus lagi. Walaupun jarakmu beratus kilometer dari kota ini, tapi rasanya  terlalu memalukan jika harus jujur. Kususun lagi kalimat yang cukup aman bagiku. 
"Ngg..tentang orang-orang yang berada dalam perjalanan yang sama...." 
Aku berhenti mengetik. Kutatap benang hujan yang perlahan merintik di luar jendela. 
---
Kamu mungkin tak tahu, betapa inginnya diriku seperjalanan denganmu, selalu. Namun aku tetaplah ganjil, hingga kamu genapkan. Dan kamu, masihlah teka-teki yang belum bisa aku pecahkan.
Mereka bilang, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tapi kemudian aku bertanya: apa tujuan kita sama? Aku, kamu, mulai berangkat dari titik masing-masing dan di persimpangan jalan yang mana akan bertemu, kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, kita hanya perl…