24 Oktober 2011

Sepotong Hati untuk Rei


 Rei…


Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Pasti sakit, ketika harus mengakhiri sesuatu yang belum pernah dimulai sama sekali. Kira-kira begitu juga yang kurasakan saat ini,walau mungkin tak sedalam dirimu.


Ini tentang sepotong hati yang pernah (akan) kutitipkan padamu dan baru saja kau kembalikan sejam yang lalu. Ya, akhirnya kau memutuskan untuk mengembalikannya segera, sebelum sepotong hati itu tergores atau retak lalu patah.


Awalnya, aku agak bingung dengan sikapmu itu. Ada apa sebenarnya? Apa salahnya menitipkan sesuatu pada orang yang kita percaya? Lalu, kau pun menjawabnya dengan sangat bijaksana. Karena kau menyayangiku, katamu.


Untuk itu kuucapkan terima kasih padamu, Rei.
 Seandainya saja sepotong hati itu jadi kutitipkan padamu, mungkin aku akan sangat kecewa ketika suatu hari kau mengembalikannya tak utuh lagi atau bahkan mungkin menghempaskannya hingga hancur berkeping-keping. Lalu orang-orang yang melihatnya hanya menatap iba dan tak akan menyangka kalau pecahan-pecahan itu dulunya adalah potongan indah dalam episode hidupku.


Sekali lagi, terima kasih Rei…


Oh ya, hujan sedang turun disini. Kau tentu tahu, aku teramat menyukai momen seperti ini. Tapi entah, aku benci hujan sesiangan ini. Kenapa? Mungkin karena rintiknya terlalu mewakili perasaanku padamu.


Ya, hatiku sedang gerimis saat ini.


 ***


02:23 pm, ruang CE 101
berharap gerimis segera reda

14 komentar:

  1. oh.....rei.... Siapakan dirimuw... bagaimanakah sosokmu??? aku penasaran denganmu rai.... seperti apakah dirimu sampai sahabatku rela menitipkan hatinya padamu meski akhirnya kamu mengembalikannya... salam sama Rei yah ^_^

    BalasHapus
  2. moga rintik hujan di hati segera berhenti berganti dengan matahari,,,

    salam kenal :)

    BalasHapus
  3. Iya, jadi penasaran sama Rei...

    BalasHapus
  4. wiiii....tentang seorang "R E I"...
    jadi ingatt...aku pun pernah punya rei yg sama...#eh
    wkwkwkwk
    keep writing mb...^_^

    BalasHapus
  5. semoga selalu diberi semangat lebih,
    hingga pada saatnya kelak,
    pada orang yang tepat.

    BalasHapus
  6. Apa? Rasanya aku udah komentar tapi kenapa ga ada disana ya? Apa nunggu approvle yah? :(

    BalasHapus
  7. heemmmm adikku dah dewasa hahahahyyy
    ni cerpen..
    kisah alam bawah sadar
    khayalan
    atauuuu

    apapun yang terjadi...aku masih di sini yun... masih mau mendengarkan cerita-ceritamu, sayang :*

    BalasHapus
  8. oh Rei..
    beruntungnya kamu, ada yg mau memberikan sepotong hati tu :)
    jadi penasaran sama yg namanya Rei :)

    BalasHapus
  9. Iya tawwa...ukh yun...cie...cie...mau ta'aruf sama Rei yah ? asal bukan si rei...rei...reinaldi di TV7 itu...hahahahahah

    BalasHapus
  10. ihhhiww...
    salam kenal sodariku yang jauh disana,

    I've been ur follower,
    ditunggu follbacknya ya.. :)

    Nice blog,,,

    BalasHapus