22 Juli 2011

Dalam Diamku

hari ini, tepat satu minggu. ketika kau mengeluhkan kesedihan dan perasaanmu padaku. ketika pada kenyataannya aku pun bersedih, atas apa yang terjadi padamu, juga padaku. tapi ini, sudah satu minggu berlalu. kelabu yang menggantung di langit pikiranmu, masih adakah kawan? 

aku merindukan saat-saat kebersamaan kita. kala kita duduk satu meja, mendengar ceritamu atau sekedar bertemu pandang saja. dengan begitu, masing-masing diri kita sudah cukup lega, walau tak ada satu kata pun yang keluar lewat lisan kita. kau tahu, aku selalu mengerti bahasa tatapanmu.

saat suatu malam kau mengajakku ke pinggir pantai, lalu berkisah tentang hari yang kau lalui. seperti biasanya, aku lebih suka mendengar. sama seperti butiran pasir yang kita duduki, angin malam yang menemani, juga bintang yang menatap kita. dan kau tahu, walau gelap aku masih bisa melihat jelas gurat bahagia di wajahmu saat itu.

atau ketika kita berada di ketinggian dan alam ini terlalu mempesonamu, kau masih sempat berbagi tentang mimpi-mimpimu.  tentang warnanya masing-masing di matamu. dan sekali lagi, aku hanya duduk mendengarkan sambil melemparkan pandangan pada hamparan edelweiss di hadapan kita.

dan kini, setelah satu minggu sejak hari kelabumu, masihkah kau mengizinkanku mendengar lebih banyak ceritamu, kawanku?

maaf, jika aku terlalu sering mendengar saja.
dalam diamku, sungguh aku selalu mengaminkan doamu dan mengharap yang terbaik bagimu.

4 komentar:

  1. semoga tak ada lagi duka, coba diberi semangat lebih dong... salam...

    BalasHapus
  2. ada kalanya kita ingin di dengar dan adakalanya kita ingin mendengar... kita sendiri yang tahu kapan harus berbuat seperti itu.... tersenyumlahh... :)

    BalasHapus
  3. mbak... bacanya jadi terharu :')
    jangan galau ya mbak, semangat ^^

    BalasHapus