9 Mei 2014

: untuk Perempuan Setia

Membersamai Senja (photo by clk7)
Pernahkah kamu bertanya kepada orang tuamu perihal nama yang mereka sematkan atasmu sejak kamu belum mengenal apa-apa di dunia ini? Ah, silahkan kamu bilang aku aneh untuk pertanyaan itu. Namun beginilah, aku memang selalu memikirkan hal-hal remeh semacam nama, yang mungkin bagi sebagian manusia tak begitu penting.

Aku, sejak mengetahui namamu, kerap menduga pribadi seperti apa yang ada dibaliknya. Dan kemarin, aku sudah menemukan jawabannya! Maaf jika ternyata tak sesuai. Namun tepat di depan mata, aku cukup yakin inilah yang orang tuamu harapkan atas anaknya. Menjadi perempuan setia.

Dulu, seorang kakak sekaligus guru, pernah berpesan kepadaku: “pilihlah yang baik, dan setialah bersamanya.” Kalimat yang singkat dan sederhana bukan?! Agaknya aku merasa perlu untuk berpesan hal serupa padamu. Nanti jika kamu punya waktu untuk meresapinya, akan kamu dapati bahwa ternyata maknanya tak sesingkat dan sesederhana itu.

Menjadi setia, tentu bukan pekerjaan mudah. Kita sama-sama tahu itu. Terlebih setia atas pilihan kita sendiri. Perlu banyak pengorbanan, terutama rasa. Karena untuk menjadi setia adalah pekerjaan hati. Sama dengan mencintai. Butuh waktu yang lama, bahkan sepanjang usia hingga nanti orang-orang mengubur kita bersamanya.

Sekarang ini, beberapa hal mungkin terlihat rumit bagimu. Tetap tenang, tetap lapang. Kamu yang sudah memilih mereka untuk masuk memenuhi ruang pikirmu, maka setialah bersamanya. Jika kelak kamu mulai rapuh, coba tanya hatimu sekali lagi, atas alasan apa kamu memilihnya dulu.

Yang aku tahu, kamu tak akan melangkah pergi. Karena kamu, perempuan setia.

4 komentar:

  1. *dalm beberpa menit mataku mendung hingga gerimis*
    terimaksih karena telah mengingatkan, krena terkadang aku terllu rumit untuk hal-hal yng sedrhana termasuk namaku sendiri. :')
    setia.. agaknya rasa ini harus benar2 aku resapi.
    seklai lgi terimaksh.
    dan seperti namamu: kau selalu (men)cahya(kan),, jdilah seprti itu, selamanya ^_^

    BalasHapus
  2. Salam kenal, Mbak. Izin share tulisannya, boleh?
    Suka dengan topik "setia" soalnya. :D

    BalasHapus